Tampilkan postingan dengan label Unek2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unek2. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Februari 2011

Tontonan menarik



Sebenarnya video klip ini iklan sebuat bank di Taiwan, tapi ceritanya diambil dari kisah nyata.

It is a very inspiring story about how we perceived life and how people can realise their dream if they put their heart and mind to it.

Saya upload...supaya bisa tiap kali bisa menonton video ini.

Apa pendapat anda tentang klip ini?

Senin, 27 Desember 2010

4 0

pic from http://www.gettingpersonal.co.uk/images/CUFF_FINAL/40.jpg

Bukan sedang membicarakan skor bola semalam (hihihi...untung tidak ikut nonton jadi tidak merasa sewot karena kekalahan kesebelasan kita dari Malaysia), juga bukan sedang pilih2 kombinasi nomor Toto, tapi saya bicara tentang usia saya.

Perlu 6 bulan refleksi dan kontemplasi sebelum saya menyadari arti usia saya dan bisa membuat tulisan ini. Silakan baca...jika anda mendekati atau sudah mencapai usia penting ini :-)

Life begins at 40. Kenapa ada kepercayaan itu? Kalau dirunut dari sejarah, sebelum abad 20, jarang orang mencapai usia 40. Jika ada orang mencapai usia 40, berarti dia hebat daya tahannya walau juga sudah nearing to the grave. Haizzz..bener nih. Semua karena ilmu kesehatan dan kedokteran yang belum maju pada waktu itu, serta juga pengetahuan tentang hidup sehat yang juga belum banyak dimiliki masyarakat luas. Orang sakit flu biasa bisa berlanjut menjadi pneumonia dll.

Beda sekali dengan kehidupan mulai abad 20. Abad itu menunjukkan kemajuan teknologi yang pesat. Penemuan mesin cuci, vacuum cleaner, microwave oven dll ( jadi ingat iklan TV jaman baheula, hitam putih dengan gaya modelnya yang kaku hihihi) semua alat ini membantu meringankan pekerjaan rumah tangga para ibu RT. Jadinya...mereka mulai bisa memanjakan diri, memikirkan tentang diri sendiri, kesehatan dan keinginan pribadi mereka hehehe.

Ohya....siapa yang memopulerkan istilah di atas? Ada banyak versi. Psikolog dari Amerika Walter Pitkin menulis kalimat terkenal itu di bukunya yg berjudul sama (1932), tapi katanya sih bukan dia yang pertama menggunakan istilah ini. Seorang filsuf terkenal abad 19 dari Jerman Arthur Schopenbauer mengatakan, "The first forty years of life give us the text: the next thirty supply the commentary."
How true.

Anyway...saya mau mengatakan bahwa my 40 signs started early...but not in a good way gitu. Sebulan sebelum ultah 40, saya masuk rumah sakit, dirawat inap seminggu (cerita panjang sudah ditulis dulu). Dan lalu dokter mendiagnose bahwa saya terkena asma. Sekarang capek sedikit, mencium bau menusuk sedikit, dingin sedikit...lalu hatchiii hatchiii! Bersin, hidung tersumbat dan dada sesak. Dan...sekarang saya hidup dengan inhaler. Aduh...

Ada lagi. Alergi makanan sea food (shellfish) yang saya derita waktu kecil, sekarang kembali lagi. Shrimps and prawn noodle? Sotong anyone? Chilli crabs? Awww... I pass, with much regret.

Sejak 2-3 tahun terakhir tidak makan kambing, or anything yang too fatty. Sangat sadar dengan makanan yang saya makan. Tapi...betapapun ketat saya berdiet...tetap saja timbangan mengarah ke kanan, seperti lagu naik naik ke puncak gunungnya ibu Sud. Aiyoooo...

Ohya satu lagi. Biological clock wanita di usia 40 mulai menurun drastis, dan ini benar sekali. Ini sebabnya mengapa pemerintah Singapura menghentikan bantuan program fertilitas bagi warganya ketika si wanita berusia 40 tahun. This is one of the reason pastinya. Saya sadar sekali...ternyata usia tidak bisa dibohongi. Mau bikin anak lagi...aduuh susah sekali. ;-( ohya...tentu saja harapan masih ada buat kita2 wanita usia 40 tahun (ke atas) tapi tentu harapan itu tidak sebesar wanita usia 20-30 tahun. Dan kita musti memahami dan menyadari dan menerima kenyataan ini.

Akhirnya....jikalau saya mau menikmati dan memiliki kualitas hidup yg baik 30 tahun (atau lebih) ke depan seperti yang dikatakan filsuf Jerman Pak Arthur Shopenbauer, saya musti benar2 hati2 dan mulai hidup lebih sehat. Qi gong auntie...sorry, i havent joined your morning sessions yet...i was too lazy to wake up early. But I promise I will turn up this Wednesday morning though. xixixi...

So teman-teman, bagaimana dengan anda? Sama tidak perasaan dan pengalaman anda? Ada saran baik utnuk bisa lebih menikmati 30-40 tahun berikut?


- Posted from my iPad

Sabtu, 30 Oktober 2010

Kapok!



Suasana stasiun Kota kala Lebaran.
Tidak ada hubungan dengan judul posting ya! :P

Lagi kesal nih. Dua kali dikecewakan oleh (perwakilan) bangsa sendiri. Bodohnya...kok saya tidak belajar dari pengalaman pertama. Tsk....kenapa ya?

Kisah 1
Begini. Salah satu modul belajar untuk kelas yang sedang saya ajar adalah modul kunjungan. Tentunya karena murid belajar bahasa Indonesia, tujuan kunjungan juga dihubungkan dengan itu. Ceritanya kita mau berkunjung ke perwakilan negara di Singapura lah, untuk mendengar penjelasan tentang tanah air tercinta dan budayanya.

Sudah dibuat janji dan sudah dikonfirmasi. Lha kok ada pemberitahuan, dikirim via email doang, pada jam 4.30pm (kurang dari sehari dari jadwal kunjungan) bahwa jadwal kunjungan terpaksa dibatalkan secara secara sepihak, karena sesuatu hal (gak disebut niiiih...apa sebabnya).

Ingin naik darah menerima pemberitahuan itu. Kita sudah bikin jadwal hati-hati...lha ini last minute enak saja ganti skedul. Bayangkan betapa malunya saya menjelaskan pembatalan kunjungan ini kepada murid2 saya, yang semua adalah orang Singapura itu lho! Mana tidak ada alasan yang jelas pula!

Halo....katanya garda terdepan cerminan bangsa/ negara. Lha ...jangan gini dong ah. Tidak profesional sekali. Masa iya segitu banyak orang di kantor, tidak ada satupun yang bisa menerima kami ? Kita gak perlu dijamu kok!

Kisah 2
Jadi ingat....beberapa tahun lalu ada kejadian yang sama memalukannya. Kali itu, kami (para guru) dan murid sudah sampai di lokasi...tapi ya ampun! Ternyata mereka (para perwakilan kita ini) lupa bahwa hari itu ada jadwal kunjungan dari kami! Pontang panting lah mereka menyiapkan presentasi last minute! Tsk....malu deh saya!

Kisah 3
Suatu hari saya dan suami menjadi tuan rumah teman dari Indonesia yang sedang berkunjung juga ke sini. Kebetulan...teman ini ternyata berteman (bingung ya? hihihihi...Sori karena saya tidak mau nyebut nama) dengan anak pejabat tinggi perwakilan negara di sini. Wah...kelihatan malu-malu tapi bangga benar si Adik menjelaskan status dia. Nah...dasar saya usil, begitu tahu, langsung saya menitip pertanyaan:

"Dik...tolong titip pertanyaan ke Bapak ya. Tanyakan kepada beliau, kenapa nomor tilpon kantor bapakmu itu tidak pernah ada yang angkat. Padahal itu nomor satu-satunya yang ada di website resmi. Lha...bagaimana kalau ada masyarakat Indonesia yang kesusahan dan perlu menghubungi perwakilan negara kita? Ke mana dia mesti bertanya dan cari pertolongan?" tanya saya bertubi-tubi.

Kasihan si adik. Dengan tampang memelas dia menjawab, "Baik mbak, nanti saya sampaikan pertanyaannya." Mungkin dia berpikir...aduh si Mbak ini galak bener. Mana juga saya tahu kenapa begitu kejadiannya. Eh...tapi saudara-saudara, saya tidak mengada-ada soal susahnya mendapat sambungan telepon ke kantor ini lhooo.

Sigh....bagaimana negara mau maju, kalau urusan terima kunjungan siswa yang sedang belajar bahasa Indonesia saja batal tanpa alasan jelas. Haiyaaa...

Pelajaran buat saya? KAPOK....hihihi
Bikin kunjungan ke tempat lain aja daaah!

Sabtu, 05 Juni 2010

Surviving on this

This d--n flu leaves me lethargic. Really. Have to pause to catch my
breath after do a simple house chore. So most of time...i just
rest, read, play w my kid, or play these silly games.

1.War chess game

Fun to play with fascinating graphics.
Not for serious players (who like to strategize la)...as the visual
effect will drive them crazy (come on, come on, what taking you so
long?...just kill the bishop, just kill!!!!)
But for us...it is fun! :-)



2. Angry Birds
Aim of the game: kill the pigs! (hey...really!)
Simple rule but the cute graphics and creative challenges will get you hooked on this

3. Chicktionary
Like the title suggested...it is a word puzzle game. The chick(en)s are hatching egg-carrying-letter for you! Cluck cluck!!! woohoo too cute to miss!

Minggu, 28 Februari 2010

MULAI LAGI...

(Taman dekat rumah. Kering kerontang...)


Mulai lagi...
hidung saya berair lagi...
tenggorokan sakit lagi...
mata perih lagi....

Ah...ternyata...
si asap sudah datang lagi...

Setiap tahun penyakit radang tenggorokan yang biasanya akan juga menjalar ke hidung telinga dan mata, selalu bertandang dan tinggal beberapa hari di tubuh saya. Salah satu penyebabnya? Asap dari kebakaran hutan di tanah air. Tahun ini biang kerok jatuh sakitnya saya, adalah juga kebakaran hutan, tapi...kali ini hutan lokal (biar kecil...tetap saja disebut hutan) di sini! Bush fire! Waaaa....

Bukannya ingin pamer tapi sepertinya hidung saya ini memang punya penciuman ekstra terhadap bau asap. Orang lain belum mencium bau apa-apa, saya sudah ribut berkata udara sedang tidak bagus dan berasap karena hidung saya memberitahu saya. Dan benarlah...di surat kabar dan berita TV kemudian diberitakan bahwa memang hari itu cuaca sedang berkabut asap. Juga mata saya...jikalau mata tiba2 terasa perih, pedas dan panas, padahal tidak sedang berada di cafe yg penuh asap rokok, ah...itu pasti karena si asap juga. Susahnya tenggorokan lah yg biasanya membuat masalah...karena begitu dia teriritasi...alamak, langsunglah saya sakit. Seperti minggu lalu ;-(

Jadi ingat....tahun lalupun...kejadian dan masalah yang sama menimpa juga.

Cuaca yang panas juga ada andil dalam anjloknya kesehatan. Singapura dan negara Asia Tenggara lainnya sedang terlanda gelombang panas memang, kombinasi dari pemanasan global, yg menyebabkan kebakaran hutan, kekeringan di Cina, Filipina... aiiih.

Sekarang saya ingat....minggu lalu ada satu siang di mana saya keluar masuk gedung dingin berAC dan berpanas ria di luar. Akhirnya badan protes karena bingung. Akhirnya...sakit deh. Pantaaaas....

Duuuuh...masih harus menghadapi cuaca panas untuk beberapa bulan ke depan...:-(

Pemanasan Global is really happening!

Kamis, 18 Februari 2010

Siap-siap heboh...


Apa saja yang dilakukan dan dikorbankan orang demi menjalani hobi mereka? Hobi yang saya maksud di sini adalah hobi berjudi....'gambling'.

Sudah tahu ya...Kasino pertama di Singapura resmi beroperasi tanggal 14 Februari 2010 kemarin, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Terbukti, Kasino di Resort World Sentosa ini sangat populer...terutama bagi para pecandu judi.

Seperti sudah diduga...mulailah ada berita yang membuat geleng-geleng kepala tentang kelakuan orang dan usahanya supaya bisa masuk dan berjudi di tempat ini. Sejauh ini sudah ditangkap dua orang asing yang berusaha masuk ke Kasino dengan menggunakan tanda pengenal palsu, karena salah satu dari mereka masih berumur di bawah 21 tahun. Seorang warga Indonesia yang kehabisan uang karena kalah berjudi di Kasino akhirnya mencuri cellphone orang di bandara Changi. Menyedihkan sekali ya.

Sejarah adanya Kasino di negeri pulau ini juga panjang dan warna warni. Banyak pro dan kontra akan keuntungan dan kerugian yang akan timbul dengan adanya kasino ini bagi masyarakat dan perekonomian Singapura.

Yang ditakutkan antara lain adalah: merebaknya kasus penjudi yang 'going all out' hingga bangkrut demi melampiaskan hobi berjudinya. Tahu sendiri lah...budaya berjudi itu menempel cukup erat dengan kehidupan masyarakat di sini. Apakah itu judi 4D...Toto...pacuan kuda, main mahjong, semua pakai uang taruhan. Anda bertanya2 mengapa selalu ada antrian panjang tiap minggu di pusat2 keramaian? Ya itu antrian orang yang ingin membeli kupon undian. Pendek kata, berjudi sudah bagian dari budaya di sini.

Tapi ternyata mungkin setelah ditimbang2...keuntungan bisnis/ekonomi yang bisa diraih dengan adanya kasino di negara ini terlalu mengundang ya, sehingga akhirnya pemerintah memutuskan memberi lampu hijau untuk keberadaan kasino di sini. Bukan hanya satu...malah dua kasino! Satu di Sentosa, satu lagi di Marina Bay. Waaaw... Ya...bisa dibayangkan kalau para penjudi kawakan dari negara tentangga berdatangan ke sini untuk berjudi, bertamasya, bersenang2...berbelanja juga, banyak ya keuntungan yang akan di raih :-)

Eh...tapi bagaimana dengan ekses negatif nya nih? Bagaimana jika karena adanya kasino ini, banyak warga Singapura yang tergoda untuk mencoba keberuntungannya...dan kalah habis-habisan di meja judi. Repot juga dong pemerintah ya?

Tentu saja pemerintah melakukan berbagai usaha mencegah kemungkinan meningkatnya kasus warga yang bangkrut karena berjudi habis-habisan di Kasino ini. Salah satu usaha itu adalah
1. menetapkan tiket masuk 100 dollar/ hari atau uang keanggotaan tahunan sebesar 2000 dolar bagi warganya,
2.membuka kesempatan kepada para pecandu judi untuk mendaftarkan diri mereka sendiri ke dalam daftar 'cekal' pemerintah, daftar orang2 yang dilarang berjudi di Kasino,
3.membuka kesempatan bagi keluarga pecandu judi untuk mendaftarkan anggota keluarganya dalam daftar cekal tadi,
4.larangan masuk ke kasino bagi orang2 yang ada dalam daftar orang yang bangkrut.

Kira2...berhasil tidak usaha pemerintah Spura menghindari (kalau tidak mengurangi) kemungkinan warganya terjerat kesulitan karena mengalami kekalahan berjudi di kasino yang keberadaannya direstui pemerintah sendiri? Masih tanda tanya.

Tapi satu yg pasti...jika orang sudah kecanduan sesuatu, apakah itu berjudi, merokok, minuman keras, obat2an dll....adalah sulit untuk menghentikan kecanduan itu, jika tidak ada niat kuat dari orang itu sendiri untuk melepaskan diri dari kecanduannya. Jadi....saya pikir...biar bagaimana, pasti akan selalu ada kasus2 pelanggaran hukum yang bikin geleng2 kepala yang dilakukan oleh para pecandu judi demi bisa berjudi di kasino ini. Pokoknya siap-siap mendengar berita hebohlah ...

Saya sendiri? Keinginan untuk masuk ke kasino inipun tidak ada... apalagi berjudi. Hehehe....
'Game of chance' benar2 bukan mainan saya, tidak pernah beruntung lah pokoknya!

Ada pendapat lain? :-)

Silakan baca juga berita seputar kejadian di atas di link ini: 8 face casino-linked offences

Minggu, 15 November 2009

KIASU SIH KIASU....TAPI JANGAN BEGITU!

Ini mau menumpahkan kekesalan setelah mengalami pengalaman buruk akhir minggu ini.

Hari Sabtu kemarin Mr. Perfeksionis (aka suaminda buat yang belum tahu) ada acara seru (buat dia) - Mitsubishi Extreme Drive apa gitu judulnya, di Changi Exhibition Centre. Tempat acara berlangsung sih sebetulnya hanggar ya...karena bangunannya besar dengan bentang lebar tanpa kolom penyangga di tengahnya, dan...bernuansa gudang! hehe

Skip langsung ke cerita kiasu ya, cerita tentang acara di Changi jadi edisi berikutnya.

Para pendukung dan penggembira peserta acara (Mr P salah satunya) hanya bisa memandang acara dari jauh, dari hanggar pesawat itu, sedangkan 'stunt' dilakukan di runway pesawat.

Berdiri memegang video kamera (yang ternyata hasil bidikannya amburadul...goyang kiri kanan atas bawah), dengan tas gendong di punggung, tas makanan di pundak kanan dan anak umur 5 tahun yang bolak-balik minta perhatian dan tanya ini-itu, ternyata repot juga ya...dan capek.

Tengok kiri kanan, eh kebetulan ada deretan kursi (sekitar 8 buah) kosong, hanya ada tas-tas goodie bags dan seorang ibu yang asik pencet2 ponselnya. Dengan hati lega...saya ajaklah si kecil untuk mengistirahatkan kaki sebentar, duduk dulu. MEmang hanya ini kursi yang tersedia untuk para penonton. Ah...untung...untung....

Tidak lama, ketika kami mulai menikmati kepenatan kaki....si ibu tadi berkata, " Eh...excuse me ya, but the seats are all taken"

Saya: "What do you mean?" (emang bener2 gak ngerti...lha kan kursinya kosong gakda yang menduduki)

si Ibu: "Ya...all seats are taken by our group"

Saya: (dengan nada mulai ngeyel karena jengkel)..."But where are THEY???"
lha...kursinya pada kosong gitu kok!

si Ibu: "Ya...they are still at the other booth but they are coming back soon"

Saya: (mencoba dengan susah payah untuk tidak marah di tempat) pelan-pelan berdiri keki. Yang kasihan kan si kecil....karena dia sedang enak2nya duduk selonjoran.

Oalaaaahhh.....si ibu ini penjaga kursi toh rupanya!

Kesal? Lha iya dong pasti. Ini namanya KIASU = RESE. Takut sekali si ibu ini, takut tempat duduknya kurang untuk grup dia. Lha...kalau toleransi kan harusnya dia pikir juga dong, orang lain kan mau duduk juga. Kursi hanya sekian ya jangan dipake semua dong.

Kebiasaan kiasu ini memang kebiasaan kurang baik nya orang Singapura. Kalau anda mampir ke Kopitiam (warung kopi) di pusat perkantoran pada jam makan siang. Anda akan melihat banyak tisu, payung, buku, dan barang kecil tak berarti semacamnya diletakkan di meja dan kursi2 yang masih kosong. Apa artinya? Artinya tempat itu sudah ditag, dicopped (gak yakin dengan ejaannya ya) orang, jadi jangan coba-coba duduk dan makan di situ! Norak? Iya...tapi ini masih terjadi lho sampai sekarang.

Kembali ke kemalangan saya tadi:

Tidak putus asa, saya kemudian meminjam (dengan sopan) satu kursi dari mbak penerima tamu, yang dengan senang hati merelakan salah satu kursinya kepada saya. Selesai masalahnya. Cuma hati kok masih panas ya ? Kenapa? Karena:

Ternyata, sepanjang acara berlangsung (3-4jam), saya perhatikan, kursi-kursi itu tidak pernah penuh diduduki semua oleh anggota grupnya! Selalunya dua datang tiga pergi, datang lagi tiga, pergi dua...tidak penuh-penuh dong!

Halaaaah.....sebel banget deh!


Senin, 20 April 2009

Bokek karena Gaptek

(gambar dari apple.com)

Buat Syari, just in case you are wondering apa arti kedua kata ini:
Bokek = bangkrut = broke
Gaptek = gagap teknologi, gak tech-savvy lah gitu.

Dua bulan ini saya megap2 bayar tagihan telepon genggam saya. Pasalnya tagihan melambung tinggiiiii sekali. Apa sebab? Karena saya kebanyakan menggunakan fasilitas GPS/ 3G atau apalah itu istilahnya.

Jadi begini, bulan Februari kemarin (tahu kan hari apa yg banyak diperingati orang2 kasmaran pada bulan ini) saya dapat hadiah kecil tapi canggih dari Mr. Perfectionist. Dia kasih saya iPhone. Gak tahu iPhone itu apa? Itu di atas ada gambarnya atau google aja ya...atau cari di apple.com  :D

Pokoknya pendek cerita, dengan gembira ibu gaptek ini menerima kado manis ini. Dan dengan polosnya gemar menggunakan fasilitas 3G / GPS untk bermacam keperluan (yang sebenarnya tidak perlu), contoh cari alamat via google maps, download aplikasi macam2, baca berita online dll dll. Sebenarnya kalau dilakukan di temapt yg ada hot-spotnya (wifi/ wireless connection) spt di rumah saya dan di banyak tempat2 umum di Singapura, jatuhnya tidak mahal. Tapiiiii...berhubung gaptek, saya tidak tahu kalau iPhone saya awalnya ada defect, chip wifi nya gak jalan. Jadi tidak bisa tersambung scr otomatis ke hotspot yg tersedia. Celakanya, si smartphone ini begitu menyadari tidak bisa menggunakan fasilitas wifi, dia langsung switch ke GPS tanpa bilang2 dulu kpd saya (bilang juga mungkin saya tidak mengerti). Naah...ternyata fasilitas GPS ini mahal sodara-sodara! Lha mana beta tahu! (begitu kali gaya bicaranya mas Bernie)

Setelah 1 bulan lebih...setelah menerima tagihan, jegerrrrr....hampir saya pingsan membaca tagihan saya! Aduuuh ...4 digit bow! Gelap...gelap...tiba2 dunia! (hehe ini hiperbola ya...jangan percaya). Untungnya (atau memang service providernya sudah pintar ya sudah mengantisipasi pelanggan2 gaptek tapi belagak gaya spt saya) tersedia diskon besar2an...sehingga saya tinggal (!!!) bayar bbrp ratus dolar saja. Siiigh....tetaplah itu jumlah yg banyak.

So...sekarang bagaimana?
Karena iPhone sudah baik, dan saya juga sudah jera...fasilitas GPS saya matikan. Saya pake wifi connection ajah, toh di rumah bisa, di tempat umum juga hampir selalu tersedia. 

Bagaimana komentar saya sbg pengguna iPhone? It is a very cool gadget! 
Aplikasi yg tersedia ada bermacam2, beribu2. Untuk kategori news, fotografi, ulitlities, time management, productivity, sampai games. Sekarang saya gak perlu bawa kertas kruwel2 bertuliskan daftar belanjaan krn saya sudah install aplikasi shopping list! hehehe
Desain? Gak perlu komentar ya, lihat saja sendiri barangnya, desain nya stylish minimalis. Jadi banyak gunanya ini smartphone, cuma memang musti kenalan dulu dong sebelum sok akrab menggunakan.

Tapi...kenapa saya harus belajar dari pengalaman pahit ya? Tidak ada yang manis saja kah? Beginilah kalau gadget lebih pintar dari pemiliknya. Bokek akhirnya!!

Pernah jadi korban gaptek juga tidak?

Kamis, 12 Maret 2009

TERNGIANG-NGIANG

Pernah mengalami kejadian di mana sebuah lagu terngiang-ngiang (play again and again inside your head) di kepala...terus-menerus akibat terlalu sering mendengar lagu itu? Pernah kan? Pasti lah...apalagi buat yg rajin 'tune-in' ke stasiun radio sepanjang hari pasti pernah mengalaminya!  :)

Sekarang saya juga sedang mengalaminya!  :(
tapi bukan karena terlalu sering mendengarkan radio.

Begini ceritanya.

Sudah beberapa minggu ini ada seorang mas-mas, kira2 sekitar umur 20-29tahun-nan, yang tiap malam "nyanyi" di gazebo dekat apartemen saya. 
Nyanyinya niat lho, lengkap dengan gitar, partitur dan papan partitur lagunya! waduuuh...

Kualitas suara....yah sekitar 6/10 lah. Tidak sumbang (off-key) tapi...no feeling or emotion whatsoever waktu menyanyi. Just nyanyi...lempeng! Kayaknya vocal group kelas Karang Taruna  kampung saya dulu aja masih lebih bagus! LOL

Lagu2 nya? Sepertinya dia ada set lagu yg musti selalu dia nyanyikan. Hey Jude, La Bamba, Leader of the Band nya Dan Fogelberg...

Tiap jam 10 malam...selama 1 jam, sudah pasti deh, dia mulai buka mulut, kalau tidak mangkal di gazebo dekat rumah kami, ya di gazebo yg rada jauh, ato di multi purpose hall yang...sialnya juga tidak jauh dari rumah kami! Aduh aduh aduh...

Setelah beberapa hari...tentu saja saya juga hapal lagu2 yg dinyanyikan dia!

Ngapain ya dia nyanyi tiap malam? Ini tebakan saya:
1. Mungkin mau ikutan Singapore Idol? hehe
2. Mau menjalani ujian jadi pengamen? Karena di sini, mau jadi pengamen harus punya surat ijin lho!
3. Mau manggung (perform) di depan sang jantung hati? Biar diterima uluran cintanya? hehe...kayak cerita roman picisan
4. Terapi baru dalam mengelola stres? Siapa tahu...

Ada tebakan lain gak?

Senin, 12 Januari 2009

MAU CANTIK? MODAL!

Perempuan bisa cantik tanpa keluar duit banyak? Bo-hong itu namanya, saya tidak percaya. (Hayooo...yang gak setuju jangan ngamuk, inikan blog saya, jadi bolehlah saya tulis opini sendiri...walau nyeleneh juga). Maksudnya cantik di sini...adalah cantik secara fisik dan penampilan ya! Jadi jangan kita ngomong inner beauty! hhihi

Kenapa saya tidak percaya? Coba deh baca koran lokal sini, dari mulai rambut sampai kuku kaki, semua ada salonnya, semua ada asesorisnya. Salon2 sekarang tidak hanya menawarkan program menguruskan badan, tapi juga program 'pengecilan' bagian2 tubuh tertentu, misalnya pinggul, paha, bagian belakang dll. Jadi, permpuan yang ridak kelebihan berat badanpun kena rayuan iklan ini, dan berduyun2 datang ke salon. Satu program lengkap yg terdiri dr bbrp sesi itu bisa ribuan dolar harganya lho!

Kalau saya mulai mengilik2 Mr Perfeksionis supaya memberi 'bantuan dana tambahan' buat mempercantik diri, misalnya membeli baju lah, beliau malah bilang, "Gak usahlah beli2 baju yg bermerek, beli aja baju di This Fashion" Whaaaat....mana mungkin!

Sodara2, toko This Fashion itu jenis toko pakaian yang ...gimana ya menjelaskannya, pokoknya murah, meriah plus norak modelnya...hehe. Toko ini banyak tersebar di seluruh Singapura. Populer...ya karena murah :), walau modelnya duuuh...kadang bikin saya mau pingsan melihatnya. Tapi bukan karena kenorakan -nya yg membuar saya malas menyambangi toko2 ini, tapi karena mencari ukuran saya di toko ini ...ehm...rada susah! Mind you...saya gak gemuk loh, tapi sxy dan curvy gitu  :)

Okelah ...mari kita berandai-andai, bahwa saya ada hati dengan salah satu baju yg dijual di toko ini, cocok pula ukuran dan warnanya.. (harganya mah udah pastilah...kan murah). Jadi saya beli baju itu..tapi...belom lengkap ya kalo belum ditambah asesoris spt anting2, cincin, kalung. Mungkin juga skarf? Ikat pinggang? Sepatu? Tas? Nah...itukan semua biaya...5 dolar ini, 7 dolar itu, 10 dolar ini...berpa dong kalo dijumlah.

Untungnya untuk urusan muka, saya ini termasuknya kelas 'kambing' banget. Hampir dibilang gakda biayanya. Paling2 ya beli pewarna bibir (bukan pemerah bibir lagi namanya, karena sekarang yg nge-trend bukan merah lagi). Jadi di bidang yg satu ini...saya bisa berhemat.

Satu hal yg gak bisa turun kualitas adalh jika sudah menyangkur urusan rambut. Baju jelek bisa diganti...rambut salah potong? Alamak...gimana butupinya! Jadi kalau sudah urusan rambut... ya terpaksalah saya musti rela menjadi lebih miskin 300-400 dolar sekali berkunjung ke salon untuk di-rebonding (jaman2 rebonding dulu), dicat warna warni, dioksigen, ditreatment, dispa...apalah istilahnya. Dasar saya juga yg bego kali ya...selalu kena bujuk rayu mbak2 di salon. Pokoknya sehabis kunjungan ke sana...saya bokek aja. 

Tapi itu dulu. Sekarang lagi resesi...masa iya mau keluar uang sebanyak itu untuk rambut? Waah...saya masih waras ah. Jadi bbrp minggu lalu saya beranikna diri pergi ke salon kelas Hougang Central (kayak salon kelas Pasar Tebet Barat di Jakarta deh...pokoknya bukan kelas mal), minta rambut saya dirapikan sedikit. Iya lah...gak berani minta potong model baru, I was not that daring!

Disuruh langsung duduk (gak pake keramas nih), dipotong kres kres kres, diblow 2 menit, selesai. Hah...kursi yg saya duduki saja belom panas sudah selesai? Yasudah...saya pergi ke kasir. Tau ngga...saya musti bayar 22 dolar! "Lha...katanya potong rambut 12 dolar saja?" protes saya. 

Eh...si mas pemotong rambut berkata," Lha...kan blowdrynya 10 dolar mbak!" Deee...tahu musti bayar, saya kan tidak mengiyakan waktu ditanya mau diblowdry ato ngga :( Maklum...biasanya di salon langganan semua udah termasuk dalam paket, ngga di'keteng' begini.

Bagaimana dengan hasil trim rambutnya? Well let's just say, setelah saya coba2 potong lagi sendiri sisi kiri dan kanannya, setelah ngga puas dg hasil potongan sendiri, setelah pergi ke salon algi (masi kelas Hougan Central tapi bukan salon yg sama), setelah si-mbak memotong dan menipiskan rambut saya secara hati2 (iya...soalnya saya cerita episod potong rambut pertama saya), akhirnya rambut saya agak lumayan lah. Ongkos? 18 dolar saja, gak pake blowdry dong.

Pelajaran yang bisa dirapik dari pengalaman ini? Nabung yg rajin biar bisa ke salon langganan.

Mau cantik musti modal? Maka percaya dengan inner beauty aja deh...dijamin murah!  :)

Selasa, 11 November 2008

Semua Ada Aturan

Baru-baru ini saya mengundurkan diri dari keanggotaan sebuah mailist. Gak usah diceritakan ya milis apa, pokoknya ini salah satu milis dari 3 milis yg saya ikuti (banyak atau sedikit tuh hitungannya).

Kenapa mengundurkan diri?

Sebabnya karena saya terganggu dg email2 tidak jelas yg masuk ke mailbox saya. Emailnya sering antar dua orang saja, tidak lebih dari 1-2 lines, dan isinya hanya tegur sapa yg berulang. Istilah saya: lempar2an  email gitu. 

Karena mulai terganggu dg banyaknya email tak jelas yg harus saya hapus tiap hari, saya usul untuk sedikit tertib bermailist. Usulan cuma sedikit saja, yaitu:
1. Subject email disesuaikan dengan isi email  (karena kebanyakan isi emailnya tidak ada hubungan sama sekali dg subject email)
2. Kalau email antar 2 orang saja, dan bersifat pribadi, lebih baik menggunakan jalur pribadi (japri)

Bagaimana tanggapan anggota mailist yang lain?

Yang bersuara: sebagian besar intinya menyatakan tidak setuju. Alasannya, ini mailist kan bersifat kekeluargaan, bukan mailist bisnis atau berhubungan dengan keahlian atau profesi. Jadi sah-sah aja lempar-melempar email yang  isinya hanya tegur sapa, atau permintaan titip2 barang kepada teman yang akan pergi ke suatu tempat, atau ledek-ledekan dan becanda yang bersambungan.

Well...this is where I disagree. 
Sesederhana apapun, mailist harus ada aturannya, karena ini forum terbuka, keanggotaan banyak dan mungkin anggotanya punya aktivitas dan fokus dan kepentingan berbeda mengikuti mailist itu.

Dan karena ini forum terbuka, kita juga sebaiknya menerapkan kebijakan toleransi/ tenggang rasa dan berpikir dua kali, sebelum mengirim email ke mailist yg kita ikuti. Tanya diri sendiri sebelum menekan tombol  "SEND" : Apakah email saya ini beguna untuk semua anggota mailist? Apakah isinya akan menggangngu atau menyinggung anggota mailist lain? 

Kedua mailist lain yang saya ikuti semua menerapkan bbrp peraturan, tidak ketat, tapi isi mailist jadi berguna untuk semua anggotanya. Dan oleh karena itu, saya setia mengikutinya.

So I really dont get it with this particular mailist, kenapa anggotanya  tidak mau teratur (bukan diatur loooh). 

What do you think? 
Menurut anda, perlukah ada aturan penggunaan mailist? Atau anda setuju dengan teman2 saya, yang mengatakan, hidup ini sudah susah, mari jangan dibikin susah dengan menerapkan aturan juga pada mailist kita. 

Update me on this: 
Apakah kebanyakan mailist yang ada isinya seperti yang saya gambarkan di atas? Kalau iya, berarti memang asya yg harus melakukan seleksi, mailist mana yg berguna untuk diikuti, mana yg tidak  :)


Kamis, 19 Juni 2008

Quote ... Iseng

...

Yesterday is a history,

Tomorrow is a mistery,

Today is a gift, that is why it is called Present.




*** Master Turtle - KungFu Panda ***
http://www.apple.com/trailers/dreamworks/kungfupanda/

Minggu, 27 April 2008

TOTAL INDULGENCE


Different people have different hobbies.

What I'd like to talk about in this posting is my son's new hobby...or should I say, my hubby's hobby? Well, you know kid, what can a three years old do when it comes to deciding what new hobby he should be taking? There must be a parent or parents influence there, and it was not from me in this case!

My son and hubby are now totally into Lego! Yup, the ultimate brick building models...you may call it whatever you like. For me...this is an absolute indulgence, judging from the price of each tiny model they have! The models are very cute and definitely well designed and I know my son learns alot from building these models. They come in different sets, the viking sets, the city sets, the creators set (for serious fans), the robot sets....apalagi ya? Well...they have many other sets which could make your jaw drops because they are so beautifully designed and so cute! People young and old collect them because...well, let's be honest, who can resist not to buy these cute little toys? But still....I cant stop this guilty feeling everytime I play the models with my son.

Maybe it is our nature ya...ibu2/ emak2 always think about basic survival, about how to save money for rainy day...(especially nowadays all prices of things has gone up..up..and up). Perhaps to make me feel better, I would think buying and collecting (yes...alot of people are into collecting lego models!) lego as an investment (you might roll you eyes and say : yeah...rite ...hihi). Kan...my son learns to think more creative, moga2 encourage thinking out of the box juga.

Anyway...sekarang, just enjoy and play, as long as I dont have to pay for those models!

Iseng2 ke sini : http://www.lego.com/

Minggu, 13 April 2008

JANJI-JANJI...PUSING SENDIRI

Mulai minggu depan saya harus makin mengurangi jatah ngeblog saya, yang menurut saya sudah bukan main miniiiiimmmm nya. Masalahnya karena saya kebanyakan berjanji dan menganggap enteng pekerjaan...jadinya sekarang ... ehm ...kebanyakan janji, yang harus ditepati! Huhuhuuuuuuuuu (sambil guling2 panik)

Ini nih...janji2 (dan target...soalnya janji pada diri sendiri) saya:
- Membantu menulis biografi teman, maunya selesai tahun ini
- Janji bersedia mengajar untuk kelas baru di...2 tempat berbeda!
- Udah pasti bantu2 ngajar kelas super intensif u klien dari pemerintah.
Repot krn mesti byk riset
- Proyek bikin buku pendidikan (inimah angan2)

ditambah kerja rutin di rumah (jadi ibu RT) dan mengurus anak dan suami dan ibu...
huhuhuuuuuu....

No wonder saya sakit gak sembuh2...kali sebenarnya karena beban pikiran juga ya?
Hmmm....ada yg bisa bantu?

Tapi pikir2...gakpapa lah capek sedikit, toh gak selamanya begini. Mumpung masih (rada) muda..hehe. Supaya ada legacy gitu...kalo anak sudah besar bisa bilang, "Ini lho nduk...ibu dulu bikin ini" hihihi

Ngaraaaaang....berkhayaaaaaall.....

Senin, 07 April 2008

Cari Alternatif Beras Yok

Para emak-emak, ibu-ibu RT teman saya tersayang semua sudah tahu akhir2 ini harga beras melangit! Sebabnya karena permintaan melebihi pasokan. Pasokan berkurang karena macem2 hal dari bencana alam, panen gagal etc

Yang jelas...berasa sekali di sini, di negara super kecil yang asli 100% pengkonsumsi beras, bukan pemasok gitu. Tiap hari koran isinya berita ttg harga beras. Semua pihak berbicara, pemerintah mencoba menenangkan masyarakat serta meyakinkan kita bahwa beras akan selalu tersedia (yeee....tersedia tapi kalo harganya selangit gimana dong). Para pedagang Chicken Rice mengeluh karena mereka tidak bisa mempertahankan harga lama dagangan mereka, harus dinaikkan, dan karenanya langganan mereka balik mengeluh kepada mereka. Para ibu RT spt saya mulai cari2 alternatif beras yg kualitasnya di bawah beras yg biasa dikonsumsi, better still...mulai makan jagung dan ketela aja kali yaa?

Tapi sebenarnya yg naik itu bukan harga beras saja, harga bahan pokok lain pun juga naik. Pemerintah sini sampai2 mencoba mengajak masyarakatnya menggunakan produk alternatif, seperti misalnya daging beku (frozen meat) yg memang harganya lebih murah dibanding daging segar, minyak goreng, gula, tisu papaer, kitchen towel beli yg tidak bermerk sja supaya murah.

Begitulah...akan ada inflasi dunia lagi kah? Duh aduh duh...saya berharap kita semua bisa selamat aja deh.

Bicara ttg kenaikan ongkos macam2, ongkos taksi termasuk yg disorot tajam di sini. Dari harga bensin sampai rate taksi juga naik di sini. Waduh, ngga akan deh saya naik taksi lagi kalau tidak terpaksa, mahalnya! Apalagi sekarang ada banyak gerbang / gantry tambahan di berbagai pelosok kota.

Pada jam2 sibuk, tiap2 gantry ini akan mencharge mobil yg lewat mulai dari $1-$2 permobil, otomatis, pake sistem yg dinamakan ERP (Electronic Road Pricing) system. Kalau gantry yg dilewati ada 7 saja, ya tambah extra charge nya 7 dolar, waaahh....buat saya mah besar ini. Kemarin sempat deg-degan memelototi meteran di taksi ketika pulang dari rumah adik di daerah Outram (daerah CBD) ke rumah di Sengkang, pinggiran Singapura. Gleg...gleg...itu gantry banyak amet ya. Walhasil, ongkos yg biasanya antara 13-15 dollar sekarang menjadi 19-20 dollar! Ampyuun...

MEmang jadinya pilihan jatuh pada bus dan MRT, tapi kadang gak praktis lah, terutama ketika pergi bawa anak kecil dan orang tua sekaligus.

DICARI ... PENGGANTI PM

Baru2 ini koran lokal memuat hasil wawancara mereka dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong. Pembicaraan seputar regenerasi...beliau sedang cari bibit unggul yg bisa dijadikan penggantinya nanti.

"I have found some people, but we want the best possible team" kata beliau

Beliau sedang urgently seeking talent, baik dari lingkungan pemerintah maupun profesional. Baru-baru ini seorang pengacara senior top di Singapura dirangkul ke dalam arus pemerintahan, tentunya juga salah satu strategi beliau membentuk tim yg kuat ya.

Berhubung Singapura itu negara kecil, salah satu cara PM Lee (mungkin orang2nya lah ya) mencari orang2 berbakat yg akan direkrut ke dalam pemerintahan dimulai dari bangku sekolah, tepatnya ketika para bibit unggul ini mulai masuk universitas, lanjut ke postgraduate, phd, karir mereka dst dst. Hohoho...serius ya. Well they have to, bahkan dengan begini pun mereka masih kekurangan tenaga ahli di berbagai bidang, bisa dilihat dari banyaknya foreign talents yg sekarang menyerbu kota Singa ini. Tentunya mencari bibit unggul di bidang politik ya sulit juga ya?

Menurut PM Lee, para bibit unggul ini biasanya butuh 2-3 term pemerintahan untuk bisa perform dan siap jadi pemimpin yg matang. Jadi sekitar 10 tahun. Memang mereka pandai2 dan bisa belajar dengan cepat...tapi "there's alot to be learnt" kata beliau.
Dan sudah bukan rahasia lagi (karena diberitakan kok di media masa) gaji pegawai negeri di sini bukan main bagusnya, disertai dengan segala 'perks'nya. Gak kalah dengan gaji para CEO perusahaan swasta di bidang finance, hukum dll. Lah...iyalah..kalau bayaran gak bagus, mana mau para profesional yg sudah sukses di bidang mereka mau diajak terjun ke dunia politik.

Tentu bagus strategi ini, karena yg saya perhatikan benar2 di sini, pemerintah (dan orang2nya) semua benar2 bekerja untuk rakyat dan negara. Gak ada yg cari uang untuk mereka sendiri (ehm...tanpa berkeinginan menyindir).

Indonesia? Hm...susah mau mulai dari mana ngomongnya ya. Mau pake strategi bayar tinggi, dari mana uangnya?
Mau pake strategi ngetap bibit unggul dari jaman sekolah, walah...mutu pendidikan di Indo (lain kalo di luar ya) gak bisa dijadikan standar.
Bibit unggul diminta belajar selama 2-3 term pemerintahan? Walaaw...tiap term aja orangnya ganti-ganti terus! Gimana mau belajar coba.

JAdi...kalau anda (merasa sebagai) bibit unggul, di sini ada lowongan loh, menjadi pengganti PM!

:)

Kamis, 27 Maret 2008

Norak Habis

Mau baca silakan...mau skip aja posting ini juga monggo. Isinya unek2 loh, lagi banyak pikiran gak selayaknya yg harus dibuang ke sini! hihi

Satu:
Saya yakin teman-teman banyak yang mahir memainkan alat musik, ya gitar, ya piano, ya trumpet. Ada yang belajar sendiri ada juga yang memang ambil kursus musik, macam-macam cara belajarnya. Namanya skills, biar berbakat seperti apapun, tetap saja jam berlatih harus ada, kalau bisa banyak ya...supaya cepat terampil, juga untuk mengasah kepekaan bermusik.
Tapi yang namanya berlatih...mesti lihat-lihat tempat dan waktu, bukan?

Tadi siang dalam perjalanan mengajar di MRT saya melihat ada mas-mas (bukan Mas Selamat bin Kastari yang lagi dicari2 loh!), masih muda lah sekitar 20an saja umurnya, yang asyik melambai-lambaikan tangannya ke kiri - kanan - atas - kanan lagi - kiri lagi, menghentak-hentakkan kaki ke lantai MRT sembari merem melek mendengarkan MP3 nya. Kenapa pula ....ini orang?

Ternyata...ceritanya dia asyik 'bermain' drum 'virtual'... Bahasa kita mah latihan...gitu!
Walah...norak abis deh, sebel banget melihatnya. Mbok ya gak usah 'heboh' gitu latihannya mas. Bukannya kagum, orang lain mah jadi sebel selangit deh melihatnya!

Tsk...tsk...kalau bukan orang Singapura, orang mana lagi yang cuek dan norak seperti ini!

Dua:
Satu lagi nih kecuekan orang sini yang kadang bikin gemes sekali. Saya paling gregetan lihat orang yang asyik dengan HPnya... mau dipake ngirim SMS ato nilpon ato main game, sambil berdiri persis di depan pintu gerbong MRT! Trus...pas sampai di stasiun, mereka ya oblivious aja gitu dg keadaan, dan tetap asyik dg keasyikannya itu. Orang lalu lalang juga sebodo teuing euy

Iiiihhh....gak tahu ya kalau sampeyan menghalangi jalan masuk dan keluar gerbong? Hmmh...'disenggol' aja kali ya? hehe Jahat pisan euy.

Tiga:
Ada lagi nih... (eit...gakpapa ya, tahan dikit bacanya, lagi banyak unek2 nih)
Kebiasaan (jelek) orang sini jika di dalam lift adalah...biar seberapapun penuhnya lift, perkara tekan tombol lantai yang dituju...kudu mesti dilakukan sendiri. Sepertinya paling anti gitu minta tolong orang lain yg lebih dekat dengan panel kontrol untuk menekan tombol lantai yg dituju. Jadi...bisa dibayangkan kan? Itu orang2 pada berebut ingin tekan tombol (lantai) masing! Soooo silly! Begitulah...susah ya ngomong please....? tolong ya pak?

Tul kan...postingnya gakda isinya. Yah...tapi saya rada lega...hehe. Makasih ya kalau sudah bersedia baca sampai habis!

Selasa, 26 Februari 2008

Too Many Books Too Little Time

Sering merasa seperti judul di atas gak?

Saya mah bukan sering lagi...selalu senantiasa sepertinya!
Hobi memang membaca..buku apa saja lah, dari mulai fiksi sampai yang agak2 berbau ilmu (yang ringan aja...kalau terlalu berat otak juga gak sanggup).

Cuma biasalah, ibu2...punya anak kecil (dua, yang satu 'besar' yang satu kecil beneran), gak ada asisten, punya taneman dan ikan peliharaan (ikan mah resminya punya si anak yg 'besar', tapi mana sempatlah beliau mengurus fish tanknya!), mesti keep the house extremely clean (anak yg kecil alergi berat sama dustmite), mesti masak tiap hari (anak yg kecil gak bisa makan take out dinner krn punya macem2 alergi) tambah juga masih suka nge-part time sana-sini ini-itu (biar otak gak mandeg total), ditambah satu penyakit kronis...gak bisa ngatur waktu! haha

Gimana mau menyalurkan hobi coba? Itu di rak buku ada buanyaaak buku yang dibeli sewaktu pulang mudik Lebaran Oktober tahun lalu (yak, betul...lebaran!). Ceritanya lagi kepingin membaca buku karya anak negeri sendiri gitu, kan banyak yang bagus2 tuh sekarang. Kemarin saya hitung...masih ada 4 buku yg belom terbaca :(
Inipun setelah dijurangi dengan nyolong2 tengah malam baca buku barang satu dua halaman. Dibilang nyolong soalnya jika ketahuan anak yang 'besar',.... wadaw...bisa meradang beliau. Tapi bener juga sih, biasanya keesokan harinya saya teler dan ngantuk berat! hihi

Gimana doooong...ada input gak biar tersalurkan nih hobi.

Ps:
MInggu ini dua buku karya penulis kesayangan saya Khaled Husseini masuk dalam top 10 bacaan di Sigapura : The Kite Runner dan A Thousand Splendid Suns. (Lihat list Fiction)




















Buku THe Kite Runer sudah difilmkan. Katanya (soalnya saya blom sempat nonton) filmnya pun bagus dan menyentuh. Kalau ada waktu, baca dua buku ini ya...the books will set you thinking...and they are so beautifully written. Tapi mesti sedia kotak tisu, ceritanya melankolis.

Satu lagi, urutan no 8 : The Five People You Meet In Heaven oleh Mitch Albom juga bagus.

Ini link ke kedua bacaan by Khaled Hosseini:
http://catatanpendek.blogspot.com/2007/04/kite-runner.html
http://catatanpendek.blogspot.com/2007/09/thousand-splendid-suns.html

Jumat, 01 Februari 2008

Bingung

Received a very tempting proposition.

Not sure whether i am up to do it....but it is a too good of an offer to be ignored.

Am I willing to get out of my comfort zone? This...will definitely requires hard work and discipline...the latter is something that I am not very good at :(

My other half has doubt that I can commit my time, energy...and brain!
The more pessimistic he is...the more I feel challenged
BUt one has to be realistic...ya

Bingung...bingung...

Selasa, 15 Januari 2008

They 'Sabo' Me!

Hehe....maksudnya : "They sabotaged me (myplan)!"

Acara: Reuni Alumni UI di Singapura
Hari: Sabtu, 12 Jan 2008
Tempat: Rumahnya Hany (FTUI Sipil 89)


They nya : si kecil dan ayahnya

Sabotase : Asik ke pulau mimpi di sore hari...yang seharusnya dihabiskan di tempat Hany, karena ada acara Reuni Alumni UI di Singapura!

Huhuhu......sebelnya, mana saya sudah beli minuman super banyak (karena ditugaskan memberi minum para hadirin) dan buah2an seabrek!

Si Ayah dibangunkan hingga tiga kali...gak manjur, cuma membuka mata sedikiiiit...terus...zzzzzzzzzzzzz lagi. (Later on dia bilang dia memang capek banget, karena kemarinnya baru kembali dari tugas ke Jakarta). Yaaaa....ngerti siih...kasian juga...tapi janji ya janji lah. Lagian ini sekarang minuman dan buah2an sekulkas mau dikemanakan?

Akhrinya nekad kita pergi juga, walau sudah telaaaat banget. CUek ah. Demi ketemu teman2 dan makanan. Sampai lokasi...lho kemana ya mereka? Cari di barbeque pit...sepi, di Hall dekat MRT...sepi juga. Jangan2.......huuuuuuu lagi, sudah selesai!
(Pssst: sekarang baru tahu ternyata tempatnya bukan di situ!)


Tadi lihat foto2 dokumentasinya: huhuhuhuuuuuuuuu ada bakso, soto betawi, sate, pempek....duh menetes deh...Nasib nasib...lain kali deh

Popular Posts