Jumat, 23 Juni 2017

Mum is better

She looks much healthier, dont you think so? Photos were taken around one month since her discharge, during one of her follow-up consultation and therapy sessions.

Sisters Love

Mom's little sister came to see her.
She flew thousand miles, to show support to her big sister.

Belajar jadi terapis juga dong.

Sesi fisioterapi terakhir minggu ini, ibu ada kemajuan besar. Beliau sudah mulai jalan sendiri. Tentunya dijaga, dengan supervisi ketat, tapi senang sekali lihat kemajuannya. Tinggal meningkatkan kemauan, juga kepercayaan diri untuk mulai berjalan sendiri.

Minggu, 11 Juni 2017

On a Lighter Note

Photo-photo selama ibu menginap di SGH.

1. Dik Prisha menemani eyang makan siang/ malam.
2. Ibu menyempatkan wefie dengan anaknya
3. Fisioterapis mulai mengajar ibu untuk latihan
4. Jalan-jalan keluar ward, menghirup udara segar tak ber-AC, sambil motret kembang hehe

Sabtu, 10 Juni 2017

Kembali ke 'Normal'

Fase pemulihan.
Ibu perlu belajar jalan lagi.
Setiap hari giat berlatih. Capek tentu saja. Sekarang berjalan tanpa walker, tentunya masih dibantu. Belajar berdiri tegak tanpa berpegangan, menjaga keseimbangan. Masih jauh perjalanan ibu, tapi semangat beliau tinggi.

Pusat Rehabilitasi SGH besar sekali. Letaknya di gedung baru National Heart Centre, lantai 7. Ada banyak ruang terapi, dan peralatannyapun lengkap dan canggih. Beruntungnya ibu, bisa menggunakan fasilitas ini selama masa pemulihan.

Di rumah, kita coba kembalikan kehidupan ibu senormal mungkin.  Perabot rumah ditempatkan supaya mudah untuk dicapai ibu, tidak menghalangi jalan dan tidak membahayakan beliau. Ibu kembali menyirami tanaman, walau sejauh tanaman di kamar saja. Untuk tanaman di luar, ibu menjadi mandor saja, Aqila atau saya yg menyiram. Ibu juga membantu melipat dan mensortir pakaian. Beliau sudah aktif ber-whatsapp lagi.  :)

Sekarang ibu makan banyak. Dan sehat. Buah dan sayur semua dilalap. Dulu, susah sekali membuat beliau melahap bayam, kangkung, kacang panjang dan sayur lainnya. Minum juga menjadi pekerjaan ringan. Dulu sebelum sakit, rasanya susah sekali meminta ibu menghabiskan segelas air. Sekarang, tiap makan, beliau bisa menghabiskan segelas air, milo atau teh atau apapun yang tersedia. Senangnya. Sebenarnya ini ada penjelasan ilmiahnya. Sewaktu kondisi darah ibu belum terdeteksi, sebenarnya mungkin organ limpa ibu bengkak dan mendesak lambung. Menyebabkan rasa cepat kenyang, kembung dan rasa tidak nyaman lainnya. Kesian.

Sejalan dengan terapi pemulihan pasca stroke,
Dokter spesialis hematologi juga menangani kondisi darah ibu. Baru-baru ini ibu harus minum obat untuk menurunkan kadar potasiu di darah. Dan harus plebotomi lagi.
Semoga konsul berikutnya kondisi ibu makin baik dan prosedur Plebotomi semakin jarang jaraknya.

Haematology Centre ada di Blok 7 lantai 2 SGH. Kebanyakan pasiennya menjalani kemoterapi. Ya...semua penyakit kelainan darah pergi ke sini. Ruang-ruangnya dingiiiin sekali dan kita harus menghabiskam waktu berjam-jam di sana. Dari mulai tes darah, menjalani prosedur hingga bertemu dokter. Ya...sabar saja. 

Pembaca semua, mohon doanya ya supaya kondisi ibu semakin membaik. Ibu tetap semangat dan akhirnya pulih dan kuat kembali. 

Amin YRA.

Rabu, 07 Juni 2017

Konsul Dokter

Ibu menderita kelainan pada sumsum tulang belakang, yang memproduksi terlalu banyak sel darah merah dan platelet. Nama kerennyq polycythemia.

Darah menjadi kental dan menyebabkan penggumpalan darah.

Resikonya terkena serangan jantung dan stroke. Ibu terkena stroke.

Penyakit langka ini biasanya dialami pasien usia senja, 60 tahun ke atas.
Intinya ada mutasi gen.

Penanganannya dengan minum obat, plebotomi dan cek darah secara teratur.

Popular Posts