Selasa, 24 Mei 2022

Proyek Menjahit - Sarung AL-QURAN


Kebanyakan memang proyek dadakan itu yang jadi sempurna dan memuaskan hati. Benar ngga? Kalau kita merancang-rancang proyek, overthinking it overplanning it, akhirnya ngga mulai-mulai.

Contohnya, proyek bikin sarung/ sampul Al Quran milik Aqila. Supaya tidak cepat kotor, Al Quran baru ini buru-buru dibuatkan bajunya. 

Ngga pake patroon. Ukur langsung Quran-nya, dan dipindahkan langsung ukurannya ke kain. Kebetulan kok ya punya bahan dengan motif ini, rasanya cocok dijadikan sampul/ sarung buku ya? Iya ngga? hehe

Gunting-gunting, jahit-jahit, pasang velcro. Tessss....jadi deh.


Bagus kan? Ini Al Quran ukuran jumbo 27 x 37 cm. Hurufnya besar mudah dibaca. Cocok untuk Aqila yang lagi belajar mengaji. Beli di shopee, lupa berapa harganya, mungkin sekitar 30 - 40 dolar ya. Nanti deh saya cek lagi dan update di sini.


 Karena mau praktis ini polanya sebenarnya adalah persegi panjang saja, dua lapis kain. Dijahit bersama, dibalik supaya jahitan sambungan berada di dalam. Dijahit lagi menjadi selembar kain. Ditekuk menjadi seperti sampul buku, dijahit samping kiri-kanannya. Dipasangi velcro dan loop handle. Dijahit tindas dari sisi muka. That is it. Selesai deh!

Senin, 23 Mei 2022

Ngaji Zaman NOW

Ngaji zaman NOW. Online menggunakan aplikasi zoom. Menggunakan portal TV dari facebook yang memungkinkan kita berkomunikasi via facebook messengers, whatsapp atau zoom di smart Tv. Lain kali ya...saya tulis ulasan tentang portal TV. Sementara bisa nonton infonya di youtube dulu. Yang jelas, senang bisa mengobrol via whatsapp, FB messengers atau zoom dengan menggunakan TV. Wajah teman bicara besar dan jelas. Suarapun jelas karena menggunakan speaker TV. Lumayan banget.

Sejak pandemi, kelas mengaji kami (ibu, dik Mita dan saya) kita alihkan menjadi kelas online. Tidak ideal...tapi ini yang aman. Dan juga ini yang memungkinkan ketika Circuit Breaker diterapkan pemerintah Singapura. 

Ternyata, dua setengah tahun kemudian, kelas mengaji masih juga online. Ketika pandemi sudah menjadi endemi, bahaya Covid berkurang tapi...resiko terpapar masih ada. Dan terbukti dua partisipan, ustazah dan saya, sempat terpapar Covid. 

Sebenarnya yang beralih ke kelas online bukan kelas mengaji saja ya. Kelas Bahasa Indonesia saya, kelas paham Al Quran metode Sekejap dengan ustadz Rizal Hamzah dari Palu pun lewat zoom. Nah...kelas ini seru banget. Dan menarik banget. Nanti saya tulis di Posting khusus ya, pengalaman ambil kelas Sekejap Paham Al Quran. 

Minggu, 22 Mei 2022

TRANSAKSI

 


Kalo saya punya anak perempuan, mas bro ini bisa jadi kandidat calon menantu. Pinter cari uang sampingan.

What is happening in the picture?

Foto ini diambil dari jendela dapur. Mas Bro, let's just call him that ya. Sebenarnya dia is the estate cleaner. Di foto ini dia lagi transaksi dengan tukang loak. Mas bro menjual bermacam barang bekas yang mungkin, sudah dia kumpulkan sejak beberapa bulan ini. Barang2 bekas siapakah itu? Barang bekas yang statusnya sudah dibuang oleh para warga estate saya. 

Jadi...mas bro ini pintar tho? Dia dapat untung 100% Modal 0 tapi dapat duit. Mertua mana yang gak suka punya menantu begini hehehehe

Things to do to make Ibu happy

 


Simple pleasure. Gampang menyenangkan ibu. 
Ajak beliau ngeteh dan makan kue dan es krim stroberi sundae di McD.



Ibu suka tanaman. Taman di rumah, hijau2 di rumah, awalnya adalah tanaman peliharaan ibu. Beliau rajin memberi pupuk dan mengecek kondisi tanaman. Sejak ibu sakit, saya yang ambil alih tugas. Susah payah. Awalnya tidak ikhlas karena tidak biasa. Alhamdulillah...sekarang hijau2 nya makin banyak di rumah.

Anyway, Jewel vortex garden di Changi terkenal menyejukkan mata dan hati. Tanaman di sana subur-subur! Petugas lansekapnya juga kelihatan rajin memelihara dan mengecek kondisi tanaman. Sampai pake gondolam untuk mencapai cabang2 pohon yang ternyata lumayan tinggi. Cocok nih, buat ajak ibu ke sana! 



Wow...daun raksasa!!!!





Jumat, 13 Mei 2022

PLSE, move aside

PSLE is officially over!

Last paper was on Tuesday 4 October. It was science paper, and this boy was actually down with cold, runny nose - cough and all that. Fortunately, he said he was fine enough to complete the exam, and hopefully, completed it well. 

This whole experience of taking the PSLE (Primary School Leaving Examination) really taught us a lot, not just Aqila as the child taking the exam but also us as his parents, about patience, perseverance and setting realistic goals. 

I learnt to understand and know Aqila better, to know his strengths and weaknesses, not just in academic subjects but in other aspects in life. 

All children are different. Some are good in academic, some excel in other areas. Some are driven to be the best in everything they do, some are just happy and contented with how things are. Some are very focus, some always daydream and be in their own little world. Some are confident with their abilities,  

 

As much as we/ parents want our children to excel, we cannot push them too much or else they will break down. Update 2022: Almost brokedown, both Aqila and his bunda. Bunda came to the senses. Ikhlas dengan hasil yang ada. Alhamdulillah...anaknya baik2 saja. And bunda never interferes with his study in Secondary school onwards.  


Popular Posts