Kamis, 04 November 2010
Bang Djunaedi Rupanya!
Kejadian lucu, menggelikan dan sedikit konyol ini terjadi beberapa bulan yang lalu.
Pulang mengajar. Capek dan tas mulai terasa berat. Di stasiun MRT Punggol, sedang menuju platform LRTnya. C
Ketika berjalan menuju lift yang membawa penumpang ke platform LRT, terlihat seorang ibu setengah baya yang kepayahan mengatur barang-barangnya masuk ke lift. Ibu ini membawa dua koper besar, dan 3-4 kantong plastik kresek yang ... mungkin berat sih tidak, tapi merepotkan (kenapa juga gak digabung jadi 1-2 kantong saja sih bu).
Anyway...karena memang dasarnya saya orang baik hati dan suka menolong (hihihi)...tergeraklah saya membantu si Ibu mengangkat sebagian koper beliau. Saya bertanya, " ke yi ma?" Bisa bu?
Lalu beliau menjawab "bu ke yi" dan karena lihat gelagat saya yang ingin membantu lantas beliau memberi saya instruksi panjang dalam bahasa Mandarin! Addoooow....pengetahuan bahasa Mandarin saya yang cuma seputar ni hao ma wo hen hao jelas tidak banyak membantu saya mengerti apa maksud ibu ini. "Wo bu ke yi jiang hua yu" (saya gak bisa bicara bahasa Mandarin) kata saya memelas.
Si ibu tersenyum penuh pengertian dan lalu memberi saya instruksi isyarat! Sambil kaki dia menahan pintu lift supaya tetap terbuka, sementara tangannya penuh dengan kantong-kantong kreseknya, dia meminta saya (dengan isyarat kepala) mengambil koper dia yang masih ketinggalan di luar lift. Aiiih....okelah saya ambil koper yang satu lagi, ketika itu...saya sudah membantu memasukkan salah satu koper beliau ke dalam LRT.
Selesaikah tugas sukarela saya? Oooo... belum. Keluar lift, jalan menuju platform dan akhirnya masuk ke LRT yg datang, saya masih berperan membantu lho. hihihihi....sambil si Ibu berbicara panjang tak henti dalam bahasa mandarin. Saya cuma komentar sana sini...dui ma, hao de....bener...bener bu, padahal gaktau beliau berbicara apa! hihi.
Lalu saya pamit, karena tiba pada stasiun LRT saya. Lha kok si Ibu juga mau turun! Hiks...memang saya masih disuruh mebantu beliau kali ya? Ya sudah....saya bawakan lah koper2 beliau supaya beliau bisa konsentrasi dengan tas kreseknya :-)
"Ni zhu zai na li? ibu tinggal di mana siiih?" tanya saya sok tahu.
" Wo zhu zai yi jiu liu"...or something like that. Saya tinggal di (blok) 196. "ni ne?" kamu? beliau balik bertanya.
"Ooo....wo zhu zai zhe li" Saya tinggal di sana (sambil menunjuk arah rumah saya). Aiiih...keringatan nih mengangkat koper sambil berbicara dalam bahasa Mandarin. Konsentrasi ganda! Eh...ketika sibuk angkat-angkat koper...terbaca nama pemilih koper itu tertulis di salah satu kopernya. Nama yang tertera: "Djunaedi".
Hah? Cepat-cepat saya bertanya pada beliau, " Ni shi xin jia po ren?" Ibu orang Singapura?
Tentu saja saya sudah mengira jawabannya, "Bu shi. Wo shi yin ni ren" Bukan. Saya orang Indonesia.
Kontan saya berkata...."Oalaaah ibu orang Indonesia toh. Bu, kenapa atuh bawa barang banyak begini? Kan susah membawanya!" rada geli bercampur keki juga nih ngomongnya.
Si Ibu berkata..."iya nih...barang anak saya, dari Batam"
Saya : "Oooo begitu! Haiyaaa...."
Sampai sekarang....masih geli jika ingat kejadian ini.
Lha....mana saya ngerti...karena beliau nyerocosnya bahasa Mandarinnya fasih sekali lho! hihihi
Oh...Bang Djunaedi. Lain kali...jangan minta oleh-oleh terlalu banyak dong dari ibu. Kasihan kan beliau bawa banyak barang! :-)
Rabu, 08 September 2010
Benci tapi Rindu
Posting terakhir sebelum mudik, pulang kampung ke Jakarta merayakan Lebaran 1431H.
Tiap tahun...rasa benci tapi rindu itu datang selalu. Ini bicara tentang perasaan saya terhadap kesibukan mudik dan merayakan Lebaran dengan sanak saudara di kampung halaman, Jakarta. Rindu? Tak heran...banyak orang juga merasa begitu. Kok benci? Dikarenakan hal-hal ini.
1. Rindu makanan kampung dan jajan pinggir jalannya. Ketoprak, bakso dorong, mi dokdok. Benci karena jajanan kampung itu bikin perut mulas dan diare pada hari-hari pertama mudik. (siapa suruh jajan terus tiada henti ya?)
2. Rindu masakan khas Lebaran bikinan mertua: sayur krecek dan semur betawi. Tapi juga benci karena hasil diet sebulan rusak dalam seminggu! Huhuuuuu
3. Rindu mendengar takbir. Tapi benci mendengar petasan yang pol bikin telinga pekaknya.
4. Rindu bertemu teman dan keluarga. Tapi benci karena harus melalui jalan raya yg heboh lalu lintasnya. Walau orang beerkata, lalu lintas di jakarta masa Lebaran jauh lebih sepi daripada biasanya, tapi kan masa berkunjung dilakukan bersamaan juga! Macet juga akhirnya...
5. Rindu kampung halaman, tapi benci dengan polusi yang makin menjadi.
6. Rindu bangun siang dan leha2...gak perlu masak kan ada mertua :-) tapi benci karena yang lainnya (anak suami dan tetek bengek) mesti saya urus juga! Kapan holidaynya doooong! :-P
7. Rindu rumah mertua dan ibu. Tapi stres karena tidak mudah mendapat koneksi internet! Apa harus beli kopi dulu di starbucks baru bisa cek email ya?
Begitulah...masih banyak lagi benci tapi rindu yang lain. Bisa tidak habis-habis....
Apapun...tetap kami lakukan ritual mudik ini, entah sampai kapan. :-)
Anda sendiri bagaimana? ;-)
Jumat, 23 Juli 2010
People you meet on MRT
Originally posted : July 27, 2007 in my other blog. Part of my MRT short stories series.
*****
Hehe…another weird experience of mine, also happened while I was on MRT…this time when I was with my little ‘king’ Aqila.
It happened sometime last week, we were on our way to Aqila’s school…in a rush as usual. Around noon, the MRT usually was empty, so there were plenty of seats available. We chose our seats, settled ourselves, and Aqila started to play with his mini police car that we always bring to keep him entertained during the journey. I was about to make some scribbles of a lesson plan for my class that day, when a young man sat next to me.
This chap…was probably in his early 20s, rather plump, wearing specs with weird eyes….weird as in not ‘normal’, not the eyes but the way he look at people. Never mind I thought. I’ve seen many weird people here and there….hehe. So I was not paying any attention to him, until he started talking to me. This is what he said to me, " Eh miss…you Malay a?"
Being polite and trying not to assume anything, I answered, " Yes, we are."
He replied with a smirk on his face," Your son is really cute leh!"
In any other circumstances…any mother will be very happy to hear that comment, even from a stranger. But not while that stranger was also pointing and wiggling his water bottle (yes..it was empty, nevertheless it was still a bottle!), just inches away from her son’s face! Alamak….orang kurang waras ternyata!
Trying to keep my self calmed, I said to him in an icy tone, "Please don’t do that" referring to the way he used his water bottle to point to my son.
Do you know what his reaction was? He replied with an upset tone, "What? Don’t do this ah? Don’t do this?" while keep pointing (almost poking) the bottle in exaggerating way right in front of Aqila’s face!
Panic attack! I immediately pushed Aqila’s stroller to another carriage…even while the MRT was still moving! Gileeeee…. ternyata beneran orang gile!
From afar…I could see this guy was still talking and grinning to himself, while some passengers also started to move away from him!
YANG ADA-ADA SAJA DI MRT
Minggu, 14 Maret 2010
When I grow up...
I want to be a ...Kamis, 29 Oktober 2009
KAPOOR...KAPOOR!!
Benar-benar kebudayaan di dunia, khususnya Asia Tenggara saling campur dan saling mempengaruhi ya? Sebetulnya kebiasaan menyirih, menginang, itu asalnya dari mana ya? India? Indonesia? Cina? Melayu? hehehe. Tidak apa-apa jika tidak yakin ... asal jangan jadi debat kusir. Minggu, 31 Mei 2009
ADA-ADA SAJA
SEWA SAYADisewakan, dada saya (ini iklan yang dipasang seorang gadis) yang indah yang selalu menarik perhatian banyak pria sebagai latar belakang foto produk anda. Tersedia biaya sewa per bulan, silakan hubungi saya.
SEWA SAYASewa saya sebagai teman tempat berkeluh kesah, teman yang memiliki rasa humor tinggi, teman yang pandai memasak, untuk dipeluk dan memeluk (ahaaa....), teman yang memiliki senyum menawan!
Senin, 20 April 2009
Bokek karena Gaptek

Kamis, 12 Maret 2009
TERNGIANG-NGIANG
Jumat, 13 Februari 2009
Berhemat - start DIY and unleash your creative side!

Senin, 12 Januari 2009
MAU CANTIK? MODAL!
Rabu, 31 Desember 2008
An Ugly Truth
Kamis, 25 Desember 2008
Maen Layang-layang
Maen layang-layang di Singapura? Apa mungkin?
Yup, ternyata masih mungkin maen layang-layang di kota kecil ini, setidaknya buat kami yang tinggal di Sengkang, daerah pinggir kota Singapura, di mana masih banyak lahan kosong yang belum diisi bangunan.
Sabtu, 13 Desember 2008
Yes Sir, Mr Policeman.
Kamis, 04 Desember 2008
Ada Bakat kah?
Popular Posts
-
Sebenarnya sudah pernah posting ttg judul di atas , tapi yg dulu lebih banyak bercerita ttg pengalaman membantu teman reservasi hotel, l...
-
Perempuan bisa cantik tanpa keluar duit banyak? Bo-hong itu namanya, saya tidak percaya. (Hayooo...yang gak setuju jangan ngamuk, inikan blo...
-
Ada pasar malam di Singapura? Ohohooo...ya tentu ada. Pasar malam di sini biasanya muncul bergantian di daerah2 hunian (bukan daerah kanto...