Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Agustus 2010

Arti Baru 5C


Selama ini kriteria kesuksesan seseorang menurut rakyat Singapura adalah memiliki 5C yaitu: cash, credit card, car, condominium dan keanggotaan di country club. 

Dalam pidato menyambut Ulang Tahun Negara Singapura semalam, SM Goh Chok Tong menghimbau masyarakat Singapura untuk mengubah kriteria kesuksesan seseorang menjadi 5C: career, comfort, children, consideration dan charity.

Hm...menarik untuk disimak ya?
Berikut ini tafsiran saya terhadap arti 5C yang baru, boleh setuju boleh tidak ya?! hehe

Career, maksudnya supaya orang Singapura tidak fokus untuk mencapai jabatan yang paling tinggi dan paling penting saja supaya bisa dikatakan sukses. Tapi yang penting adalah kita menjadi yang terbaik pada pekerjaan kita, apapun pekerjaan itu. Jadi gakpapa jadi seorang tukang sapu, asal menjadi the best tukang sapu! Gitu.

Comfort? Merasa nyaman lahir batin. Antara materi duniawi dan alam nanti termasuk hati nurani harus seimbang. Jangan kerja saja tapi hati tidak diberi makan.

Children? Jelas maksudnya supaya rakyat Singapura benar2 bersemangat untuk beranak pinak, satu hal yang masih belum ada hasil yg memuaskan di sini. Biaya hidup yang tinggi benar2 mempengaruhi keputusan rakyat di sini untuk berkeluarga dan beranak. 

Consideration and charity. Mulai memikirkan nasib orang lain yang tidak seberuntung kita. Bekerja sukarela, menyumbang tenaga dan materi, menjalani karir yang tidak melulu untuk tujuan komersil, tapi bisa juga tujuan kemanusiaan dan komersil.

Kedengarannya ideal sekali ya. Tapi sudah pasti tidak mudah untuk mulai berpikir seperti ini. Mau menolong orang lain, kita harus bisa menolong diri kita sendiri. Kalau tidak salah, itu kata Dale Carnegie di bukunya How to Win Friends. Lihat contoh Bill Gates dan istrinya, sekarang mereka aktif dalam berbagai kegiataan kemanusiaan / sosial. Tapi kan mereka sudah tidak perlu memikirkan besok mau makan apa ya? 

Jadi...bagaimana dong? Anda setuju gak dengan perkataan pak Goh Chok Tong? Ada pendapat?

Selasa, 25 Agustus 2009

Smartphones spur innovation

Aug 24, 2009 From THE Straits Times online
smrtphone-afp.jpg

Tens of thousands of 'apps' - individual programmes that can be downloaded to the phone and do everything from recognising music playing in a bar to guiding tourists around a city - have been developed for the iPhone since it was launched in early 2007.

The ability to combine audio, video, text and data files with an Internet connection to a central website has helped create a much-improved language learning device, says entrepreneur Chris Lonsdale.

'The technology allows you to have all the elements in one place and gives you new insights (into how you can learn languages),' said Mr Lonsdale, whose app is a six-month course for Chinese people to learn English.

Yep...buat yg satu ini saya benar2 merasakan keuntungan memiliki iPhone :D (sambil utak atik apps 'kamus' Mandarin di iPhone). Bahasa Mandarin yang menantang aja bisa dipelajari dengan cara ini, gimana dengan bahasa Indonesia yaa?? hihi...waa bisa sepi pasar nih! :D

Tapi inovasi lain juga banyak, bukan hanya inovasi dalam belajar bahasa. Bisa anda bantu sebutkan contoh lainnya??? ;D


Jumat, 10 April 2009

CROCS: Amankah?

(foto dari wikipedia)

Siapa yang gak kenal Crocs? Well...buat yg belum kenal, Crocs itu merek sepatu / sandal yang cukup populer di dunia, termasuk Singapura. Lucu2...warna dan asesorisnya, sehingga sepatu ini populer di kalangan anak2 bahkan orang dewasa. Semua orang memakainya, GW Bush juga dipotret dg sepatu ini di kakinya. Memang saya dengar2 banyak berita miring tentang segi keamanan sepatu crocs, tapi benar2 tidak mengira kalau siang tadi, saya harus menyaksikan sendiri kejadiannya.

Lokasinya di eskalator (di mana lagiii, emang ini tempat paling dimusuhi sepatu crocs) di underpass di OrchardRd - Scotts Rd. Lagi asyik ajak jalan2 si raja kecil. Eskalator sedang berjalan turun. Yang saya tahu, di belakang kami ada bapak2 setengah baya dengan seorang anak laki2 berumur sekitar 10 tahunan, mungkin ini cucu nya ya. Mereka asik bercanda dan tertawa riang, tapi sedetik kemudian saya dengar si anak mulai berteriak-teriak. Saya pikir, "Aih... becandanya seru sekali sampai teriak-teriak nih". Dari sudut pandang saya, samar2 terlihat di kakek berusaha menggendong cucunya. Waah...pasti berat dong.

Lama2...kok teriakan nya semakin keras dan bernada panik. Saya menoleh ke belakang dan...Astagfirullah, salah satu sepatu (dan kaki) si anak terjepit di sisi eskalator yang sedang berjalan! Si kakek panik menggendong cucunya sambil berusaha melepaskan kaki si cucu dari jepitan eskalator!

Mendekati ujung bawah eskalator...akhirnya kaki si anak bisa terlepas. Bagaimana dg sepatunya? Stuck dan lumat terjepit eskalator.

Cepat2 saya minta si raja kecil untuk tunggu di temapt yg sepi (which was difficult because orchard underpass are known for its crowdedness...apalagi skrg kan hari libur). Saya tanya si kakek apa dia baik2 saja...saya lihat kaki si anak laki2 ...untungnya tidak parah...hanya kulitnya terkelupas, kelihatannya, I may be wrong kan. Kasian si anka...kelihatan dia shock dan kesakitan. Cepat2 saya tarik seorang mas2 yg muscular/ gede dan strong buat bantu si kakek. Saya bilang, "Hey...bisa bantu gotong anak ini ke atas dan cari taksi?" Untungnya si mas bilang oke. Sukur alhamdulillah. 

So I said to the grandpa, "Go upstairs...di atas ada tempat cari taksi, pergi ke klinik terdekat ya". Sambil tak lupa memasukkan gameboynya si anak yg terjatuh di tanah tadi, ke kantong plastiknya si kakek. Sambil tak lupa berdoa semoga ada orang baik yg mau antar mereka ke rumkit/klinik dokter terdekat. I wished i could help more... but my raja kecil kelihatannya juga shock menyaksikan kejadian tadi. Wajahnya sudah mau nangis gitu....duuuh kesiaaan. Saya juga mau nangis...kesian lihat si anak tadi kesakitan, kesian lihat anak saya shock. Hadooh....

Sesudah kejadian tadi siang...I swear...gak mau lagi saya timbang2 beli sepatu crocs for myself or for my son. No no no...not after the incident! Never...

Saya googled incidents associated with crocs....alamak...banyaaaak sekali posting dan news ttg kejadian yang hampir sama.

So for those of you who are crocs fan...or thinking of buying their cute designs for your small children...please reconsider and read again the incident i have just experienced. It was a nightmare for me...it was definitely a nightmare for the victim too. Jangan tambah korban lagi yaaa!!  :(

Selasa, 11 November 2008

Semua Ada Aturan

Baru-baru ini saya mengundurkan diri dari keanggotaan sebuah mailist. Gak usah diceritakan ya milis apa, pokoknya ini salah satu milis dari 3 milis yg saya ikuti (banyak atau sedikit tuh hitungannya).

Kenapa mengundurkan diri?

Sebabnya karena saya terganggu dg email2 tidak jelas yg masuk ke mailbox saya. Emailnya sering antar dua orang saja, tidak lebih dari 1-2 lines, dan isinya hanya tegur sapa yg berulang. Istilah saya: lempar2an  email gitu. 

Karena mulai terganggu dg banyaknya email tak jelas yg harus saya hapus tiap hari, saya usul untuk sedikit tertib bermailist. Usulan cuma sedikit saja, yaitu:
1. Subject email disesuaikan dengan isi email  (karena kebanyakan isi emailnya tidak ada hubungan sama sekali dg subject email)
2. Kalau email antar 2 orang saja, dan bersifat pribadi, lebih baik menggunakan jalur pribadi (japri)

Bagaimana tanggapan anggota mailist yang lain?

Yang bersuara: sebagian besar intinya menyatakan tidak setuju. Alasannya, ini mailist kan bersifat kekeluargaan, bukan mailist bisnis atau berhubungan dengan keahlian atau profesi. Jadi sah-sah aja lempar-melempar email yang  isinya hanya tegur sapa, atau permintaan titip2 barang kepada teman yang akan pergi ke suatu tempat, atau ledek-ledekan dan becanda yang bersambungan.

Well...this is where I disagree. 
Sesederhana apapun, mailist harus ada aturannya, karena ini forum terbuka, keanggotaan banyak dan mungkin anggotanya punya aktivitas dan fokus dan kepentingan berbeda mengikuti mailist itu.

Dan karena ini forum terbuka, kita juga sebaiknya menerapkan kebijakan toleransi/ tenggang rasa dan berpikir dua kali, sebelum mengirim email ke mailist yg kita ikuti. Tanya diri sendiri sebelum menekan tombol  "SEND" : Apakah email saya ini beguna untuk semua anggota mailist? Apakah isinya akan menggangngu atau menyinggung anggota mailist lain? 

Kedua mailist lain yang saya ikuti semua menerapkan bbrp peraturan, tidak ketat, tapi isi mailist jadi berguna untuk semua anggotanya. Dan oleh karena itu, saya setia mengikutinya.

So I really dont get it with this particular mailist, kenapa anggotanya  tidak mau teratur (bukan diatur loooh). 

What do you think? 
Menurut anda, perlukah ada aturan penggunaan mailist? Atau anda setuju dengan teman2 saya, yang mengatakan, hidup ini sudah susah, mari jangan dibikin susah dengan menerapkan aturan juga pada mailist kita. 

Update me on this: 
Apakah kebanyakan mailist yang ada isinya seperti yang saya gambarkan di atas? Kalau iya, berarti memang asya yg harus melakukan seleksi, mailist mana yg berguna untuk diikuti, mana yg tidak  :)


Sabtu, 20 September 2008

SPEAKERS' CORNER

Di negara yang segalanya serba diatur ini, agak susah untuk mengeluarkan pendapat/ opini terhadap suatu isu, apalagi demonstrasi secara terbuka.

HIngga baru2 ini, jika anda ingin protes atau berorasi, tempatnya hanya ada satu, di Hong Lim PArk Speakers' Corner. Sayangnya...sepertinya park ini kosong dan sepi selalu, hampir tidak pernah ada kegiatan berorasi. Entah karena orang Singapura memang mulai apatis, males mikirin sekitarnya kecuali making more money and money and money, atau memang ijin berorasi (dari pemerintah lewat kepolisian) tidak mudah didapat.

Nah, baru2 ini pemerintah Singapura megubah peraturan berbicara di publik, yang katanya untuk memudahkan para peminat ynag ingin berorasi dan berdemonstrasi.

1. Orasi masih tetap dilakukan di Hong Lim PArk, tapi sekarang orang hanya perlu menulis surat ke National Parks (sebagai pengelola taman) tentang keinginan mereka menggunakan taman sebagai temapt berekspresi/ orasi.

2. Apa saja bisa dibicarakan di Speakers' Corner kecuali hal2 yg berhubungan dengan SARA

3. Bahasa yang digunakan untuk berbicara adalah 4 bahasa resmi negara (Tamil, Melayu, Mandarin atau Inggris)

4. Tidak boleh membawa banner, spanduk, poster, foto, video yang berisi kekerasan selama berbicara

3. Jika seorang Permanent Resident berpartisipasi dalam acara, dia harus mendapatkan surat Ijin dari Kepolisian.

Bagaimana tanggapan masyarakat dengan direvisinya UU berorasi publik ini?
Ini yang masih harus dilihat. 

Kalau berdasarkan observasi saya, orang Singapura itu lebih suka beropini / komplen atau yang lainnya lewat surat pembaca di majalah atau koran, atau berekspresi dalam blog mereka. Kelihatannya khusus pergi ke Speakers' Corner untuk mendengarkan orasi seseorang itu was a thing in the past deh! hehe...gaktau juga ya.

Rasanya lucu,  mau protes kepada sebuah lembaga yang berkedudukan di City Hall area, protes dan orasi nya dilakukan di daerah ChinaTown ( lokasi Hong Lim Park) yang jarak keduanya harus ditempuh dengan MRT! Walaupun ternyata banyak negara (terutama negara Barat) yang juga memiliki Speakers' Corner bagi masyarakatnya yang ingin berorasi.

Kalau di tanah air bagaimana ya? Apa perlu mendapat ijin dari yang berwenang untuk melakukan orasi/ demo atau cukup memberitahu mereka saja? Adakah angin perubahan sejalan dengan semakin terbukanya (katanya lho) demokrasi di tanah air? Nampaknya musti nunggu tanggapan dari teman di tanah air nih.


Sabtu, 09 Agustus 2008

Something to remember - Beijing Olympics Opening Ceremony

I hope you watched the Opening Ceremony of Beijing Olympics yesterday, if you didn't, then I am afraid you have missed the most beautiful, spectacular yet graceful and grand ceremony to date.

It showcased the best of China, period. Zhang Jimou had done a wonderful job, as usual, choreographing the whole performance, and I loved every single one of it! My favourite was the taichi performance and the traditional chinese painting piece, done by a group of gymnasts cum dancers while dancing. The show used latest technology inventions and it was used to support and transformed an imaginative idea into an excellent performance. Awesome piece indeed. It left such big impression to the spectators at teh Bird's Nest stadium and  around the world, including me.

It is said that the show cost around US$40 billion! It was money well spent I guess, as the show was China's chance to show the world how great they are and at the same time, to shift the negative stigma of the country to a more positive image in the eyes of the world, and the Western people in particular. 

BTW, I managed to tape the first two hour of the opening ceremony! Hurrah! 

Check these links to see more shots from the Opening Ceremony.

http://news.nationalgeographic.com/news/2008/08/photogalleries/Beijing-Olympics-photos/index.html

http://en.beijing2008.cn/

Senin, 07 April 2008

DICARI ... PENGGANTI PM

Baru2 ini koran lokal memuat hasil wawancara mereka dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong. Pembicaraan seputar regenerasi...beliau sedang cari bibit unggul yg bisa dijadikan penggantinya nanti.

"I have found some people, but we want the best possible team" kata beliau

Beliau sedang urgently seeking talent, baik dari lingkungan pemerintah maupun profesional. Baru-baru ini seorang pengacara senior top di Singapura dirangkul ke dalam arus pemerintahan, tentunya juga salah satu strategi beliau membentuk tim yg kuat ya.

Berhubung Singapura itu negara kecil, salah satu cara PM Lee (mungkin orang2nya lah ya) mencari orang2 berbakat yg akan direkrut ke dalam pemerintahan dimulai dari bangku sekolah, tepatnya ketika para bibit unggul ini mulai masuk universitas, lanjut ke postgraduate, phd, karir mereka dst dst. Hohoho...serius ya. Well they have to, bahkan dengan begini pun mereka masih kekurangan tenaga ahli di berbagai bidang, bisa dilihat dari banyaknya foreign talents yg sekarang menyerbu kota Singa ini. Tentunya mencari bibit unggul di bidang politik ya sulit juga ya?

Menurut PM Lee, para bibit unggul ini biasanya butuh 2-3 term pemerintahan untuk bisa perform dan siap jadi pemimpin yg matang. Jadi sekitar 10 tahun. Memang mereka pandai2 dan bisa belajar dengan cepat...tapi "there's alot to be learnt" kata beliau.
Dan sudah bukan rahasia lagi (karena diberitakan kok di media masa) gaji pegawai negeri di sini bukan main bagusnya, disertai dengan segala 'perks'nya. Gak kalah dengan gaji para CEO perusahaan swasta di bidang finance, hukum dll. Lah...iyalah..kalau bayaran gak bagus, mana mau para profesional yg sudah sukses di bidang mereka mau diajak terjun ke dunia politik.

Tentu bagus strategi ini, karena yg saya perhatikan benar2 di sini, pemerintah (dan orang2nya) semua benar2 bekerja untuk rakyat dan negara. Gak ada yg cari uang untuk mereka sendiri (ehm...tanpa berkeinginan menyindir).

Indonesia? Hm...susah mau mulai dari mana ngomongnya ya. Mau pake strategi bayar tinggi, dari mana uangnya?
Mau pake strategi ngetap bibit unggul dari jaman sekolah, walah...mutu pendidikan di Indo (lain kalo di luar ya) gak bisa dijadikan standar.
Bibit unggul diminta belajar selama 2-3 term pemerintahan? Walaaw...tiap term aja orangnya ganti-ganti terus! Gimana mau belajar coba.

JAdi...kalau anda (merasa sebagai) bibit unggul, di sini ada lowongan loh, menjadi pengganti PM!

:)

Minggu, 07 Oktober 2007

Milikku? Milikmu? Milik kita?

Rasa Sayange
Rasa sayang sayange
Ee... lihat orang dari jauh
Rasa sayang..sayange

Ini lirik lagu Rasa Sayange versi Indonesia yang lagi heboh itu....

Iya lah...heboh. Malaysia menggunakan lagu ini sebagai lagu pengiring iklan promosi wisatanya, Truly Asia! Tidak lama....orang Indonesia mulai kasak kusuk gerundel...menuduh Malaysia menggunakan dan mengklaim lagu rakyat milik Indonesia sebagai lagu rakyat mereka.
Kalau anda cek youtube.com dan memasukkan entry: Rasa sayange di search engine-nya...wah...bisa baca banyak dan ramai komentar tentang polemik ini.

Mana yang benar? Lagu ini lagu rakyat Indonesia atau Malaysia? Mari kita coba lihat secara obyektif, fakta2 yang ada. Pertama...lagu ini (dari sumber2 berita yg saya baca) sudah ada sejak dulu tahun 1920-30an, sebelum Indonesia merdeka, sebelum Malaysia dan Singapura berdiri sendiri. Kedua...Indonesia, Malaysia, Singapura...adalah negara tetangga, serumpun melayu...yang dulunya semua dikenal sebagai kepulauan nusantara. Jadi...rasanya bukan barang aneh jika lagu Rasa Sayange dikenal dan dinyanyikan oleh masyarakat di kepulauan ini...yang kemudian akhirnya terbagi menjadi tiga negara berbeda. Yang mempersulit menelusuran asal usul lagu ini adalah...karena seperti kebanyakan lagu rakyat...pengarang lagu ini tidak diketahui/ dikenal.

Mungkin juga ya lagu ini memang asalnya dari Indonesia, tapi kenyataannya sulit membuktikan itu. Ya karena tidak ada bukti hitam di atas putih lah. Orang jaman dulu mana terpikir untuk mematenkan karya cipta mereka, ya ngga? Jadi biar kita marah dan mencak-mencak seperti apapun, hasilnya tidak ada, karena tidak ada bukti yang mendukung.

Saudara sebangsaku...dewasalah! Malu rasanya kita hanya bisa memaki dan menuding sesuatu yang belum jelas benar salahnya. Seperti biasa...kita memang pandai dalam urusan protes dan menuding, cepat tersinggung, dan omong banyak...tanpa berpikir dahulu. Ini sepertinya kualitas bangsa kita yg harus diberantas..tas...tas...hingga tuntas. Sudah tidak jaman berego besar seperti ini, apalagi negara kita bukannya negara superior yang unggul dalam banyak bidang, sehingga menimbulkan rasa enggan pada semua tetangga dan temannya. Lagipula...di mana kesopanan kita? Bahkan dalam keadaan marah dan ingin memprotes sesuatupun ada sopan santunnya. Tak perlulah memaki-maki dan memprotes secara berlebihan...

Ataukah...justru karena kita bukan negara superior... melainkan negara yang kurang dalam banyak hal...yang akhirnya tinggal ego (bukan harga diri yaaa....lain loh) besar yang dijaga?

Entah...anda yang bisa menjawabnya.

Selasa, 22 Mei 2007

Property Booming

Pemerintah Singapura memiliki visi yang jauh ke depan untuk negara dan rakyatnya. Salah satunya, mereka ingin membuat Singapura menjadi salah satu Education HUB di Asia...dan mungkin juga dunia. Sudah banyak sekolah/ universitas berkelas dunia yang membuka cabang atau bekerja sama dengan universitas lokal di Singapura. Contohnya John Hopkins, Chicago Business School, Duke University, INSEAD dll. Dengan adanya universitas kelas dunia ini di Singapura, diharapkan dalam 15-20 tahun ke depan Singapura bisa menarik banyak (80 ribu? kalau tidak salah) murid dari negara2 tetangga Asean hingga Asia Timur spt Jepang, Korea sampai Amerika dan Eropa.

Dalam hal investasi, pemerintah Singapura tidak pernah main2. Mereka ada proyek besar yg hingga sekarang masih jadi bahan pembicaraan masyarakat. Ada yang mendukung...ada juga yang menolak dan tidak setuju dengan rencana ini. Proyek apakah itu? Proyek Integrated Resort/ Resor Terpadu di Sentosa, termasuk pembangunan Kasino besar kelas dunia di sana.

Adanya proyek besar ini tentunya akan mengundang banyak foreign talents datang dan bekerja di Singapura, sesuatu yang menjadi harapan pemerintah Singapura.

Efek yang sudah dirasakan sekarang adalah....menaiknya harga properti. Orang yang ingin membeli properti, flat, condominium, rumah apa saja...harus berpikir beberapa kali sekarang, karena harga properti terus menaik. Well...kalau ada uangnya, beli sekarang! Sekarang! hehehe
The price will not go down for the next three to four years, kayaknya.

Begitu juga dengan harga sewa flat. Banyak teman yang sudah mengeluh karena tiba2 landlord mereka menaikkan harga sewa. Bahkan ada yang hingga dua kali lipat! Crazy! Adik saya sekeluargapun tak luput dari fluktuasi harga properti gila-gilaan ini. Mereka harus keluar dari flat mereka akhir bulan depan, karena flat mereka akan dirubuhkan...untuk dibangun menjadi condominium baru. Sekarang harusnya (saya cuma bisa menerka2 karena tidak berani bertanya langsung) mereka sedang panik mencari flat baru yang ... harga sewanya masuk akal dan budget mereka.

Kalau keadaan seperti ini, siapa yang menarik untung? Orang2 yang memiliki rumah sebagai investasi. Mereka bisa menyewakan rumah/flat mereka dengan harga bagus, atau menjualnya dalam satu dua tahun ini. Untung banyak. Waaa....sayang, saya bukan salah satunya.

Jumat, 04 Mei 2007

Hormat kok diprotes!

Iran's President Mahmoud Ahmadinejad was accused of indecency ....after he embrassed and kissed the hand of his elderly school teacher at a ceremony in Teheran.....(strait times fri, 20/5/2007)

Duuuhhhh... masih aja ada orang yg berpikiran sempit, mengritik seseorang berbuat tidak sopan (tidak tanggung-tanggung, mengritik seorang pemimpin negara) dengan menggunakan agama sebagai penguat kritikan. Sayang disayang...kritik tidak melihat konteks, waktu dan situasi. Jadinya buat saya berita ini konyol.

Being religious is not merely mentah2 mengartikan isi kitab suci tapi juga harus menelaah dan mentafsirkan...memikirkan dan merenungkan maksud dari ayat2 dalam kitab suci. Bukannya sok...saya malah mengaku kalau saya kurang religius. Sholat masih bolong2...puasapun begitu. Tapi menelaah peristiwa (kita bicara ttg insiden pak presiden Ahmadinejad ini ya) berdasarkan konteks secara sepintas saja kita bisa ambil kesimpulan, bahwa beliau (pak Presiden) mencium tangan sang guru sebagai tanda hormat.

Mungkin Presiden Ahmadiejad melakukannya secara spontan, siapa tahu. Oke...katakanlah mencium tangan bukan suatu kebiasaan umum di Iran. Tapi orang dewasa yang bisa berpikir jernih pasti bisa mengerti, what Mr Ahmadinejad did was an honest form of honouring his teacher. Gak usah dibesar2kan lah.

Oya satu lagi...bukankah mencium tangan orang yang dihormati atau dituakan merupakan kebiasaan umum di negara kita? Bukankah nabi Muhammad juga melakukannya?

Gimana sih....

That's why I never like people who are too rigid with their religion. They tend to think that they are the best and their religion is the true religion, others are kafir. Susah hidup dengan pandangan seperti ini, di dunia yang terdiri dari bermacam2 bangsa yang berbeda agama dan kepercayaan.

What do you think?

Selasa, 24 April 2007

Akhirnya, resmi kesepakatan itu....

Akhirnya....pemerintah Indonesia dan Singapura mencapai kesepakatan dalam perjanjian ekstradisi. Perjanjian akan ditandatangani oleh para menteri luar negeri dan pertahanan dari kedua negara di Bali hari Jumat ini (27 April 2007). Kudos kepada kedua negara yang telah berusaha sungguh2 mencoba mencapai kesepakatan ini.
http://www.channelnewsasia.com/stories/singaporelocalnews/view/272064/1/.html
http://www.liputan6.com/view/2,140623,1,0,1177422139.html

Apa arti resminya perjanjian ekstradisi bagi kedua negara ini?
Untuk Indonesia jelas penting artinya. Dengan adanya perjanjian ekstradisi ini, pemerintah Indonesia dapat mulai memburu para 'buron' yang bersembunyi serta menyimpan uang panasnya di Singapura.

Bagi Singapura? Menurut saya, arti perjanjian ekstradisi lebih bersifat simbolis politis ekonomis (hehe...apa pula artinya ya) bagi Singapura. Maksudnya, pemerintah Singapura mungkin akan ada sedikit kerugian dalam bidang ekonomi, karena biar bagaimanapun, uang yang disimpan para 'buron' dari Indonesia itu jumlahnya cukup banyak. Tapi tidak cukup banyak untuk menggoncang perekonomian di Singapura.

Dengan ditandatanganinya perjanjian ekstradisi ini, Singapura menguatkan posisi dan statusnya kepada dunia sebagai sebuah negara yang bersih dan gigih memerangi KKN. Dengan demikian harusnya perusahaan besar multinasional akan semakin yakin dalam memutuskan untuk menanamkan investasinya di Singapura. Good decision eh?

Well...ini hanya pemikiran seorang awam seperti saya terhadap isu hangat ini.

Rabu, 18 April 2007

Gonjang Ganjing di Jiran

Dunia makin kacau, manusia makin galau.
Dunia makin panas, manusia makin ganas.
Pembantaian brutal di Virginia Tech University (AS) salah satu contohnya.
http://www.cnn.com/2007/US/04/18/vtech.shooting/index.html


Mengapa seseorang bisa menjadi tidak waras seperti Cho Seung-hui, si pembantai itu, sangat sulit saya mengerti. Mengapa, apa sebab, kejadian apa yang membuat seseorang bisa menjadi sangat tidak 'normal', punya pikiran yang bertolakan dengan nalar umum dan hidup dalam dunianya sendiri? Apakah karena kejadian dan peristiwa keganasan dan penindasan thdp manusia yang terjadi dimana-mana? Apakah karena trauma masa kecil? Apakah karena bombardir film2 hiburan yang keras dan brutal? Apakah karena rasa kecewa yang berkepanjangan? Apakah karena rasa marah yang memuncak?

Maaf, tidak ada jawaban dari saya akan pertanyaan2 di atas, karena saya bukan pakar kejiwaan. Yang ada hanyalah dugaan yg saya buat sendiri...yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tapi jika tertarik membaca...silakan saja.

Kelihatannya makin banyak saja orang tidak sehat di dunia ini, jangan2 .... sampai derajat tertentu, kita semua pun sudah 'tidak sehat'. Mau bukti? Nah....dalam usia saya yang belum katam kepala 3 pun , sudah beberapa kali saya bersenggolan dengan manusia yang mungkin bisa dikategorikan 'kurang sehat'. Bukankah ini pertanda..makin banyak jumlah orang yang 'kurang seimbang mentalnya' di dunia ini?

Yang pertama : baca posting saya "Menghapus Masa Lalu" http://catatanpendek.blogspot.com/2007/04/hantu-masa-lalu.html

Yang kedua : salah seorang teman kos dulu sempat mengalami depresi berat, yang menyebabkan dia harus dirawat di institusi khusus untuk menyehatkan mentalnya.

Yang ketiga : adik saya pernah akan 'dihabisi' anak tetangga yang sudah sukses dicuci otak suatu organisasi religi yang keras fundamentalis. Sebabnya...adik saya ingin menyadarkan anak tetangga ini, bahwa aliran yg dianutnya bukan aliran yg benar, bahkan membahayakan. Kami sekeluarga sempat panik dan ketakutan karena niat seram anak tetangga ini.

Segala penyakit ada simtomnya/ tanda2nya. Begitu juga dengan penyakit 'kejiwaan'. Kalau kita peka...mungkin kita melihat dan merasakan tanda2 jika salah seorang anggota keluarga atau teman menderita penyakit semacam ini. Tapi...kehidupan masa kini yg super sibuk, dan sendiri2...mungkin juga membuat kita tidak peduli dg keadaan sekitar. Jadinya...orang2 seperti Cho terabaikan, hingga akhirnya menjadi berita karena melakukan sesuatu yg mengerikan.

Tragis......ya. Siapa tahu dia sebenarnya masih bisa diselamatkan, jika ditangani tepat waktu oleh para ahlinya. Siapa tahu.........



Rabu, 11 April 2007

Ramai-ramai kenaikan gaji

Surat kabar Singapura sedang ramai membicarakan pro dan kontra rencana kenaikan gaji para Menteri di pemerintahannya. Kenaikan gaji mereka sebetulnya sama saja dengan kenaikan gaji pegawai swasta secara umum di Singapura. Jika perusahaan berjalan baik, ada perbaikan dalam pendapatan tahunan...sudah sepantasnya pegawainya juga turut memetik buahnya bukan. Mengapa hal ini menjadi pokok pembicaraan dan perdebatan hangat...saya kurang mengerti.

Wahai rakyat Singapura....berbahagialah kalian yg memiliki pemerintahan yang bisa dibilang bersih. Kalian memiliki menteri dan pejabat pemerintah yang pintar, jujur dan mau bekerja keras. Andaikata setengah saja dari seluruh menteri dan pejabat eselon atas negara saya memiliki kualitas seperti mereka...saya dan rakyatnya tentunya sudah gembira. Kinerja pemerintah dan hasilnya tentu bisa dilihat. Yang ada...gaji anggota DPR dinaikkan....tapi hasilnya ...entah...

Ini hukum alam, seseorang yang sudah nyaman dan berkecukupan hidupnya biasanya akan bisa lebih berkonsentrasi menolong orang lain. Mana ada donatur dermawan yang hidupnya pas-pasan atau hampir tidak mencukupi? Bagaimana bisa dia membantu orang lain? Uang lebih tak ada, tenaga lebih digunakan untuk mendapatkan uang lebih untuk keluarga. Kapan membantu orang lainnya? Lain kisahnya jika kebutuhan hidupnya sudah tercukupi, dia bisa melimpahkan perhatikan dan tenaga dan dana untuk membantu orang lain.

Jadi...kalau saya ditanya apa saya pro dan kontra dengan rencana kenaikan gaji para menteri di Singapura. Anda tahu jawaban saya bukan? :)

Berita berhubungan bisa baca di sini :
http://www.channelnewsasia.com/stories/singaporelocalnews/view/269709/1/.html

Minggu, 08 April 2007

Singapura ada andil?

Beberapa hari yang lalu, di sela-sela jeda mengajar, saya ada terlibat obrolan menarik dengan seorang murid saya.

Murid saya ini berasal dari Inggris, dia tinggal di Singapura tapi memiliki bisnis di Batam, Indonesia. Pembicaraan enteng2 saja...kesana kemari hingga akhirnya menyerempet hubungan Indonesia - Singapura. Berhubung dia bukan orang Indonesia maupun orang Singapura, saya jadi tertarik ingin tahu apa pandangan dia ttg hubungan bilateral kedua negara ini.

Dia berkata...intinya...Singapura turut ada andil dalam membentuk keadaan ekonomi di Indonesia. Dia menyinggung ttg perjanjian ekstradisi yg alot dan tiada penyelesaian, juga pemerintah Singapura yang resminya 'menolak' KKN tapi tidak menolak aliran dana (yg ada juga yg didapat secara tidak sah) dari para investor Indonesia ke Singapura. Meningkatnya nilai properti di Singapura karena banyaknya investor (dari Inodnesia dan dunia) yg ingin membeli properti di Singapura. Trend ini mungkin dipicu oleh situasi politik dan ekonomi yg baik di Singapura, tapi mungkin juga karena adanya proteksi dan kemudahan pajak dari pemerintah Singapura yg diberikan kepada para investor ini. Situasi yg sama terjadi di Inggris (terutama London) di mana bayak properti mahal dimiliki oleh orang asing.

JAdi bagaimana? Pembicaraan tidak selesai karena pelajaran harus dilanjutkan kembali. Tapi saya jadi berpikir, Singapura memang mungkin ada andil dalam membentuk perekonomian negara tetangganya.

Sebagai suatu negara kecil tanpa sumber daya alam, adalah sangat penting bagi Singapura untuk :
1. memiliki rakyat berkelas dan berkualitas dunia (ini sebabnya pendidikan dan riset keilmuan sangat penting bagi pemerintah Singapura)
2. membina hubungan baik dengan negara2 besar tetangga dan dunia, menghindari gesekan dg negara lain sebisa mungkin dan berharap bisa mendapat bantuan dengan mudah dari negara sekutunya ketika dalam situasi darurat (ingat, penduduk Singapura hanya 4 juta jiwa)
3. menjadi negara maju dan diperhitungkan dunia dalam bidang teknologi, bisnis, ekonomi, politik, contohnya adalah dengan :
4. memberi pelayanan dan proteksi kelas dunia kepada para investor supaya mereka bersedia tetap 'memarkirkan' dana mereka di Singapura.
5. menggunakan sebaik2nya 'resources' yang ada (dana dari investor asing) untuk membantu memutar roda perekonomiannya.
6. dll dll tambahkan sendiri

Singapura yang mungil dan tidak punya sumber daya alam yg bisa diandalkan harus mengimbanginya dengan prestasi negara dan rakyatnya di bidang lain.

BIcara ttg kompetisi...apalagi kompetisi kelas dunia, mungkin mau tidak mau pemerintah Singapura setengah 'menutup mata' tentang dari mana sumber aliran dana yg masuk ke negaranya. Tetapi rasanya kok tidak benar ya? Ini mungkin buah simalakama bgi pemerintah SIngapura sendiri. Maunya mendukung negara tetangga dalam memberantas korupsi...ehh....kok bisa2 kena getahnya sendiri. Susah ya....

Kamis, 05 April 2007

Tenggang Rasa Bung!

Ada pepatah yang mengatakan 'lain padang lain ilalang'. Benar sekali diterapkan di Singapura yang penduduknya terdiri dari berbagai bangsa. Tiap bangsa memiliki kebudayaan dan kebiasaannya sendiri, yang belum tentu sama dan bisa diterima oleh bangsa lain. Tapi sejauh kita menyadari perbedaan kita, semestinya tidak akan ada gesekan. Sebagai bangsa pendatang, saya merasa ada baiknya saya memperhatikan kebiasaan masyarakat lokal. Tentunya...tidak ada salahnya jika saya melakukan sedikit penyesuaian dalam kebiasaan saya, sekiranya kebiasaan itu bertolak belakang dengan kebudayaan dan kebiasaan lokal.

Penyesuaian diri terhadap kebudayaan dan kebiasaan lokal bisa berlangsung secara sadar maupun tak sadar. Yang termasuk Kebudayaan di sini adalah pengaruh bahasa, makanan, pandangan hidup...apapun. Mau contoh?

Misalnya...tak lama sejak saya tinggal di Singapura saya merasa heran sekaligus takjub menyaksikan bagaimana cepatnya orang Singapura melahap habis makan siang mereka di Hawker Centre. Belakangan saya menyadari...saya memang harus makan cepat (walau ini bukan cara yg sehat) karena kursi saya akan digunakan oleh orang lain, yang sudah gelisah berdiri di sebelah meja menunggu giliran makan.

Contoh lagi....
Dulu saya berpikir...mengapa orang Singapura selalu tidak sabaran...selalu tergesa-gesa. Dan ohhhh........tangga berjalan di pertokoan berjalan dengan sangaaat cepatnya!
Sekarang? Ibu saya sering mengeluh jika berjalan dengan saya, katanya saya selalu tergesa2.
Hampir habis rasa kesabaran saya menunggu teman dari Jakarta yang sedang berlibur di sini, memutuskan akan di mana kami makan siang hari ini.
Secara tak sadar....budaya dan kebiasaan hidup lokal sudah merasuk.

Saya rasa, saya termasuk orang yang punya tenggang rasa tinggi...terutama setelah tinggal di Singapura...berkenalan dengan orang dari berbagai negara dan bangsa. Tapi rupanya, rasa toleransi saya diuji ....oleh tetangga sendiri!

Tetangga depan rumah berasal dari salah satu negara terbesar di dunia. Negara Asia...tak perlu saya menyebut nama. Kelihatannya mereka adalah sekumpulan pekerja muda dari negara ini. Ada satu kebiasaan buruk mereka (menurut kaca mata saya) yg benar-benar tidak bisa saya terima. Mreka punya kebiasaan membanting pintu depan ketika keluar atau masuk rumah.
Suara pintu yang dibanting terdengar sangat mengagetkan .... dan mengesalkan hati kami sekeluarga.

Sepertinya mereka tahu kalau saya kurang suka dengan kebiasaan mereka, karena pernah pada suatu hari saya dan salah seorang dari mereka secara hampir bersamaan berada di depan pintu rumah masing2. Saya akan masuk rumah dan sang tetangga akan pergi keluar. Penasaran...saya ingin tahu, apakah dia akan membanting pintu seperti biasa? Kalau dia masih membanting pintu juga...saya akan tegur (mungkin dengan wajah yang tidak bisa menyembunyikan kejengkelan) dan minta dia tidak membanting pintu lagi. Saya tunggu. Apa yg terjadi?

Tiba2 sang tetangga melayangkan pandangan ke arah saya. Kami saling bertatap mata. Saya menahan napas...menunggu cemas. Sang tetangga tertegun sejenak, dan tidak jadi membanting pintu. Dalam hati saya bertanya...."Apakah ini pertanda baik? Semoga dia mengerti perasaan saya...dan semoga dia memberi tahu teman serumahnya tentang perasaan saya."

Ternyata....ketertegunan sang tetangga hanya berlangsung saat itu. Berikut2nya...masih juga mereka membanting pintu. Tadi pagi.. suami dan ibu saya setengah mengeluh, mengatakan bahwa kali ini bantingan pintunya terdengar jauh lebih keras! Alamak! Masa iya?

Saya sudah hilang akal. Mau bicara baik2 rasanya sudah tidak sanggup. Inginnya marah saja, melabrak mereka dan mencaci mereka, mengatakan alangkah kasar dan tidak berpendidikannya kelakuan mereka. Tapi saya juga tahu, saya tidak bisa melakukan itu, karena mungkin saja mereka tidak berpendapat begitu, sesuai dengan budaya mereka.

Ingin rasanya berkata, "Tenggang rasa bung! Kita sama2 pendatang di negeri ini. Dari dua negara yang berjarak ribuan kilometer. Alangkah baiknya kita menjaga perasaan tetangga kita."

Sungguh mati baru kali ini saya punya tetangga menyebalkan. Sebelum2nya...saya selalu berteman baik dengan tetangga, apakah dia orang Singapura atau dari negara lain, sama saja, sama baiknya. Tidak yg satu ini. Apa bedanya? Mungkin pengaruh kebudayaan dan kebiasaan di negara sendiri...mungkin kebiasaan membanting pintu memang sudah membudaya di negera asalnya. Apapun.... itu bukan sesuatu yg baik yang bisa dibawa ke dan diterapkan di negera lain.

Senin, 26 Maret 2007

Dari Pasir ke Granit

(Diambil dari blog lain, ditulis tgl 12 MAret 2007)

Belum reda heboh-heboh ttg penghentian ijin ekspor pasir ke Singapura, pemerintah Indonesia membuat kejutan lagi dengan beredarnya berita bhw mereka sedang mempertimbangkan kemungkinan penghentian ijin impor granit. Lagi-lagi kejutan tak enak bagi Singapura. Pemerintah RI mengatakan pencabutan ijin ini berkaitan dg rusaknya lingkungan yg disebabkan oleh penambangan semena-mena.

Isu penambangan emas, penebangan/ pembakaran hutan, pengerukan pasir yang tidak ramah lingkungan sepertinya sudah merupakan isu yang belum terpecahkan selama bertahun-tahun. Dan rasanya kita sama-sama tahu mengapa pemerintah Indonesia seperti tidak punya gigi dalam menyelesaikan masalah lingkungan ini. Ya....yang punya kuasa dalam pemerintahan mungkin 'terciprat' untung yang didapat dari usaha ini.

Sedihnya....kalau pemerintah jujur harusnya negara kita sudah kaya dari dulu dari hasil ekspor sumber alam kita. Dan...kalau pemerintah kita bertanggung jawab, lingkungan hidup kita tidak perlu rusak karenanya. Lagi2 ujungnya....serakah. Pejabat pemerintah yang berurusan dengan bisnis ini mungkin banyak yg silau dengan kekayaan sekejap yg bisa diraih. Pengusaha lokalpun ada andil dalam kerusakan lingkungan yang terjadi. Tak perlu takut ditangkap jika melanggar hukum...asal selalu siap melakukan 'salam tempel' pasti aman.

Saya angkat topi terhadap niat mulia pemerintah RI yang katanya ingin menghentikan kerusakan lingkungan yang lebih gawat lagi terjadi di bumi nusantara ini. Tapi...saya agak apatis terhadap hasil yang akan didapat, selama pejabat pemerintah dan pengusaha lokal masih main hukum rimba.

Jadi....jangan takut Singapura, isu2 yg timbul belakangan ini bukan berarti kami tidak menyukai kalian. Sepertinya kalian sedang sial saja dan hanya sekedar terkena imbas dari usaha pemerintah RI mengatasi kerusakan lingkungannya.

Di tengah ketidakyakinan...saya berdoa semoga pemerintah RI kali ini benar2 serius ingin memperbaiki kondisi lingkungan negaranya. Sudah terlalu parah kerusakan lingkungan yang terjadi...banyak yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi, banyak sudah pulau yg hilang dari permukaan laut. Jangan sampai anak cucu saya mengenal jalak Bali, badak bercula satu dan orang utan hanya dari museum karena hewan2 ini telah punah. Semoga..........
http://www.channelnewsasia.com/stories/singaporelocalnews/view/263743/1/.html

Indonesia....apa salahmu?

(Diambil dari blog lain yg ditulis tgl 6 Maret 2007)

Baru beberapa hari yang lalu saya menulis tentang Indonesia, dg masalah pasir dan perbatasan dan ekstradisinya dg Singapura, dan dampaknya jika Indonesia terkena bencana lagi (malulah menerima bantuan dana dan tenaga dari Singapura lagi), ternyata Indonesia kembali dirundung petaka.

Kemarin terjadi gempa bumi skala 6.6rich di Padang http://news.yahoo.com/s/ap/20070306/ap_on_re_as/indonesia_earthquake, getarnya terasa sampai Singapura. Belum sempat kita mengatur napas setelah mendengar ttg berita gempa ini, pagi tadi ...sebuah pesawat Garuda terbakar ketika mendarat di bandara Adisucipto. http://www.cnn.com/2007/WORLD/asiapcf/03/07/indonesia.plane/index.html

Ada apa dengan negaraku ini? Mengapa kita selalu dirundung malang? Apakah yang Maha Tahu ingin mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan negaraku ini? Mengikuti berita tentang bencana di Indonesia seperti sedang menonton film berjudul "Doomed Country" ouch....
Seorang teman dekat berkata kepada saya bahwa negara Indonesia sudah 'tak terselamatkan', sudah terlalu banyak orang berdosa yang tidak juga sadar2 akan kesalahannya. Jadi Yang Kuasa murka....dan bencana demi bencana datang untuk menghukum kami. Wooo.......ini berat.

Mungkin teman saya ada benarnya. Kita biasanya baru bisa berpikir dan menilai secara obyektif jika kita mengambil jarak dengan sesuatu yang ingin kita nilai. Setelah bertahun tinggal di negara orang, bisa saya rasakan bagaimana bobroknya mental sebagian bangsa Indonesia, pemimpin2 negaranya tidak bisa menunjukkan contoh yg membanggakan...tapi malah memberi gambaran bagaimana rasa ingin berkuasa dan haus harta mengalahkan kepentingan orang banyak. Sadar bahwa kita tidak memiliki apapun untuk dibanggakan...kita cenderung menjadi defensif....cepat tersinggung, karena tinggal gengsi dan harga diri yang masih melekat. Jadinya...negara Indonesia sering ada masalah dengan negara lain...contohnya isu dihentikannya ijin ekspor pasir ke Singapura, ditariknya duta besar Indonesia untuk Australia ketika pengungsi Papua diberi suaka dan lain-lain.

Jadi bagaimana? Terus terang saya juga tidak tahu pemecahan masalah rumit yang melilit negara saya ini. Mungkin kita harus berdoa minta ampun kepada yang Kuasa, berusaha menebus kesalahan dan dosa dengan berbuat baik dan jujur dalam keseharian kita. Mencoba menjadi lebih rendah hati dan menyadari bahwa kita bukan yang terbaik dalam segalanya. Berusaha membangun kembali hubungan baik dengan negara lain...karena kita jelas-jelas butuh bantuan mereka, terutama pada masa yang sulit seperti sekarang. Mungkin....

Pasang Surut

(Diambil dari blog lain, ditulis tgl 4 Maret 2007)

Seperti layaknya pasangan suami istri...hubungan antara dua negara juga ada pasang surutnya. Termasuk hubungan antara Indonesia dan Singapura. Sekarang hubungan kedua negara ini sedang agak 'garing'....karena isu penghentian ijin ekspor pasir dari Indonesia ke Singapura.
Indonesia awalnya beralasan bahwa penghentian ijin ekspor pasir ini karena dampak penggalian pasir menyebabkan kerusakan lingkungan parah di kepulauan Batam. Belakangan ada petinggi pemerintah yg menyentil, katanya penghentian ijin juga ada hubungannya dg keengganan pemerintah Singapura membahas isu perjanjian ekstradisi antar dua negara...dan isu garis batas kedua negara.

Apa hubungan antara ijin ekspor pasir dengan perjanjian ekstradisi dan isu garis batas negara? Tidak ada...kecuali mungkin hubungan 'gertak sambal' berbau 'balas dendam' atas rasa 'keki'. Duuhhh...apa pula ini.

Isu garis batas negara? Ini bukan berita baru. Indonesia (dan Singapura) juga ada masalah dg negara lain mengenai kesepakatan garis batas negara mereka.
Isu perjanjian ekstradisi memang sudah jadi kerikil hubungan kedua negara sejak bertahun lalu..mungkin semenjak pasca pemerintahan Soeharto. Kita sama-sama tahu, ketika Indonesia gonjang ganjing masa itu, banyak orang kaya Indonesia yg memilih menyimpan uangnya di luar negeri (termasuk Singapura). Orang kaya ini...tentu saja termasuk para oknum tertuduh korupsi di Indonesia.

Sekarang...pemerintah RI giat melacak ke mana larinya uang negara itu...dan berusaha mendapatkan kembali kekayaan negara yg hilang itu, sekaligus membawa oknumnya ke meja pengadilan lewat perjanjian ekstradisi. Reaksi Pemerintah Singapura? Tentu saja sedikit banyak kebakaran jenggot, karena ini berarti akan banyak investasi asing (dari orang2 Indonesia ini) yg harus dikembalikan ke negara Indonesia. Simalakama bukan? Satu pihak Singapura mendukung pemerintahan Indonesia yg bersih memberantas korupsi...tapi berat juga melepas investasi yg menopang lajunya perekonomian negara pulau ini. Setelah bertahun-tahun perjanjian ini terkatung-katung, kelihatannya pemerintah Indonesia mulai kehabisan kesabaran. Lalu dihentikanlah ijin ekspor pasir itu.

Tapi....mengapa pasir? Tentu saja. Singapura sedang maraton membangun negerinya. Proyek besar terakhir yang sedang dijalankan adalah mendirikan komplek Rekreasi Terpadu "integrated Resort' di Sentosa dan Marina Bay. Tentu saja pasir adalah bahan dasar materi konstruksi. Sebagian besar pasir konstruksi di Singapura didapat dari Indonesia. Jadi bisa bayangkan apa yg terjadi ketika ijin ekspor pasir dari Indonesia ke Singapura dihentikan? Kepanikan.

Lalu...dimulailah strategi yg sebagian publik anggap sebagai strategi aksi penekanan thdp negara Singapura. Ijin ekspor pasir dari Indonesia ke Singapura dan Cina (negara Cina sepertinya hanya korban samppingan) dicabut. Sepertinya Indonesia mau menunjukkan kekuatannya thdp negara tetangga mungil. Atau kekesalannya thdp kelambatan pemerintah Singapura membahas isu ekstradisi? Aksi gertak.....membalas rasa kesal karena merasa tidak dianggap penting. Apapun....rasanya strategi ini kurang tepat. Di mana kekuatan diplomasi kita? Tidak bisakah masalah ini diselesaikan dg negosiasi? Sudah pasti alot...tapi setidaknya usaha lewat perundingan...bukan gertakan.

Pemerintah Indonesia juga harusnya lebih membumi. Negara kita bukan negara adi daya...berbulan2 ini kita selalu tertimpa bencana. Kita butuh bantuan negara tetangga...dan Singapura termasuk negara yang rajin membantu. Kita tidak tahu kapan lagi kita akan memerlukan bantuan mereka. Kalau masa itu datang...dan Singapura menolak memberikan bantuan, kita juga yang repot. Di mata dunia juga kita terlihat seperti anak kecil yang merajuk karena mainan yg dia minta tidak diberi. Bukan sebuah 'wajah' negara yang kita inginkan bukan?

Bagaimana jika Indonesia mengajukan usul kpd pemerintah Singapura, bahwa jika kedua negara berhasil mencapai kata setuju dalam perjanjian ekstradisi, setiap kasus pengembalian uang 'panas' yg lari ke negara Singapura berhasil diselesaikan, pemerintah Singapura akan mendapat sekian persennya, tergantung jumlah keseluruhan. Ini penyelesaian hitung2 gampang ala orang awam seperti saya. Saya kurang tahu bagaimana penyelesaian masalah seperti ini di mata hukum internasional...tapi usul boleh saja kan?

Topik berhubungan bisa baca ini:
http://www.tempo.co.id/hg/nasional/2004/11/08/brk,20041108-72,id.html
http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2004/06/03/brk,20040603-18,id.html

Berita pengaruhi jiwa

Menurut saya ada perbedaan besar dalam isi berita surat kabar lokal di Singapura dan di Indonesia, setidaknya dalam mempengaruhi perasaan dan jiwa saya sebagai pembacanya.

Surat kabar lokal di Singapura berisi berita-berita yang meninggalkan kesan negatif dan positif secara cukup berimbang kpd saya. Berita baik (memberi siraman rasa positif ke jiwa) contohnya kemajuan2 ekonomi, terobosan ilmu pengetahuan & teknologi yang dicapai oleh negara Singapura. Berita kurang baik...contohnya berita ttg kasus skandal NKF, kemungkinan terseretnya Singapura dalam kasus pembelian perusahaan Shin Corp di Thailand, berita pembantu Indonesia yang (lagi-lagi) terjatuh ketika sedang menjemur pakaian majikannya dll.

Setidaknya selesai membaca surat kabar lokal sini...saya masih merasakan adanya denyut kemajuan negara mungil ini, diselingi tentu saja dg kendala dan hambatan di sana sini. Denyut kemajuan itu memberi perasaan positif...adanya semacam harapan bahwa negara ini sedang menuju masa depannya yang lebih baik.

Sayang sekali hal itu tidak bisa saya rasakan akhir2 ini ketika saya membaca surat kabar / majalah lokal Indonesia. Saya malah menjadi seorang yang pesimis yang merasa betapa sulitnya situasi di negara saya ini. Sulit untuk keluar dari kondisi kemiskinan, kebodohan dan kebobrokan sebagian manusianya.

Mau contoh? Yang gampang saja, simak opini ttg berita dalam majalah Tempo edisi 19-25 Maret 2007. Ada empat opini ttg berbagai berita di majalah itu...beritanya seputar kasus berbau penggelapan, KKN, hingga ibu rumah tangga yang putus asa karena kondisi ekonomi shg mencabut nyawanya beserta anak2nya.

Apa memang tidak ada lagi peristiwa bagus nan positif di Indonesia yg bisa diberitakan? Rasanya tidak mungkin. Atau memang berita menyakitkan lebih tinggi daya jualnya? Nah yang ini lebih mungkin. Tapi apapun alasan sebenarnya, berita di surat kabar dan majalah tanah air....sering berhasil merusak suasana hati saya.

Anda ada opini lain?

Popular Posts