Tampilkan postingan dengan label Obrolan Santai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obrolan Santai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Mei 2014

Origami dan Paper Planes




Gara-gara Aqila, semua orang di rumah jadi demam origami, terutama paper planes origami. Apalagi yang bisa terbang bagus (tidak semua origami pesawat bisa terbang ya, termasuk yang di atas ini)

Yang satu ini hasil karya ibunya Aqila, F15 jet fighter, sesudah sukses mengikuti petunjuk mas Tadashi Mori di youtube. Klik channel dia ya, bagus sekali channelnya, penuh dengan bermacam origami modern dan kontemporer rekaan / ciptaan si mas ini. Mau bikin pesawat terbang? Silakan. Mau bikin kalajengking, naga dan lainnya? Ada juga di sini.

Ini linknya : http://youtu.be/_WnAsrh3XvQ

Yang di bawah ini hasil karya Aqila, sudah diukocoba dan bisa terbang bagus hehe.


After burner plane


Swallow

- Dyah on mobileblogging

Senin, 14 Januari 2013

Misteri Nasi Menjadi Bubur

Judul postingan ini tidak ada hubungannya dengan pepatah "Nasi sudah menjadi bubur" ya :) Saya memang mau ngomongi pengalaman saya berkali-kali membuat nasi yang keterusan menjadi bubur : P

Bukannya saya tidak pernah masak lho. Malah sebaliknya, mungkin saya ini rajin banget masak, terutama karena penghuni rumah semua punya diet yang berbeda. Yang satu punya banyak alergi (ayo Aqila....angkat tangan! hehe), yang satu banyak pantangan dan picky, walhasil yang masak (saya) sering bingung, baiknya masak apa yang praktis dan tidak perlu berkali-kali masak menu berbeda dalam sehari itu hehehe.

Nah...sudah sering dibingungkan dengan diet para penghuni rumah, baru-baru ini saya dilanda kebingungan lain. Kenapa setiap masak nasi akhirnya saya selalu mendapat bubur, atau nasi yang mendekati tekstur bubur. Eeh...bukannya saya tidak suka bubur, tapi kalau makan bubur kan enaknya dengan lauk pauk yang pas toh? Kalau makan bubur lauknya semur atau ikan asin, apa nyambung? Ouch....

Bingung juga saya, rasanya takaran beras dan air tetap sama, merek beras pun sama, lha kok hasilnya berbeda ya? Misterius sekali. Berhari-hari saya coba-coba berbagai takaran, sambil mencoba mencari pemecahan misteri beras-bubur ini. Takaran air dikurangi...lho nasinya kok agak lengket gitu ya, seperti ketan, gak suka saya. Akhirnya, setelah beras kami habis setengah kantong, barulah saya menemukan 'surat wasiat' ini di dalam kantong beras itu!


Ooooalaaah...ternyata ini rahasianya!
Jadi... apa bedanya beras baru dipanen dan yang sudah lama?
Ternyata...beras yang baru dipanen itu masih lunak kulit luarnya, jadi jika kita masak menjadi nasi, takaran air harus dikurangi hingga hampir 1 : 1 (1 gelas beras : 1 gelas air)
Karena karakteristik di atas, beras yang baru dipanen itu paling cocok dibuat menjadi bubur.

Mengerti saya sekarang.

Pantaaaas....selama ini nasi saya seperti bubur! Ternyata takarannya salah, saya memberi terlalu banyak air! Pft.... :P Misteri terpecahkan! 

Nah, masalahnya, saya kan masih ada setengah kantong lagi beras baru panen ini. Jadi bagaimana dong ini beras musti diapakan? 
Hehehe....akhirnya, saya beli beras lagi. Merek yang sama tapi...bukan yang baru dipanen, lalu saya campur saja dengan beras misteri tadi. Horeeee....rasanya sekarang lebih 'normal' :-)

HARGA BERAS DI SINI
Ohya...baru-baru ini beberapa chain Supermarket di Singapura mengumumkan bahwa mereka akan mempertahankan harga beras (housebrand atau merek mereka sendiri) setidaknya hingga bulan Maret ini, walaupun ada isu beberapa begara penghasil beras di Asia (Thailand, Vietnam diantaranya) bersepakat untuk menaikkan harga ekspor berasnya.

Ingin tahu harga beras di Singapura? Boleh klik link ini ya. 
Harga beras berkisar antara SGD1.00 - 3.50/ kg atau sekitar Rp. 7.000-21.000 / kg.


Screen capture dari website NTUC (jan 2013)

Bagaimana dengan di Indonesia? Ngintip websitenya bulog, harga beras yang banyak beredar adalah Rp. 8.700 - 11.000 / kg. 
Jadi sebenarnya tidak beda jauh ya untuk batas bawah. 

Bagaimana soal rasa? Waduh itu sudah selera, dan tergantung daya beli tiap orangnya. Beras yang saya makan, harganya biasa saja, median harga beras. Rasanya enak kok ... karena sudah biasa hehe. 

Okeh....hmm...besok masak apa ya????? (hihihi...balik ke pusing harian!) 


Rabu, 05 Desember 2012

Bebek Bambu

Bebek nangkring :-)
Foto jepretan suami saya

Bebek-bebek dari akar/bonggol bambu. Bertahun-tahun lalu pernah menjadi tren. Si bebek masih ada sekarang, walau tinggal dua (yang satu lagi ke mana ya?).

Apakah sekarang masih bisa pesan atau membeli bebek seperti ini? Saya jadi penasaran. Cari-cari info di internet, ini hasilnya :-)

Ternyata masih banyak pengrajin yang membuat bebek lucu ini! Kebanyakan hasil indutri kecil di Jawa Tengah, contohnya Istana Rotan dan Bebek Bambu. Desainnya pun bermacam-macam, dari yang klasik seperti bebek bambu yang saya miliki (gambar di atas) hingga yang modern dan kontemporer seperti bebek buatan Joglo Handycraft ini. Bebeknya pakai sepatu lho! 

Bebeknya pakai sepatu

Harga per bebek berkisar antara 20 ribu - 90 ribu rupiah. Bagaimana jika Anda tinggal di luar negeri? Jangan khawatir, kebanyakan pengrajin ini menerima pesanan dari luar negeri. Jadi...sekarang mau pesan? Klik link di atas saja ya.Atau cari2 info sendiri di internet hehehe.

Disclaimer: saya tidak dibayar untuk menulis dan menyebut nama pengusaha di atas ya. Ini semua hasil pencarian kilat di internet saja. Silakan cari info sendiri juga :)



Jumat, 25 Februari 2011

Tontonan menarik



Sebenarnya video klip ini iklan sebuat bank di Taiwan, tapi ceritanya diambil dari kisah nyata.

It is a very inspiring story about how we perceived life and how people can realise their dream if they put their heart and mind to it.

Saya upload...supaya bisa tiap kali bisa menonton video ini.

Apa pendapat anda tentang klip ini?

Jumat, 03 Desember 2010

Ketika Julukan Menjadi Sensasi


foto dari http://tomztoyz.blogspot.com


Sebenarnya mungkin tiap orang pernah pada suatu masa dalam hidupnya memberi julukan atau mengolok teman mereka dengan memberi nama konyol. Mungkin kala itu sekadar becanda...tapi mungkin juga benar-benar karena julukan itu adalah rangkuman karakter si orang / teman kita itu, menurut cara pandang kita. Benar tidak? Si Pulan itu buaya, karena sering mengumbar kata manis pada perempuan dan gonta-ganti pacar. Si Ali itu 'sayur', lembek tidak bisa mempertahankan harga dirinya, mudah menyerah ...dan banyak julukan lainnya.

Nah...bedanya kita dengan negara Amerika adalah karena kita dan korban julukan kita tidak terkenal di dunia. Jadi urusan ini tidak akan membuat banyak orang di dunia terperangah mendengarnya. Bagaimana jika diplomat Amerika yang memberi julukan kepada pemimpin-pemimpin dunia? Hasilnya adalah berita hangat! 

Iseng nih! Kita main tebak-tebakan yuk? Bocoran dokumen rahasia (yang sudah menjadi tidak rahasia lagi) AS dari wikileaks yang lagi hangat sekarang. Siapakah pemimpin dunia yang dimaksud diplomat AS ini? (berita diambil dari kompas online 30 november 2010)

Pertanyaan (jawaban di bawah)

01. Siapa yang digambarkan berperilaku seperti "Batman" kepada yuniornya yang dijuluki sebagai "Robin"?

02. Pemimpin Eropa mana yang dinilai diplomat AS sebagai "si lemah, payah, dan tidak efektif"?

03. Pemimpin mana yang dijuluki "kaisar tanpa jubah kebesaran" serta disebut "perasa dan otoriter"?

04. Siapa yang dicap sebagai "Teflon" karena tidak ada yang bisa menempel padanya?

05. Siapa yang disebut "pria yang sangat lemah"?

06. Siapa yang terkungkung oleh "ego dan keyakinannya"?

07. Siapa yang dibandingkan mirip dengan Adolf Hitler?

08. Siapa yang dicap sebagai "lelaki tua yang lembek"?

09. Siapa yang tidak dapat bepergian tanpa seorang perawat Ukraina yang "menggiurkan" dan ketakutan saat terbang di atas air?

10. Siapa yang "merasa yakin akan Tuhan, tetapi tidak memercayai-Nya"?

Jawaban

01. Batman adalah Vladimir Putin, Perdana Menteri Rusia, sementara Robin-nya adalah Dmitry Medvedev, Presiden Rusia.

02. Silvio Berlusconi, Perdana Menteri Italia.

03. Nicholas Sarkozy, Presiden Perancis.

04. Angela Merkel, Kanselir Jerman.

05. Hamid Karzai, Presiden Afganistan.

06. Robert Mugabe, Presiden Zimbabwe.

07. Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran.

08. Kim Jong-il pemimpin Korea Utara.

09. Moamer Kadhafi, pemimpin Libya.

10. Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Turki.


Jumat, 26 November 2010

Pesta Tumpeng dan Rujak


Kursus angkatan ini sebentar lagi selesai. Para guru berpikir, ada baiknya kita menyelenggarakan pesta rakyat, pesta tumpeng, sebagai kenang-kenangan untuk para murid.

Jadilah hari ini, kita mengadakan lomba membuat dan menghias tumpeng dan dilanjutkan dengan membuat dan menyajikan rujak buah :-) Yang seru adalah karena tiap grup harus memberi tema tumpeng mereka. Ada yang bertema melestarikan lingkungan (hahaha....maksa banget deh!), resort firdaus (xixixi....untungnya memang bagus), selamat datang (gaktau di mana selamat datangnya :-)) dan lain-lain.
Sebelum lomba diadakan, saya bercerita sedikit tentang sejarah dan serba-serbi tumpeng dan rujak, putar slides dll. Seru!

Ohya...ada kejadian lucu dengan salah satu grup ketika sedang membuat bumbu rujak. Ketika saya diminta mencoba bumbu hasil ulekan mereka (beneran nih...menggunakan cobek dan ulekan!), saya katakan bahwa bumbu mereka terlalu asam. Jadi sebaiknya ditambah gula. Apa yang terjadi saudara-saudara? Bukannya mengambil gula (merah / jawa), si murid malah mengambil garam, karena dikira gula! (seperti gula biasa untuk minum teh) haizzzz.....Betapa lucu ekspresi muka si murid ketika dia mencicip lagi hasil ramuan bumbunya! hahahaha

Ohya sekadar tahu saja, para murid ini adalah orang dewasa bekerja ya. Bukan anak-anak. Jadi bisa bayangkan bagaimana serunya aktivitas hari ini. :-)

Siang harinya, kita mengadakan bermacam lomba yang biasa dilakukan ketika 17 agustusan :-)
Bisa tebak tidak lomba apa saja? hehehe
lomba membawa kelereng, lomba mengenakan sarung, lomba memindahkan karet gelang dengan sedotan! Woohoo....seru lho!
Pesta diakhiri dengan pertunjukan musik angklung dan drama dari kedua kelas. Manis deh!

Harus diakui para guru dan murid benar-benar bisa dibanggakan antusiasmenya! Jempol tangan untuk kalian semua yaaa!

Murid-murid....sebentar lagi kalian akan menghadapi ujian. Para guru berdoa semoga kalian semua lulus deh ya! :-P

Okay...di bawah ini hasil karya mereka :-)








Jumat, 23 Juli 2010

YANG ADA-ADA SAJA DI MRT


Mau cerita yang ringan saja...teringat lagi gara2 ada teman yang menulis di status dia tentang ini di jaringan sosial facebook.

Beberapa hari yang lalu saya mengalami kejadian lucu, canggung tapi kalau dipikir-pikir...menggelikan. Begini ceritanya.

Seperti biasa saya sedang menikmati kenyamanan alat transportasi kesayangan saya, MRT. Kali saya sedang menuju tempat mengajar, ini bukan jam sibuk, jadi MRT tidak terlalu penuh, walau banyak juga penumpang yang berdiri. MRT berhenti di stasiun Novena, masuklah dua ibu usia tengah baya. Cepat-cepat mereka menuju kursi di dekat pintu masuk dan keluar gerbong, tapi sial...sudah ada seorang mbak manis yang mendudukinya.

Sebenarnya saya tidak terlalu menaruh perhatian jikalau kedua ibu ini tidak mengomel panjang pendek. Memang sih mengomelnya dalam bahasa Mandarin, saya tidak mengerti. Tapi kita semua paham nada bicara orang marah dan senang itu seperti apa ya? Jadi...pokoknya saya tahu ini suara ibu2 marah lah.

Ketika saya menoleh ke arah mereka, saya lihat...lho kok si mbak manis itu sudah tidur nyenyak? Rasanya tadi masih terjaga dan terbuka lebar matanya? Dan...ini dua ibu sedang mengomel karena apa ya? Ealaaah....ternyata mereka marah karena si mbak manis duduk di tempat yang sebenarnya khusus diperuntukkan bagi orang tua dan anak2 dan orang hamil.

Dua ibu setengah baya ini tentu merasa itu hak mereka untuk duduk. Tapi...si mbak manis ini dengan pintarnya pura2 tidur nyenyak....sambil mungkin menikmati dan menelan saja omelan para ibu yang diarahkan kepada dia. Hihihi....

Di mana saya? Berdiri di antara mereka. Salah tingkah juga lama2. Geli, tapi kasihan juga kepada ibu2 ini karena pastinya mereka memang capek beneran. Gemas juga sama si mbak manis ini karena dia tidak peduli sekali dan kurang welas asih sih.

Buat saya, dan banyak penumpang dan mengguna setia MRT lain, kita tahu tempat duduk di dekat pintu itu 'keramat'. Lebih baik berdiri daripada duduk di situ. Karena memang tempat duduk itu diperuntukkan untuk orang tertentu (lihat gambar di atas). Lha...ini si mbak mungkin jarang naik MRT ya? hehehe

Duhai mbak manis, kapokkah anda 'salah' duduk di MRT? Moga-moga ya...


Minggu, 23 Mei 2010

Gagal Nonton Wayang Kulit cerita Ramayana

Jauh-jauh berangkat dari rumah ke National Museum untuk nonton wayang kulit, sampai di tempat pertunjukan, sudah selesai. Yaaah...memang kita yag terlambat :-(

Susah memang bepergian dengan anak kecil yg impulsif, di tengah jalan kita en route dulu ke sana ke sini, salah ambil jalur MRT lah. Setelah itu giliran ibunya yg buang waktu. Sampai di stasiun Bras Basah, kita muter2 dulu karena tidak tahu arah.

Setelah melewati kampus SMU yg sudah sepi karena memang sudah malam, tidak ada kuliah lagi lah ya. Sampailah kita di museum...dan ternyata pertunjukannya sudah selesai hehehe.

Si kecil kecewa tidak jadi menonton wayang kulit.

Si ibu curious, kenapa para penonton duduk di belakang layar panggung wayang kulit. Maksudnya, mengapa penonton menghadap grup gamelan dan punggung dalang? Daaan...kenapa panggungnya terang benderang ya? Jadi tidak ada misterinya. Apalagi judul acaranya adalah Shadow Puppet under The Sky? Hm... Mungkin karena penyelenggara (the Peranakan Museum) mau menarik pengunjung keluarga dan anak kecil ya?

Begitulah...pameran Ramayana Revisitednya masih berlangsung di Peranakan Museum. Yang ini sudah sempat saya kunjungi. Bagus...tapi ceritanya lain kali ya! Hehehe

Jumat, 11 Desember 2009

HIDUP ATAU MATIKU...


Setiap kali ada handai taulan yang datang ke kota kecil ini, paling sedikit saya minta dioleh-olehi ini. Sebagai peminum teh (gak pake mabuk biar minum segentong), saya paling rindu dengan rasa teh produksi dalam negeri. Poci tong tji gol para cap botol.....sebut saja, saya tidak akan menolak dibawakan :D

Lha...memangnya orang sini tidak minum teh? Begitu kali kalian bertanya ya? Minum dooong, tapi entah ya, rasanya, teh2 yang dijual di sini...tidak masuk dengan selera kampung saya. Susah ya? Tapi mau bagaimana lagi, sejak kecil...berpuluh tahun yang lalu (iya ...saya sudah 'agak' tua..hehe) orang tua saya sudah memperkenalkan ritual minum teh sore lengkap dengan penganan kecilnya kepada anak2nya!

Konon menurut legenda Cina, teh ditemukan oleh kaisar Shennong yang sedang melakukan perjalanan...lagi 'safari' kali ya kalau meminjam istilah pejabat kita. Ketika sedang beristirahat, pelayan istana memasak air untuk minum sang kaisar, tak sengaja ada dedaunan yang masuk ke dalam panci. Daun ini merubah warna air menjadi merah kecoklatan. Sebagai seorang kaisar yg juga seorang ilmuwan, beliau tertarik pada 'kecelakaan' ini. Dicobanya air kecoklatan itu...dan ternyata rasanya menyegarkan. Jadilah...orang Cina mulai minum teh.

Teh ada bermacam2 ya. Saya baru coba teh hijau dan teh hitam dan teh oloong saja. Teh hitam itu contohnya adalah teh dengan merek seperti di foto di atas. Teh hijau didapat dengan proses oksidasi minimal. Konon terkenal dengan kadar zat antioksidannya yg tinggi.

Teh hitam mengalami proses oksidasi paling kuat dan lama, membuat aromanya tetap bertahan walau disimpan bertahun-tahun. Ini juga yang membuat teh hitam sebuah komoditas dagang yang dicari...karena sangat bernilai ekonomi tinggi.

Teh hijau sebaliknya, cepat sekali kehilangan aroma dan rasanya (dalam waktu kurang dari 1 tahun). Ahaaa....itu sebabnya mengapa teh hijau yg saya simpan terakhir berbau apek ketika saya mau menikmatinya. Ternyata sudah terlalu lama saya simpan!

Teh oloong sedikit di bawah teh hitam lama proses oksidasinya. Rasanya rada sepet ya? Tapi itu menurut saya. Teh oloong yang banyak dikonsumsi di sini. Ya Kun Kaya Toast pun sepertinya menyuguhkan teh jenis ini kepada pelanggannya.

Siapapun penemu teh...sengaja atau tidak sengaja, saya sangat berterimakasih kepadanya karena telah memperkenalkan minuman sederhana tapi memiliki cita rasa luar biasa ini kepada masyarakat dunia...dan saya. Mau dinikmati dengan teacake ala orang Barat atau dengan singkong dan pisang goreng, teh hitam tentu....nikmat sekali!

Pokoknya...buat saya, ini adalah perkara hidup atau mati kalau tidak minum teh! Teh kampung dari tanah air! hehe...hiperbola ya?

Yuk...mari minum teh! :D

Minggu, 15 November 2009

KIASU SIH KIASU....TAPI JANGAN BEGITU!

Ini mau menumpahkan kekesalan setelah mengalami pengalaman buruk akhir minggu ini.

Hari Sabtu kemarin Mr. Perfeksionis (aka suaminda buat yang belum tahu) ada acara seru (buat dia) - Mitsubishi Extreme Drive apa gitu judulnya, di Changi Exhibition Centre. Tempat acara berlangsung sih sebetulnya hanggar ya...karena bangunannya besar dengan bentang lebar tanpa kolom penyangga di tengahnya, dan...bernuansa gudang! hehe

Skip langsung ke cerita kiasu ya, cerita tentang acara di Changi jadi edisi berikutnya.

Para pendukung dan penggembira peserta acara (Mr P salah satunya) hanya bisa memandang acara dari jauh, dari hanggar pesawat itu, sedangkan 'stunt' dilakukan di runway pesawat.

Berdiri memegang video kamera (yang ternyata hasil bidikannya amburadul...goyang kiri kanan atas bawah), dengan tas gendong di punggung, tas makanan di pundak kanan dan anak umur 5 tahun yang bolak-balik minta perhatian dan tanya ini-itu, ternyata repot juga ya...dan capek.

Tengok kiri kanan, eh kebetulan ada deretan kursi (sekitar 8 buah) kosong, hanya ada tas-tas goodie bags dan seorang ibu yang asik pencet2 ponselnya. Dengan hati lega...saya ajaklah si kecil untuk mengistirahatkan kaki sebentar, duduk dulu. MEmang hanya ini kursi yang tersedia untuk para penonton. Ah...untung...untung....

Tidak lama, ketika kami mulai menikmati kepenatan kaki....si ibu tadi berkata, " Eh...excuse me ya, but the seats are all taken"

Saya: "What do you mean?" (emang bener2 gak ngerti...lha kan kursinya kosong gakda yang menduduki)

si Ibu: "Ya...all seats are taken by our group"

Saya: (dengan nada mulai ngeyel karena jengkel)..."But where are THEY???"
lha...kursinya pada kosong gitu kok!

si Ibu: "Ya...they are still at the other booth but they are coming back soon"

Saya: (mencoba dengan susah payah untuk tidak marah di tempat) pelan-pelan berdiri keki. Yang kasihan kan si kecil....karena dia sedang enak2nya duduk selonjoran.

Oalaaaahhh.....si ibu ini penjaga kursi toh rupanya!

Kesal? Lha iya dong pasti. Ini namanya KIASU = RESE. Takut sekali si ibu ini, takut tempat duduknya kurang untuk grup dia. Lha...kalau toleransi kan harusnya dia pikir juga dong, orang lain kan mau duduk juga. Kursi hanya sekian ya jangan dipake semua dong.

Kebiasaan kiasu ini memang kebiasaan kurang baik nya orang Singapura. Kalau anda mampir ke Kopitiam (warung kopi) di pusat perkantoran pada jam makan siang. Anda akan melihat banyak tisu, payung, buku, dan barang kecil tak berarti semacamnya diletakkan di meja dan kursi2 yang masih kosong. Apa artinya? Artinya tempat itu sudah ditag, dicopped (gak yakin dengan ejaannya ya) orang, jadi jangan coba-coba duduk dan makan di situ! Norak? Iya...tapi ini masih terjadi lho sampai sekarang.

Kembali ke kemalangan saya tadi:

Tidak putus asa, saya kemudian meminjam (dengan sopan) satu kursi dari mbak penerima tamu, yang dengan senang hati merelakan salah satu kursinya kepada saya. Selesai masalahnya. Cuma hati kok masih panas ya ? Kenapa? Karena:

Ternyata, sepanjang acara berlangsung (3-4jam), saya perhatikan, kursi-kursi itu tidak pernah penuh diduduki semua oleh anggota grupnya! Selalunya dua datang tiga pergi, datang lagi tiga, pergi dua...tidak penuh-penuh dong!

Halaaaah.....sebel banget deh!


Selasa, 25 Agustus 2009

Smartphones spur innovation

Aug 24, 2009 From THE Straits Times online
smrtphone-afp.jpg

Tens of thousands of 'apps' - individual programmes that can be downloaded to the phone and do everything from recognising music playing in a bar to guiding tourists around a city - have been developed for the iPhone since it was launched in early 2007.

The ability to combine audio, video, text and data files with an Internet connection to a central website has helped create a much-improved language learning device, says entrepreneur Chris Lonsdale.

'The technology allows you to have all the elements in one place and gives you new insights (into how you can learn languages),' said Mr Lonsdale, whose app is a six-month course for Chinese people to learn English.

Yep...buat yg satu ini saya benar2 merasakan keuntungan memiliki iPhone :D (sambil utak atik apps 'kamus' Mandarin di iPhone). Bahasa Mandarin yang menantang aja bisa dipelajari dengan cara ini, gimana dengan bahasa Indonesia yaa?? hihi...waa bisa sepi pasar nih! :D

Tapi inovasi lain juga banyak, bukan hanya inovasi dalam belajar bahasa. Bisa anda bantu sebutkan contoh lainnya??? ;D


Rabu, 13 Mei 2009

???

Bisa lihat 'bintang' di foto ini? ;D
Kira2 apa judul yg tepat buat foto ini yaaaa??

Senin, 20 April 2009

Bokek karena Gaptek

(gambar dari apple.com)

Buat Syari, just in case you are wondering apa arti kedua kata ini:
Bokek = bangkrut = broke
Gaptek = gagap teknologi, gak tech-savvy lah gitu.

Dua bulan ini saya megap2 bayar tagihan telepon genggam saya. Pasalnya tagihan melambung tinggiiiii sekali. Apa sebab? Karena saya kebanyakan menggunakan fasilitas GPS/ 3G atau apalah itu istilahnya.

Jadi begini, bulan Februari kemarin (tahu kan hari apa yg banyak diperingati orang2 kasmaran pada bulan ini) saya dapat hadiah kecil tapi canggih dari Mr. Perfectionist. Dia kasih saya iPhone. Gak tahu iPhone itu apa? Itu di atas ada gambarnya atau google aja ya...atau cari di apple.com  :D

Pokoknya pendek cerita, dengan gembira ibu gaptek ini menerima kado manis ini. Dan dengan polosnya gemar menggunakan fasilitas 3G / GPS untk bermacam keperluan (yang sebenarnya tidak perlu), contoh cari alamat via google maps, download aplikasi macam2, baca berita online dll dll. Sebenarnya kalau dilakukan di temapt yg ada hot-spotnya (wifi/ wireless connection) spt di rumah saya dan di banyak tempat2 umum di Singapura, jatuhnya tidak mahal. Tapiiiii...berhubung gaptek, saya tidak tahu kalau iPhone saya awalnya ada defect, chip wifi nya gak jalan. Jadi tidak bisa tersambung scr otomatis ke hotspot yg tersedia. Celakanya, si smartphone ini begitu menyadari tidak bisa menggunakan fasilitas wifi, dia langsung switch ke GPS tanpa bilang2 dulu kpd saya (bilang juga mungkin saya tidak mengerti). Naah...ternyata fasilitas GPS ini mahal sodara-sodara! Lha mana beta tahu! (begitu kali gaya bicaranya mas Bernie)

Setelah 1 bulan lebih...setelah menerima tagihan, jegerrrrr....hampir saya pingsan membaca tagihan saya! Aduuuh ...4 digit bow! Gelap...gelap...tiba2 dunia! (hehe ini hiperbola ya...jangan percaya). Untungnya (atau memang service providernya sudah pintar ya sudah mengantisipasi pelanggan2 gaptek tapi belagak gaya spt saya) tersedia diskon besar2an...sehingga saya tinggal (!!!) bayar bbrp ratus dolar saja. Siiigh....tetaplah itu jumlah yg banyak.

So...sekarang bagaimana?
Karena iPhone sudah baik, dan saya juga sudah jera...fasilitas GPS saya matikan. Saya pake wifi connection ajah, toh di rumah bisa, di tempat umum juga hampir selalu tersedia. 

Bagaimana komentar saya sbg pengguna iPhone? It is a very cool gadget! 
Aplikasi yg tersedia ada bermacam2, beribu2. Untuk kategori news, fotografi, ulitlities, time management, productivity, sampai games. Sekarang saya gak perlu bawa kertas kruwel2 bertuliskan daftar belanjaan krn saya sudah install aplikasi shopping list! hehehe
Desain? Gak perlu komentar ya, lihat saja sendiri barangnya, desain nya stylish minimalis. Jadi banyak gunanya ini smartphone, cuma memang musti kenalan dulu dong sebelum sok akrab menggunakan.

Tapi...kenapa saya harus belajar dari pengalaman pahit ya? Tidak ada yang manis saja kah? Beginilah kalau gadget lebih pintar dari pemiliknya. Bokek akhirnya!!

Pernah jadi korban gaptek juga tidak?

Selasa, 17 Maret 2009

Kopi Aroma Banceuy




Kopi Aroma bikinan pabrik kopi di Banceuy Bandung, Jawa Barat. Ah..ya tentu saja, teman saya banyak yg bersekolah di Bandung siiih.

Pabriknya sudah ada sejak tahun 1930 an. Pabrik tua...masak biji kopinya pun menggunakan kayu bakar (pssst...sori ya buat teman2 yang pencinta lingkungan, masak biji kopinya masih belum ramah lingkungan nih). Bubuk kopi yg sudah jadi dibungkus secara manual dalam paket kecil2 250 grm saja. 

Saya selalu dapat jatah kopi ini dari kakak saya yg tinggal di Bandung. Minum kopi ini ah.... harum aromanya...dan kopinya tidak bikin perih di lambung. Katanya karena biji kopi nya disimpan / peram dulu di gudang selama beberapa tahun (8 tahunan) untuk mengurangi kadar asamnya! Waaaah...wah...

Ngopi time ala orang Indonesia? Banyak kombinasinya:

Kopi + pisang goreng
Kopi + bakwan goreng
Kopi + talas goreng
Kopi + singkong goreng
Kopi + combro
Kopi + tempe bacem..... lho?    hehehe...itu kombinasi ngopi time ala teman saya! 
anda ada kombinasi lain ?

Intinya...minum kopi dengan penganan kecil apapun...ahhhh sedapnya!

PS: Klik fotonya buat baca tulisan di bungkus nya ya!  
Itu pake bahasa jaman nenek moyang lho!

Kamis, 12 Maret 2009

TERNGIANG-NGIANG

Pernah mengalami kejadian di mana sebuah lagu terngiang-ngiang (play again and again inside your head) di kepala...terus-menerus akibat terlalu sering mendengar lagu itu? Pernah kan? Pasti lah...apalagi buat yg rajin 'tune-in' ke stasiun radio sepanjang hari pasti pernah mengalaminya!  :)

Sekarang saya juga sedang mengalaminya!  :(
tapi bukan karena terlalu sering mendengarkan radio.

Begini ceritanya.

Sudah beberapa minggu ini ada seorang mas-mas, kira2 sekitar umur 20-29tahun-nan, yang tiap malam "nyanyi" di gazebo dekat apartemen saya. 
Nyanyinya niat lho, lengkap dengan gitar, partitur dan papan partitur lagunya! waduuuh...

Kualitas suara....yah sekitar 6/10 lah. Tidak sumbang (off-key) tapi...no feeling or emotion whatsoever waktu menyanyi. Just nyanyi...lempeng! Kayaknya vocal group kelas Karang Taruna  kampung saya dulu aja masih lebih bagus! LOL

Lagu2 nya? Sepertinya dia ada set lagu yg musti selalu dia nyanyikan. Hey Jude, La Bamba, Leader of the Band nya Dan Fogelberg...

Tiap jam 10 malam...selama 1 jam, sudah pasti deh, dia mulai buka mulut, kalau tidak mangkal di gazebo dekat rumah kami, ya di gazebo yg rada jauh, ato di multi purpose hall yang...sialnya juga tidak jauh dari rumah kami! Aduh aduh aduh...

Setelah beberapa hari...tentu saja saya juga hapal lagu2 yg dinyanyikan dia!

Ngapain ya dia nyanyi tiap malam? Ini tebakan saya:
1. Mungkin mau ikutan Singapore Idol? hehe
2. Mau menjalani ujian jadi pengamen? Karena di sini, mau jadi pengamen harus punya surat ijin lho!
3. Mau manggung (perform) di depan sang jantung hati? Biar diterima uluran cintanya? hehe...kayak cerita roman picisan
4. Terapi baru dalam mengelola stres? Siapa tahu...

Ada tebakan lain gak?

Kamis, 26 Februari 2009

NUMEROLOGY - NAMOLOGY - PHONOLOGY



Lagi jalan menuju Mustafa Centre, mampir di kuil Sri Veeramakaliamman di jalan Serangoon Road, iseng aja, ingin lihat2 dan memperhatikan isinya dengan lebih detail. Terus saya lihat selebaran ini. 

Waduh, numerologist, namologist, phonologist, apa itu artinya ya? 

Nge-google dan ini hasilnya:

Semua ternyata adalah (pada kasus ini ya) perhitungan keberuntungan/mencari hari baik/ mencari kesembuhan dengan menggunakan perhitungan angka, nama dan fonetik. Jadi seperti astrologi, fengshui dan primbon buat orang Jawa.

Sepertinya tiap bangsa dan kebudayaan di dunia ada kepercayaan seperti ini. Ya di negara Asia ataupun di negara Barat sana. Di Indonesia? Waaah...jangan ditanya deh, segudang kepercayaan yg tidak mungkin bisa diblog satu-satu  :)

Saya berhubungan dengan primbon atau hitung2an hari baik (auspicious day) baru sekali saja. Waktu itu menentukan hari perkawinan  :) hehe. Inipun karena para pinisepuh di keluarga bersikeras mencari hari baik dengan menggunakan cara itu. Kalau tidak, mungkin saya main tunjuk hari Sabtu atau hari Minggu di kalender, alasannya sederhana, supaya teman2 dan saudara banyak yg bisa datang, gak perlu ambil cuti kerja! haha
Ternyata setelah dihitung2 (bukan saya yg menghitung yaaa), hari baik kami hari Jumat, yg menurut orang Islam adalah hari baik memang. 

Apakah saya percaya dengan perhitungan semacam ini? Hm...sampai tahap tertentu harusnya ada dasar ilmiahnya ya, atau paling tidak ini kesimpulan manusia terhadap berbagai kejadian/ situasi berdasarkan hasil observasi mereka terhadap fenomena alam dan sifat manusia dalam kurun waktu yg panjang. Tapi khan banyak juga tuh bumbu tahayul dan larangan yg kadang tidak masuk akal. Jadi sudah campur aduk antara dasar ilmiah dan ehm...kepercayaan belaka.

Akankah saya memutuskan suatu langkah penting berdasarkan hitungan numerologi, namologi, fonologi, primbon, fengshui dan yg lainnya? 

Seumur2 saya ngga pernah pasang nomor di TOTO, jadi kira2 apa jawaban saya untuk pertanyaan di atas?   :P


Senin, 12 Januari 2009

MAU CANTIK? MODAL!

Perempuan bisa cantik tanpa keluar duit banyak? Bo-hong itu namanya, saya tidak percaya. (Hayooo...yang gak setuju jangan ngamuk, inikan blog saya, jadi bolehlah saya tulis opini sendiri...walau nyeleneh juga). Maksudnya cantik di sini...adalah cantik secara fisik dan penampilan ya! Jadi jangan kita ngomong inner beauty! hhihi

Kenapa saya tidak percaya? Coba deh baca koran lokal sini, dari mulai rambut sampai kuku kaki, semua ada salonnya, semua ada asesorisnya. Salon2 sekarang tidak hanya menawarkan program menguruskan badan, tapi juga program 'pengecilan' bagian2 tubuh tertentu, misalnya pinggul, paha, bagian belakang dll. Jadi, permpuan yang ridak kelebihan berat badanpun kena rayuan iklan ini, dan berduyun2 datang ke salon. Satu program lengkap yg terdiri dr bbrp sesi itu bisa ribuan dolar harganya lho!

Kalau saya mulai mengilik2 Mr Perfeksionis supaya memberi 'bantuan dana tambahan' buat mempercantik diri, misalnya membeli baju lah, beliau malah bilang, "Gak usahlah beli2 baju yg bermerek, beli aja baju di This Fashion" Whaaaat....mana mungkin!

Sodara2, toko This Fashion itu jenis toko pakaian yang ...gimana ya menjelaskannya, pokoknya murah, meriah plus norak modelnya...hehe. Toko ini banyak tersebar di seluruh Singapura. Populer...ya karena murah :), walau modelnya duuuh...kadang bikin saya mau pingsan melihatnya. Tapi bukan karena kenorakan -nya yg membuar saya malas menyambangi toko2 ini, tapi karena mencari ukuran saya di toko ini ...ehm...rada susah! Mind you...saya gak gemuk loh, tapi sxy dan curvy gitu  :)

Okelah ...mari kita berandai-andai, bahwa saya ada hati dengan salah satu baju yg dijual di toko ini, cocok pula ukuran dan warnanya.. (harganya mah udah pastilah...kan murah). Jadi saya beli baju itu..tapi...belom lengkap ya kalo belum ditambah asesoris spt anting2, cincin, kalung. Mungkin juga skarf? Ikat pinggang? Sepatu? Tas? Nah...itukan semua biaya...5 dolar ini, 7 dolar itu, 10 dolar ini...berpa dong kalo dijumlah.

Untungnya untuk urusan muka, saya ini termasuknya kelas 'kambing' banget. Hampir dibilang gakda biayanya. Paling2 ya beli pewarna bibir (bukan pemerah bibir lagi namanya, karena sekarang yg nge-trend bukan merah lagi). Jadi di bidang yg satu ini...saya bisa berhemat.

Satu hal yg gak bisa turun kualitas adalh jika sudah menyangkur urusan rambut. Baju jelek bisa diganti...rambut salah potong? Alamak...gimana butupinya! Jadi kalau sudah urusan rambut... ya terpaksalah saya musti rela menjadi lebih miskin 300-400 dolar sekali berkunjung ke salon untuk di-rebonding (jaman2 rebonding dulu), dicat warna warni, dioksigen, ditreatment, dispa...apalah istilahnya. Dasar saya juga yg bego kali ya...selalu kena bujuk rayu mbak2 di salon. Pokoknya sehabis kunjungan ke sana...saya bokek aja. 

Tapi itu dulu. Sekarang lagi resesi...masa iya mau keluar uang sebanyak itu untuk rambut? Waah...saya masih waras ah. Jadi bbrp minggu lalu saya beranikna diri pergi ke salon kelas Hougang Central (kayak salon kelas Pasar Tebet Barat di Jakarta deh...pokoknya bukan kelas mal), minta rambut saya dirapikan sedikit. Iya lah...gak berani minta potong model baru, I was not that daring!

Disuruh langsung duduk (gak pake keramas nih), dipotong kres kres kres, diblow 2 menit, selesai. Hah...kursi yg saya duduki saja belom panas sudah selesai? Yasudah...saya pergi ke kasir. Tau ngga...saya musti bayar 22 dolar! "Lha...katanya potong rambut 12 dolar saja?" protes saya. 

Eh...si mas pemotong rambut berkata," Lha...kan blowdrynya 10 dolar mbak!" Deee...tahu musti bayar, saya kan tidak mengiyakan waktu ditanya mau diblowdry ato ngga :( Maklum...biasanya di salon langganan semua udah termasuk dalam paket, ngga di'keteng' begini.

Bagaimana dengan hasil trim rambutnya? Well let's just say, setelah saya coba2 potong lagi sendiri sisi kiri dan kanannya, setelah ngga puas dg hasil potongan sendiri, setelah pergi ke salon algi (masi kelas Hougan Central tapi bukan salon yg sama), setelah si-mbak memotong dan menipiskan rambut saya secara hati2 (iya...soalnya saya cerita episod potong rambut pertama saya), akhirnya rambut saya agak lumayan lah. Ongkos? 18 dolar saja, gak pake blowdry dong.

Pelajaran yang bisa dirapik dari pengalaman ini? Nabung yg rajin biar bisa ke salon langganan.

Mau cantik musti modal? Maka percaya dengan inner beauty aja deh...dijamin murah!  :)

Sabtu, 20 September 2008

House Chore and Libido

Apa hubungannya house chore dengan libido?

Ini ada beberapa teori menarik tentang hubungan keduanya.

1. Menurut studi yang publikasikan oleh American Journal of Public Health, terdapat hubungan yang signikan antara "kontribusi suami dalam melakukan pekerjaan rumah dengan kesehatan emosional istri"
2. Studi yg dilakukan dua orang sosiologis di AS menyimpulkan bahwa para istri merasa Suami mereka  terlihat lebih menarik jika suami membantu melakukan pekerjaan rumah. 
3. Poling dari 1.300 wanita yang dilakukan Parenting MAgazine mengatakan : Istri merasa lebih bergairah di tempat tidur jika suami melakukan pekerjaan rumah. 

Wah... ini mah gak usah berteori dan melakukan studi untuk sampai ke kesimpulan itu. Kita main logika saja ya. Kalau suami bantu2 pekerjaan rumah, kita Istri kan jadi berkurang lelahnya. Jadi, masih ada tenaga lebih untuk urusan ehm...tempat tidur! hehehe

Iya gak siiih?  :)

Sabtu, 23 Agustus 2008

Penemu Catur Feminis?

Beberapa hari lalu saya dan ibunda iseng maen catur. Kita bilang iseng karena main caturnya tidak menggunakan strategi, teori dan otak, selain juga disambi ngemong anak/cucu....hehe...

Berhubung memang jarang main catur (seingat saya, terakhir saya main catur sewaktu SMP...sudah jadul banget deh pokoknya), kita jadi sudah lupa-lupa ingat langkah2 para bidak catur ini. Gak  yakin si kuda itu langkahnya bentuk L ato M (ngarang deeeng...hehe), si pion bisa tiap kali langkah dua petak ato cuma sekali saja dan banyak lagi.

Naaah...karena sibuk mengingat-ingat langkah2 para bidak catur ini, saya tiba2 kok menyadari, betapa berjayanya "Queen" dibanding sang "King" dalam permainan catur. Iya dong, Queen bisa maju, mundur, diagonal, satu langkah ato nyeberang papan catur, pokoknya semua bisa. Sang Raja? Walah....cuma mampu bergeser setapak demi setapak, musti dilindungi terus, kalau tidak mau cepat kena skaaaaak.

Jadi, saya berteori, penemu permainan catur itu pasti seorang feminis!  Girls power...yeah!
Ini teori orang slebor ya, jangan dimasukkan ke hati, jangan pula dikutip dalam disertasi.

Ohya, menurut berbagai sumber, dikatakan bahwa permainan catur berasal dari Persia, India atau Arab...beratus2 tahun yang lalu. Kalau iya begitu, berarti jaman dulu sudah banyak penganut paham feminis ya. 

Tapi memang benar sih, jaman dulupun ada Ratu Tribuana Tunggadewi yang memimpin Kerajaan Majapahit sekitar abad 14.

Tapi.... kenapa begitu permainan ini sampai dan menjadi populer di Indonesia, gelar "Queen" berubah jadi "Perdana Menteri"? Hayoooo...ada yang bisa berteori juga?

Minggu, 27 April 2008

TOTAL INDULGENCE


Different people have different hobbies.

What I'd like to talk about in this posting is my son's new hobby...or should I say, my hubby's hobby? Well, you know kid, what can a three years old do when it comes to deciding what new hobby he should be taking? There must be a parent or parents influence there, and it was not from me in this case!

My son and hubby are now totally into Lego! Yup, the ultimate brick building models...you may call it whatever you like. For me...this is an absolute indulgence, judging from the price of each tiny model they have! The models are very cute and definitely well designed and I know my son learns alot from building these models. They come in different sets, the viking sets, the city sets, the creators set (for serious fans), the robot sets....apalagi ya? Well...they have many other sets which could make your jaw drops because they are so beautifully designed and so cute! People young and old collect them because...well, let's be honest, who can resist not to buy these cute little toys? But still....I cant stop this guilty feeling everytime I play the models with my son.

Maybe it is our nature ya...ibu2/ emak2 always think about basic survival, about how to save money for rainy day...(especially nowadays all prices of things has gone up..up..and up). Perhaps to make me feel better, I would think buying and collecting (yes...alot of people are into collecting lego models!) lego as an investment (you might roll you eyes and say : yeah...rite ...hihi). Kan...my son learns to think more creative, moga2 encourage thinking out of the box juga.

Anyway...sekarang, just enjoy and play, as long as I dont have to pay for those models!

Iseng2 ke sini : http://www.lego.com/

Popular Posts