Tapi jika anak anda akan bersekolah di Sekolah Dasar di Singapura, mungkin postingan ini ada gunanya.
Dari tanggal 2-4 Agustus ini, pendaftaran masuk sekolah SD (Primary School) tahap 2C di Singapura berlangsung. Hari Senin ini, saya adalah salah satu orang tua calon murid yang mendaftar.
Ingin tahu lebih banyak tentang seluk beluk pendaftaran sekolah SD negeri/lokal di sini? Saya cerita sedikit ya!
1. Pemilihan sekolah di sini berdasarkan rayon, jarak rumah murid ke sekolah. Dari jarak 0-1 km, jarak 1-2 km, atau >2km. Lokasi rumah menentukan hasil pendaftaran (diterima atau tidak masuk ke sekolah yang diinginkan, apabila terjadi ballot/ undian). Undian dilakukan jika jumlah peminat (calon murid) lebih banyak dari kursi yang tersedia.
Jadi...sebaiknya daftarkan anak ke sekolah terdekat, karena kemungkinan mendapat tempatnya lebih besar.
2. Pendaftaran dibagi dalam tahap-tahap, dalam kurun waktu yang berbeda, dimulai dari tahap 1 yang paling awal.
Tahap 1: untuk anak/ calon murid yang memiliki saudara kandung yang bersekolah di sekolah yang dituju
Tahap 2A1: untuk anak yang orang tuanya adalah anggota persatuan alumni sekolah itu, atau jika orangtuanya adalah anggota komite penasehat sekolah itu
Tahap 2A2 : untuk anak yang orang tuanya atau saudara kandungnya pernah bersekolah di sekolah ini, atau anak dari staf sekolah
Tahap 2B : untuk anak yang orangtuanya adalah sukarelawan kegiatan di sekolah itu, atau orangtuanya dikenal aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
Tahap 2C : untuk anak yang tidak mendapat tempat dalam tahap sebelumnya, atau jika anak itu tidak masuk dalam kategori di atas.
Tahap 2C tambahan: pendaftaran bagi anak yang masih belum mendapat sekolah pada tahap 2C
Tahap 3: bagi anak yang bukan warganegara Singapura maupun Permanent Resident (PR).
Tiap selesainya satu tahap, hasil akan diumumkan tak lama kemudian. Baru lanjut ke tahap berikutnya.
Errr...anak saya masuk tahap mana? Jelas masuk dalam tahap 2C.
3. Untuk tahap 1-2C: dokumen yang dibutuhkan dalam pendaftaran adalah surat tanda lahir si anak, buku vaksinasi/heath booklet, Re-entry Permit si anak untuk yang PR, bukti identitas (KTP) orang tua.
Untuk anak yang bukan warganegara Singapura dan juga bukan PR (international students), silakan cek di sini.
4. Tidak ada pembayaran uang sekolah atau uang seragam atau uang buku pada tahap pendaftaran.
5. Dari website MOE (Kementerian Pendidikan) bisa dilihat jumlah kursi sekolah yang masih tersedia di semua sekolah di Singapura. Ini diupdate perhari selama masa pendaftaran. Jika jumlah kursi yang tersedia lebih sedikit dari jumlah calon murid yang mendaftar, maka akan diadakan undian/balloting. Mulai tahun ini, anak berwarganegara Singapura mendapat dua kali suara dibandingkan anak berstatus PR. Huu...kabar buruk untuk para PR seperti saya.
6. Mencari tahu tentang kegiatan, penghargaan, program-program sekolah tertentu?
Bisa cek di website MOE atau di website sekolah tersebut, seperti contoh ini atau ini.
7. No school fee untuk SD. Ini detail nya.
8. Transportasi / bis sekolah disediakan untuk murid yang memerlukan. Biayanya belum bisa saya update ya...belum tahu, tapi dengar-dengar antara 70-100 dlr perbulan.
Ketika sedang sibuk mengecek status jumlah pendaftar di sekolah yang dituju...saya menemukan website ini. Sesuai sekali dengan sifat para anggotanya :-)
hehehe...
