Sabtu, 06 Februari 2010

Chinatown...Menjelang Imlek

Hasil jalan-jalan ke Chinatown menjelang Tahun Baru Imlek. Hiruk pikuk...meriah dan seru.
Ceritanya berdasarkan hasil jepretan saja yaaa...

Tahun baru ini adalah the Year of Tiger....Tahun Harimau. Ada calon orang tua yang anti punya anak pada tahun Harimau, karena takut anaknya akan susah diatur dan pemberontak (kalau laki-laki) atau terlalu keras kepala dan mendominasi (kalau anak perempuan). Ini kepercayaan lhoooo....boleh percaya boleh tidak. :-)

Tipikal keramaian di jalan2 sekitar Chinatown (MRT Chinatown). Jalan tertutup untuk mobil...para pengunjung bebas keluar masuk toko dan mampir di kios2 musiman yang menjual barang2 seperti di bawah ini:

Hiasan rumah...duit emas. Supaya kemakmuran tak segan mengalir ke rumah dan pemilik rumahnya :-D
Lampion cerah ceria...warna merah melambangkan kesukariaan.

Turis bisa juga melenggang masuk ke museum kecil ini: Chinatown Heritage Centre. Museum yang bercerita tentang sejarah perkembangan daerah Chinatown dari masa kolonial Inggris. Lumayan untuk mendinginkan badan dan berlindung dari sengatan matahari yang dahsyat pada hari itu...disamping tentunya menambah pengetahuan. Cocok buat mereka yg menyukai sejarah. Satu hal yang kurang menarik: tiket masuk seharga 10 dolar adalah agak mahal menurut saya :-(

Pohon bambu keriting. Pada tahun baru Imlek, warga senang menghias rumah mereka dengan beraneka tanaman karena tanaman (apalagi yg segar dan subur) menyimbolkan kesuburan dan kemakmuran. Salah satu tanaman yg populer ya tanaman bambu ini. Ada juga yang suka menghias rumahnya dengan pohon jeruk mandarin mini, lengkap dengan buahnya yang ranum2.

Untuk cerita tentang buah-buahan populer pada Tahun Baru Imlek, bisa cek di sini.

Di bawah ini adalah tujuan kami selalu tiap kali kami datang ke Chinatown menjelang Imlek: manisan buah/ sayur. Konon...makanan ini (dan juga kue mochi) harus ada pada Tahun Baru Imlek...supaya kita tidak ada waktu bicara ttg yg pahit2....karena mulut asyik mengunyah yang manis2, jadi bicara yang manis juga ya! hehe

Kalau mau tahu tentang kebiasaan yang dilakukan masyarakat Cina di Singapura pada Tahun Baru Imlek, boleh baca ini ya.

manisan wortel

manisan kelapa

manisan kiwi
manisan korma

biji teratai

Kuaci! Dari biji melon, biji bunga matahari....dan biji tanaman lainnya! Pokoknya harus ada kuaci!

si Ibu yang asik belanja tak lupa memotret hasil buruannya!



Tiga yang terakhir itu foto2 iseng.... Foto apakah itu....hayooo???

4 komentar:

Lidya mengatakan...

Jilbab bukan mbak? hihihi salah pasti ya

Reni Dwi Astuti mengatakan...

wow keren banget ya...ramai banget ngebayanginnya...asyik juga ya kalo bisa jalan2 kesana...(msh ngimpi.com)
aku nebak ya...itu kayak semacam scarf, atau mungkin syal, atau jilbab kali...he he he...

Awin Ryd mengatakan...

jepretannya keren euy.. kok bisa sampek nyasar ke singapura?

btw, tukeran link yuk, hehe..
awinryd.blogspot.com

Lambertus Hurek mengatakan...

Terima kasih atas foto2 yang bagus, dan banyak, untuk dinikmati banyak orang pula. China Town alias Pecinan di Indonesia, sayang sekali, tidak terawat dengan baik. Di Surabaya bahkan kumuh, jorok, rumah2 berusia ratusan tahun dibiarkan mangkrak kayak rumah hantu.

Ini tak lepas dari politik Orde Baru yang memang sengaja menghancurkan segala sesuatu yang berbau Tionghoa sejak 1966 sampai 1998. Maka, China Town di Surabaya seperti Jalan Kembang Jepun, Kapasan, Karet, Bongkaran... tidak cantik seperti di Singapura itu. Orang2 Tionghoa masih takut2 mengekpresikan seni budayanya yang warna-warni itu.

Sudah ada usaha untuk menghindupkan Pecinan di Surabaya atau wisata kota tua -- Oud Soerabaia -- tapi saya lihat hasilnya masih jauh dari bagus.

Mudah-mudahan pejabat2 dan anggota2 DPRD yang suka ngelencer ke Singapura itu bisa belajar bagaimana menghargai cagar budaya, kota tua, gedung2 bersejarah. Ojo dugem, main mata, thok Cak!!!

Popular Posts