Tampilkan postingan dengan label Silly Things. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Silly Things. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 November 2010

Bang Djunaedi Rupanya!



Kejadian lucu, menggelikan dan sedikit konyol ini terjadi beberapa bulan yang lalu.

Pulang mengajar. Capek dan tas mulai terasa berat. Di stasiun MRT Punggol, sedang menuju platform LRTnya. C

Ketika berjalan menuju lift yang membawa penumpang ke platform LRT, terlihat seorang ibu setengah baya yang kepayahan mengatur barang-barangnya masuk ke lift. Ibu ini membawa dua koper besar, dan 3-4 kantong plastik kresek yang ... mungkin berat sih tidak, tapi merepotkan (kenapa juga gak digabung jadi 1-2 kantong saja sih bu).

Anyway...karena memang dasarnya saya orang baik hati dan suka menolong (hihihi)...tergeraklah saya membantu si Ibu mengangkat sebagian koper beliau. Saya bertanya, " ke yi ma?" Bisa bu?

Lalu beliau menjawab "bu ke yi" dan karena lihat gelagat saya yang ingin membantu lantas beliau memberi saya instruksi panjang dalam bahasa Mandarin! Addoooow....pengetahuan bahasa Mandarin saya yang cuma seputar ni hao ma wo hen hao jelas tidak banyak membantu saya mengerti apa maksud ibu ini. "Wo bu ke yi jiang hua yu" (saya gak bisa bicara bahasa Mandarin) kata saya memelas.

Si ibu tersenyum penuh pengertian dan lalu memberi saya instruksi isyarat! Sambil kaki dia menahan pintu lift supaya tetap terbuka, sementara tangannya penuh dengan kantong-kantong kreseknya, dia meminta saya (dengan isyarat kepala)  mengambil koper dia yang masih ketinggalan di luar lift. Aiiih....okelah saya ambil koper yang satu lagi, ketika itu...saya sudah membantu memasukkan salah satu koper beliau ke dalam LRT.

Selesaikah tugas sukarela saya? Oooo... belum. Keluar lift, jalan menuju platform dan akhirnya masuk ke LRT yg datang, saya masih berperan membantu lho. hihihihi....sambil si Ibu berbicara panjang tak henti dalam bahasa mandarin. Saya cuma komentar sana sini...dui ma, hao de....bener...bener bu, padahal gaktau beliau berbicara apa! hihi.

Lalu saya pamit, karena tiba pada stasiun LRT saya. Lha kok si Ibu juga mau turun! Hiks...memang saya masih disuruh mebantu beliau kali ya? Ya sudah....saya bawakan lah koper2 beliau supaya beliau bisa konsentrasi dengan tas kreseknya :-)

"Ni zhu zai na li? ibu tinggal di mana siiih?" tanya saya sok tahu.
" Wo zhu zai yi jiu liu"...or something like that. Saya tinggal di (blok) 196. "ni ne?" kamu? beliau balik bertanya.
"Ooo....wo zhu zai zhe li" Saya tinggal di sana (sambil menunjuk arah rumah saya). Aiiih...keringatan nih mengangkat koper sambil berbicara dalam bahasa Mandarin. Konsentrasi ganda! Eh...ketika sibuk angkat-angkat koper...terbaca nama pemilih koper itu tertulis di salah satu kopernya. Nama yang tertera:  "Djunaedi".

Hah? Cepat-cepat saya bertanya pada beliau, " Ni shi xin jia po ren?" Ibu orang Singapura?
Tentu saja saya sudah mengira jawabannya, "Bu shi. Wo shi yin ni ren" Bukan. Saya orang Indonesia.

Kontan saya berkata...."Oalaaah ibu orang Indonesia toh. Bu, kenapa atuh bawa barang banyak begini? Kan susah membawanya!" rada geli bercampur keki juga nih ngomongnya.

Si Ibu berkata..."iya nih...barang anak saya, dari Batam"

Saya : "Oooo begitu! Haiyaaa...."

Sampai sekarang....masih geli jika ingat kejadian ini.
Lha....mana saya ngerti...karena beliau nyerocosnya bahasa Mandarinnya fasih sekali lho! hihihi

Oh...Bang Djunaedi. Lain kali...jangan minta oleh-oleh terlalu banyak dong dari ibu. Kasihan  kan beliau bawa banyak barang! :-)

Rabu, 08 September 2010

Benci tapi Rindu


Posting terakhir sebelum mudik, pulang kampung ke Jakarta merayakan Lebaran 1431H.

Tiap tahun...rasa benci tapi rindu itu datang selalu. Ini bicara tentang perasaan saya terhadap kesibukan mudik dan merayakan Lebaran dengan sanak saudara di kampung halaman, Jakarta. Rindu? Tak heran...banyak orang juga merasa begitu. Kok benci? Dikarenakan hal-hal ini.

1. Rindu makanan kampung dan jajan pinggir jalannya. Ketoprak, bakso dorong, mi dokdok. Benci karena jajanan kampung itu bikin perut mulas dan diare pada hari-hari pertama mudik. (siapa suruh jajan terus tiada henti ya?)

2. Rindu masakan khas Lebaran bikinan mertua: sayur krecek dan semur betawi. Tapi juga benci karena hasil diet sebulan rusak dalam seminggu! Huhuuuuu

3. Rindu mendengar takbir. Tapi benci mendengar petasan yang pol bikin telinga pekaknya.

4. Rindu bertemu teman dan keluarga. Tapi benci karena harus melalui jalan raya yg heboh lalu lintasnya. Walau orang beerkata, lalu lintas di jakarta masa Lebaran jauh lebih sepi daripada biasanya, tapi kan masa berkunjung dilakukan bersamaan juga! Macet juga akhirnya...

5. Rindu kampung halaman, tapi benci dengan polusi yang makin menjadi.

6. Rindu bangun siang dan leha2...gak perlu masak kan ada mertua :-) tapi benci karena yang lainnya (anak suami dan tetek bengek) mesti saya urus juga! Kapan holidaynya doooong! :-P

7. Rindu rumah mertua dan ibu. Tapi stres karena tidak mudah mendapat koneksi internet! Apa harus beli kopi dulu di starbucks baru bisa cek email ya?

Begitulah...masih banyak lagi benci tapi rindu yang lain. Bisa tidak habis-habis....
Apapun...tetap kami lakukan ritual mudik ini, entah sampai kapan. :-)

Anda sendiri bagaimana? ;-)

Jumat, 23 Juli 2010

People you meet on MRT

Originally posted : July 27, 2007 in my other blog. Part of my MRT short stories series.

*****

Hehe…another weird experience of mine, also happened while I was on MRT…this time when I was with my little ‘king’ Aqila.

It happened sometime last week, we were on our way to Aqila’s school…in a rush as usual. Around noon, the MRT usually was empty, so there were plenty of seats available. We chose our seats, settled ourselves, and Aqila started to play with his mini police car that we always bring to keep him entertained during the journey. I was about to make some scribbles of a lesson plan for my class that day, when a young man sat next to me.

This chap…was probably in his early 20s, rather plump, wearing specs with weird eyes….weird as in not ‘normal’, not the eyes but the way he look at people. Never mind I thought. I’ve seen many weird people here and there….hehe. So I was not paying any attention to him, until he started talking to me. This is what he said to me, " Eh miss…you Malay a?"

Being polite and trying not to assume anything, I answered, " Yes, we are."

He replied with a smirk on his face," Your son is really cute leh!"

In any other circumstances…any mother will be very happy to hear that comment, even from a stranger. But not while that stranger was also pointing and wiggling his water bottle (yes..it was empty, nevertheless it was still a bottle!), just inches away from her son’s face! Alamak….orang kurang waras ternyata!

Trying to keep my self calmed, I said to him in an icy tone, "Please don’t do that" referring to the way he used his water bottle to point to my son.

Do you know what his reaction was? He replied with an upset tone, "What? Don’t do this ah? Don’t do this?" while keep pointing (almost poking) the bottle in exaggerating way right in front of Aqila’s face!

Panic attack! I immediately pushed Aqila’s stroller to another carriage…even while the MRT was still moving! Gileeeee…. ternyata beneran orang gile!

From afar…I could see this guy was still talking and grinning to himself, while some passengers also started to move away from him!

Ada ada aja pengalaman di MRT. Ever experienced anything stranger and weirder than this? I want to know…

YANG ADA-ADA SAJA DI MRT


Mau cerita yang ringan saja...teringat lagi gara2 ada teman yang menulis di status dia tentang ini di jaringan sosial facebook.

Beberapa hari yang lalu saya mengalami kejadian lucu, canggung tapi kalau dipikir-pikir...menggelikan. Begini ceritanya.

Seperti biasa saya sedang menikmati kenyamanan alat transportasi kesayangan saya, MRT. Kali saya sedang menuju tempat mengajar, ini bukan jam sibuk, jadi MRT tidak terlalu penuh, walau banyak juga penumpang yang berdiri. MRT berhenti di stasiun Novena, masuklah dua ibu usia tengah baya. Cepat-cepat mereka menuju kursi di dekat pintu masuk dan keluar gerbong, tapi sial...sudah ada seorang mbak manis yang mendudukinya.

Sebenarnya saya tidak terlalu menaruh perhatian jikalau kedua ibu ini tidak mengomel panjang pendek. Memang sih mengomelnya dalam bahasa Mandarin, saya tidak mengerti. Tapi kita semua paham nada bicara orang marah dan senang itu seperti apa ya? Jadi...pokoknya saya tahu ini suara ibu2 marah lah.

Ketika saya menoleh ke arah mereka, saya lihat...lho kok si mbak manis itu sudah tidur nyenyak? Rasanya tadi masih terjaga dan terbuka lebar matanya? Dan...ini dua ibu sedang mengomel karena apa ya? Ealaaah....ternyata mereka marah karena si mbak manis duduk di tempat yang sebenarnya khusus diperuntukkan bagi orang tua dan anak2 dan orang hamil.

Dua ibu setengah baya ini tentu merasa itu hak mereka untuk duduk. Tapi...si mbak manis ini dengan pintarnya pura2 tidur nyenyak....sambil mungkin menikmati dan menelan saja omelan para ibu yang diarahkan kepada dia. Hihihi....

Di mana saya? Berdiri di antara mereka. Salah tingkah juga lama2. Geli, tapi kasihan juga kepada ibu2 ini karena pastinya mereka memang capek beneran. Gemas juga sama si mbak manis ini karena dia tidak peduli sekali dan kurang welas asih sih.

Buat saya, dan banyak penumpang dan mengguna setia MRT lain, kita tahu tempat duduk di dekat pintu itu 'keramat'. Lebih baik berdiri daripada duduk di situ. Karena memang tempat duduk itu diperuntukkan untuk orang tertentu (lihat gambar di atas). Lha...ini si mbak mungkin jarang naik MRT ya? hehehe

Duhai mbak manis, kapokkah anda 'salah' duduk di MRT? Moga-moga ya...


Minggu, 14 Maret 2010

When I grow up...

I want to be a ...

Kira2 apa jawaban anak umur 5 tahun yang menggambar gambar di atas ya? ;-P

Rasanya saya tidak pernah mengajarkan teori perpipaan dan saluran air bersih dan kotor deh. Siapa juga yang mengajarkan gambar tampak kamar mandi begini???

Kecuali...apa mungkin obrolan santai waktu mandi ternyata meresap dan masuk ke dalam hati si raja kecil ya? Hehehehe

(coretan si raja kecil untuk adik sepupunya, princess Isha)

Kamis, 29 Oktober 2009

KAPOOR...KAPOOR!!

Benar-benar kebudayaan di dunia, khususnya Asia Tenggara saling campur dan saling mempengaruhi ya? Sebetulnya kebiasaan menyirih, menginang, itu asalnya dari mana ya? India? Indonesia? Cina? Melayu? hehehe. Tidak apa-apa jika tidak yakin ... asal jangan jadi debat kusir.

Bicara soal nyirih, kueh mueh peranakan, jajan pasar orang jawa, dan kue2 nya orang Melayu kan banyak yang memerlukan air kapur dalam proses pembuatannya (hayooo...yg tidak suka masak pasti gak tahu deh) Kapur ini bukan cat kapur buat dinding rumah ya, tapi kapur putih2 untuk menyirih itu.

Suatu hari, dulu sekali...saya kehabisan kapur ini. Bingung...cari di mana ya? Ahh....orang India kan banyak yg masih menyirih, saya cari saja di Little India. Sampai di warung2 pinggir jalan yang menjual berbagai dupa wangi2 ala India itu, saya malu-malu bertanya pada Uncle penjual.

Saya: "Uncle...do you sell that white-white stuff that you use for masak-masak kue?
Uncle: Dia pasang tampang bengong...gak ngerti. Okay, let's try another approach.
Saya: "That white stuff uncle...the stuff you chew together with betel nut and sirih leaves? What do you call that stuff here?"
Uncle: dengan wajah ceria karena mengerti..."Oh you mean kapoor lah"
Saya: "Yes uncle!, that's it!" (dengan wajah malu karena ternyata namanya sama!)

So akhirnya, biar malu, saya pulang dengan gembira hari itu dengan sebotol gemuk white stuff called kapur. Hehehehe....

Minggu, 31 Mei 2009

ADA-ADA SAJA

Jaman susah seperti sekarang, kita harus pintar-pintar dan kreatif cari peluang dan uang. 
Membaca surat kabar lokal kemarin, mau tidak mau saya tersenyum dan geleng2 kepala. Karena anak2 muda ini benar2 kreatif luar biasa dalam memanfaatkan 'aset berharga' mereka!
Ini iklannya:

SEWA SAYA
Disewakan, dada saya (ini iklan yang dipasang seorang gadis) yang indah yang selalu menarik perhatian banyak pria sebagai latar belakang foto produk anda. Tersedia biaya sewa per bulan, silakan hubungi saya.
ada lagi yang lain, kali ini dari seorang pemuda, begini mungkin bentuk iklannya:

SEWA SAYA
Sewa saya sebagai teman tempat berkeluh kesah, teman yang memiliki rasa humor tinggi, teman yang pandai memasak, untuk dipeluk dan memeluk (ahaaa....), teman yang memiliki senyum menawan! 

Ohohoooo....iklan di atas disertai foto telanjang dada (si mas ya...bukan si mbak) yang aduhai.

Eiiittts...belum sampai sini kok tren 'menjajakan diri' ini. Ini katanya iklan di surat kabar di negeri Cina. Para kaum muda yang makin merasa susah mencari kerja, mulai kreatif mencari peluang. Bisa bayangkan kalau produk buah jeruk sperti foto di atas dipromosikan dan difoto dengan latar belakang aset2 berharga tadi? 

Hadoooohhh......

Senin, 20 April 2009

Bokek karena Gaptek

(gambar dari apple.com)

Buat Syari, just in case you are wondering apa arti kedua kata ini:
Bokek = bangkrut = broke
Gaptek = gagap teknologi, gak tech-savvy lah gitu.

Dua bulan ini saya megap2 bayar tagihan telepon genggam saya. Pasalnya tagihan melambung tinggiiiii sekali. Apa sebab? Karena saya kebanyakan menggunakan fasilitas GPS/ 3G atau apalah itu istilahnya.

Jadi begini, bulan Februari kemarin (tahu kan hari apa yg banyak diperingati orang2 kasmaran pada bulan ini) saya dapat hadiah kecil tapi canggih dari Mr. Perfectionist. Dia kasih saya iPhone. Gak tahu iPhone itu apa? Itu di atas ada gambarnya atau google aja ya...atau cari di apple.com  :D

Pokoknya pendek cerita, dengan gembira ibu gaptek ini menerima kado manis ini. Dan dengan polosnya gemar menggunakan fasilitas 3G / GPS untk bermacam keperluan (yang sebenarnya tidak perlu), contoh cari alamat via google maps, download aplikasi macam2, baca berita online dll dll. Sebenarnya kalau dilakukan di temapt yg ada hot-spotnya (wifi/ wireless connection) spt di rumah saya dan di banyak tempat2 umum di Singapura, jatuhnya tidak mahal. Tapiiiii...berhubung gaptek, saya tidak tahu kalau iPhone saya awalnya ada defect, chip wifi nya gak jalan. Jadi tidak bisa tersambung scr otomatis ke hotspot yg tersedia. Celakanya, si smartphone ini begitu menyadari tidak bisa menggunakan fasilitas wifi, dia langsung switch ke GPS tanpa bilang2 dulu kpd saya (bilang juga mungkin saya tidak mengerti). Naah...ternyata fasilitas GPS ini mahal sodara-sodara! Lha mana beta tahu! (begitu kali gaya bicaranya mas Bernie)

Setelah 1 bulan lebih...setelah menerima tagihan, jegerrrrr....hampir saya pingsan membaca tagihan saya! Aduuuh ...4 digit bow! Gelap...gelap...tiba2 dunia! (hehe ini hiperbola ya...jangan percaya). Untungnya (atau memang service providernya sudah pintar ya sudah mengantisipasi pelanggan2 gaptek tapi belagak gaya spt saya) tersedia diskon besar2an...sehingga saya tinggal (!!!) bayar bbrp ratus dolar saja. Siiigh....tetaplah itu jumlah yg banyak.

So...sekarang bagaimana?
Karena iPhone sudah baik, dan saya juga sudah jera...fasilitas GPS saya matikan. Saya pake wifi connection ajah, toh di rumah bisa, di tempat umum juga hampir selalu tersedia. 

Bagaimana komentar saya sbg pengguna iPhone? It is a very cool gadget! 
Aplikasi yg tersedia ada bermacam2, beribu2. Untuk kategori news, fotografi, ulitlities, time management, productivity, sampai games. Sekarang saya gak perlu bawa kertas kruwel2 bertuliskan daftar belanjaan krn saya sudah install aplikasi shopping list! hehehe
Desain? Gak perlu komentar ya, lihat saja sendiri barangnya, desain nya stylish minimalis. Jadi banyak gunanya ini smartphone, cuma memang musti kenalan dulu dong sebelum sok akrab menggunakan.

Tapi...kenapa saya harus belajar dari pengalaman pahit ya? Tidak ada yang manis saja kah? Beginilah kalau gadget lebih pintar dari pemiliknya. Bokek akhirnya!!

Pernah jadi korban gaptek juga tidak?

Kamis, 12 Maret 2009

TERNGIANG-NGIANG

Pernah mengalami kejadian di mana sebuah lagu terngiang-ngiang (play again and again inside your head) di kepala...terus-menerus akibat terlalu sering mendengar lagu itu? Pernah kan? Pasti lah...apalagi buat yg rajin 'tune-in' ke stasiun radio sepanjang hari pasti pernah mengalaminya!  :)

Sekarang saya juga sedang mengalaminya!  :(
tapi bukan karena terlalu sering mendengarkan radio.

Begini ceritanya.

Sudah beberapa minggu ini ada seorang mas-mas, kira2 sekitar umur 20-29tahun-nan, yang tiap malam "nyanyi" di gazebo dekat apartemen saya. 
Nyanyinya niat lho, lengkap dengan gitar, partitur dan papan partitur lagunya! waduuuh...

Kualitas suara....yah sekitar 6/10 lah. Tidak sumbang (off-key) tapi...no feeling or emotion whatsoever waktu menyanyi. Just nyanyi...lempeng! Kayaknya vocal group kelas Karang Taruna  kampung saya dulu aja masih lebih bagus! LOL

Lagu2 nya? Sepertinya dia ada set lagu yg musti selalu dia nyanyikan. Hey Jude, La Bamba, Leader of the Band nya Dan Fogelberg...

Tiap jam 10 malam...selama 1 jam, sudah pasti deh, dia mulai buka mulut, kalau tidak mangkal di gazebo dekat rumah kami, ya di gazebo yg rada jauh, ato di multi purpose hall yang...sialnya juga tidak jauh dari rumah kami! Aduh aduh aduh...

Setelah beberapa hari...tentu saja saya juga hapal lagu2 yg dinyanyikan dia!

Ngapain ya dia nyanyi tiap malam? Ini tebakan saya:
1. Mungkin mau ikutan Singapore Idol? hehe
2. Mau menjalani ujian jadi pengamen? Karena di sini, mau jadi pengamen harus punya surat ijin lho!
3. Mau manggung (perform) di depan sang jantung hati? Biar diterima uluran cintanya? hehe...kayak cerita roman picisan
4. Terapi baru dalam mengelola stres? Siapa tahu...

Ada tebakan lain gak?

Jumat, 13 Februari 2009

Berhemat - start DIY and unleash your creative side!

Sedang tidak enak badan...jadi gak bisa berpikir jernih.

Posting ini aja dulu ya... :)

Beli beli beli terus mainan buat si kecil....semua pake biaya. Maybe it's time to be creative...even if it is not purely your own idea...pokoknya judulnya berhemat.


Judul: Mobil2an
Bahan: Box (TV, radio, belanja etc) bekas, 4 buah piring kertas untuk roda mobil (sesuaikan ukuran ya), sedikit spidol atau cat untuk warna-warni, tali rafia,...and an eager child!!!


Cerita dibalik foto:
Para crew kecil ini anak saya dan sepupu2nya. Pertama yang punya mobil ya si Raja Kecil, lalu sepupunya main ke rumah. Main bareng...dan rupanya...asyiknya bermain mobil2an bersama sangat berbekas di hati sang sepupu. 

Next time they came to play...tadaaaa....udah naik mobil2an sendiri!!!!

:)

Psst: ada ide kreatif dan hemat lain untuk saya dan si kecil tidak? MAu doong

Senin, 12 Januari 2009

MAU CANTIK? MODAL!

Perempuan bisa cantik tanpa keluar duit banyak? Bo-hong itu namanya, saya tidak percaya. (Hayooo...yang gak setuju jangan ngamuk, inikan blog saya, jadi bolehlah saya tulis opini sendiri...walau nyeleneh juga). Maksudnya cantik di sini...adalah cantik secara fisik dan penampilan ya! Jadi jangan kita ngomong inner beauty! hhihi

Kenapa saya tidak percaya? Coba deh baca koran lokal sini, dari mulai rambut sampai kuku kaki, semua ada salonnya, semua ada asesorisnya. Salon2 sekarang tidak hanya menawarkan program menguruskan badan, tapi juga program 'pengecilan' bagian2 tubuh tertentu, misalnya pinggul, paha, bagian belakang dll. Jadi, permpuan yang ridak kelebihan berat badanpun kena rayuan iklan ini, dan berduyun2 datang ke salon. Satu program lengkap yg terdiri dr bbrp sesi itu bisa ribuan dolar harganya lho!

Kalau saya mulai mengilik2 Mr Perfeksionis supaya memberi 'bantuan dana tambahan' buat mempercantik diri, misalnya membeli baju lah, beliau malah bilang, "Gak usahlah beli2 baju yg bermerek, beli aja baju di This Fashion" Whaaaat....mana mungkin!

Sodara2, toko This Fashion itu jenis toko pakaian yang ...gimana ya menjelaskannya, pokoknya murah, meriah plus norak modelnya...hehe. Toko ini banyak tersebar di seluruh Singapura. Populer...ya karena murah :), walau modelnya duuuh...kadang bikin saya mau pingsan melihatnya. Tapi bukan karena kenorakan -nya yg membuar saya malas menyambangi toko2 ini, tapi karena mencari ukuran saya di toko ini ...ehm...rada susah! Mind you...saya gak gemuk loh, tapi sxy dan curvy gitu  :)

Okelah ...mari kita berandai-andai, bahwa saya ada hati dengan salah satu baju yg dijual di toko ini, cocok pula ukuran dan warnanya.. (harganya mah udah pastilah...kan murah). Jadi saya beli baju itu..tapi...belom lengkap ya kalo belum ditambah asesoris spt anting2, cincin, kalung. Mungkin juga skarf? Ikat pinggang? Sepatu? Tas? Nah...itukan semua biaya...5 dolar ini, 7 dolar itu, 10 dolar ini...berpa dong kalo dijumlah.

Untungnya untuk urusan muka, saya ini termasuknya kelas 'kambing' banget. Hampir dibilang gakda biayanya. Paling2 ya beli pewarna bibir (bukan pemerah bibir lagi namanya, karena sekarang yg nge-trend bukan merah lagi). Jadi di bidang yg satu ini...saya bisa berhemat.

Satu hal yg gak bisa turun kualitas adalh jika sudah menyangkur urusan rambut. Baju jelek bisa diganti...rambut salah potong? Alamak...gimana butupinya! Jadi kalau sudah urusan rambut... ya terpaksalah saya musti rela menjadi lebih miskin 300-400 dolar sekali berkunjung ke salon untuk di-rebonding (jaman2 rebonding dulu), dicat warna warni, dioksigen, ditreatment, dispa...apalah istilahnya. Dasar saya juga yg bego kali ya...selalu kena bujuk rayu mbak2 di salon. Pokoknya sehabis kunjungan ke sana...saya bokek aja. 

Tapi itu dulu. Sekarang lagi resesi...masa iya mau keluar uang sebanyak itu untuk rambut? Waah...saya masih waras ah. Jadi bbrp minggu lalu saya beranikna diri pergi ke salon kelas Hougang Central (kayak salon kelas Pasar Tebet Barat di Jakarta deh...pokoknya bukan kelas mal), minta rambut saya dirapikan sedikit. Iya lah...gak berani minta potong model baru, I was not that daring!

Disuruh langsung duduk (gak pake keramas nih), dipotong kres kres kres, diblow 2 menit, selesai. Hah...kursi yg saya duduki saja belom panas sudah selesai? Yasudah...saya pergi ke kasir. Tau ngga...saya musti bayar 22 dolar! "Lha...katanya potong rambut 12 dolar saja?" protes saya. 

Eh...si mas pemotong rambut berkata," Lha...kan blowdrynya 10 dolar mbak!" Deee...tahu musti bayar, saya kan tidak mengiyakan waktu ditanya mau diblowdry ato ngga :( Maklum...biasanya di salon langganan semua udah termasuk dalam paket, ngga di'keteng' begini.

Bagaimana dengan hasil trim rambutnya? Well let's just say, setelah saya coba2 potong lagi sendiri sisi kiri dan kanannya, setelah ngga puas dg hasil potongan sendiri, setelah pergi ke salon algi (masi kelas Hougan Central tapi bukan salon yg sama), setelah si-mbak memotong dan menipiskan rambut saya secara hati2 (iya...soalnya saya cerita episod potong rambut pertama saya), akhirnya rambut saya agak lumayan lah. Ongkos? 18 dolar saja, gak pake blowdry dong.

Pelajaran yang bisa dirapik dari pengalaman ini? Nabung yg rajin biar bisa ke salon langganan.

Mau cantik musti modal? Maka percaya dengan inner beauty aja deh...dijamin murah!  :)

Rabu, 31 Desember 2008

An Ugly Truth

Saya paling pusing kalau harus cari baju di sini. Bukan karena gak ada model yang pas di hati, itu sih banyak. Tapi mendapatkan ukuran yang pas di badan dan harga yang cocok di kantong ...nah itu yang merupakan tantangan. 

Saya juga heran, kenapa perempuan Singapura dari etnik Tionghoa dan sebagian etnik India bisa merukuran mungil2 gitu siiihh, padahal kalau lihat mereka makan...wuuuihh...apa saja dilahap dengan porsi yang ....alamak, jumbo portion! Pokoknya bikin iri habis! Ya tentu saja ada yang deviasi juga....yang size plus pun ada, tapi mayoritas mah tiny2 gitu. Saya pikir...yah, mungkin memang sudah gen kali ya, masa iya mereka semua rajin diet dan rajin olah raga, kayaknya gak mungkin deh (hehe....ini bela diri namanya).

Balik ke cerita cari baju, kali ini cari baju berenang. Yak...si mbak gembul ini musti cari baju renang supaya bisa nemeni si Raja Kecil berenang di Public Swimming Pool yang baru di buka di dekat rumah kami. Kalau bukan karena dia, mana mungkin sih saya tergerak beli baju renang...hehe...

Jadi kemarin menyempatkan diri mampir ke toko yg menjual baju renang, kebetulan ada sale (halah...di Singapura mah sale sepanjang tahun!). Lihat2 baju renang, lucu2...imut2. Tidak lama mbak sales assistant berujar kepada saya yang lagi asik aduk2 tumpukan baju renang,

Mbak Sales Assistant (SA):  "This type has only size L left"

Saya: "O...okay" Memangnya lu pikir gue pake size apa siy? kata saya dalam hati. Penasaran, saya tanya: "What size do you think I should wear?" 

Mbak SA : Sambil memandang saya dari kepala ke kaki, "Hm....you may try XL lor. I think that's your size"

Saya: Speechless.....tapi  *keki* mode

Hah....yang beneeerrrr....ah! Duh pingin njitak si Mbak rasanya saat itu, tapi...eh, kali emang bener ya itu ukuran saya! Haiyaaaa....

Lemes dan kehilangan semangat lah saya. Ah...pulang aja dah...



Kamis, 25 Desember 2008

Maen Layang-layang





Maen layang-layang di Singapura? Apa mungkin?

Yup, ternyata masih mungkin maen layang-layang di kota kecil ini, setidaknya buat kami yang tinggal di Sengkang, daerah pinggir kota Singapura, di mana masih banyak lahan kosong yang belum diisi bangunan. 

Sudah sejak beberapa waktu kami mengamati, tiap sore, di lahan kosong dekat Community Club di neighbourhood kami selalu ada banyak orang main layang-layang atau menerbangkan pesawat terbang ber-radio control. Kelihatannya asik sekali.

Sore berangin ini, agak mendung dikit...tapi belum hujan, kita memutuskan untuk join the crowd, kemping di pinggir lapangan, dan mencoba menaikkan layangan si Butterfly biru, yang udah jauh2 diimpor dari Bali! hehehe....

Satu ...dua...tiga...yak, akhirnya tinggi juga, selama beberapa menit, sebelum menukik tajam ke tanah, again...and again! Haiyaaaa....musti latihan main layangan lagi nih.

Yah...gak papa lah, si Raja Kecil sudah ketawa-ketawa cekikikan...hepi sekali lihat layangannya mengangkasa sesaat di langit! Lumayan...piknik, murah meriah di Singapura!

Sabtu, 13 Desember 2008

Yes Sir, Mr Policeman.

Ini mau share sedikit tentang cerita yang berhubungan dengan anak saya dan saya. 
Semoga tidak terjadi pada anda.

Ngga ada yg sakit atau celaka atau apa kok...well, not yet...tapi nyaris!

Berhubung sudah saya post di sini, kalau mau tahu, mampirlah saja ya.


Kamis, 04 Desember 2008

Ada Bakat kah?



Paper folding - origami.
Hobi yang mengasyikkan, memuaskan, dan cantiik hasilnya.

But am I cut for this hobby? Ngga lah.

Beberapa bulan lalu bibinda tercinta menghadiahkan buku seri origami. Seri ini mengajarkan kita membuat bermacam-macam bunga, yang cantik-cantik.

Gatal juga lama2 ingin mencoba, setelah si buku teronggok saja di rak buku. 
Flip through, lihat bunga yang paling cantik, ambil kertas origami, mulailah lipat lipat lipat dan lipat dan...hey...abis ini apa ya? Kok bisa begitu gambar instruksinya? Kok lain dengan hasil lipatan saya? Waaaa....

Percobaan kedua, cari bunga yang less cantik, ambil kertas lagi, dan mengulangi lagi ritual di atas...up to the hey...kok begini lagi ya? (sambil garuk2 kepala yang memang rada gatal keringatan). 

BTW, di kejauhan terdengar komentar Mr Perfeksionis yang mengatakan bahwa istrinya memang gak telaten/bakat untuk hal-hal seperti ini! Really??? Yang beneerrrrr...

Ahhh....percobaan terakhir, cari bunga yang paliiiing sederhana, ambil kertas lagi (sambil mbaca bismillah kenceng2), mulai lipat2 lagi....dan akhirnya...tadaaaa!!!

Jadilah bunga2 kecil seperti foto di atas.

Would I try origami again? You bet I will.
But will I declare origami as my hobby? Errr....i dont think so I will  :) hehe

Popular Posts