Ceritanya berdasarkan hasil jepretan saja yaaa...
Hiasan rumah...duit emas. Supaya kemakmuran tak segan mengalir ke rumah dan pemilik rumahnya :-D
Lampion cerah ceria...warna merah melambangkan kesukariaan.
Turis bisa juga melenggang masuk ke museum kecil ini: Chinatown Heritage Centre. Museum yang bercerita tentang sejarah perkembangan daerah Chinatown dari masa kolonial Inggris. Lumayan untuk mendinginkan badan dan berlindung dari sengatan matahari yang dahsyat pada hari itu...disamping tentunya menambah pengetahuan. Cocok buat mereka yg menyukai sejarah. Satu hal yang kurang menarik: tiket masuk seharga 10 dolar adalah agak mahal menurut saya :-(
Pohon bambu keriting. Pada tahun baru Imlek, warga senang menghias rumah mereka dengan beraneka tanaman karena tanaman (apalagi yg segar dan subur) menyimbolkan kesuburan dan kemakmuran. Salah satu tanaman yg populer ya tanaman bambu ini. Ada juga yang suka menghias rumahnya dengan pohon jeruk mandarin mini, lengkap dengan buahnya yang ranum2.
Untuk cerita tentang buah-buahan populer pada Tahun Baru Imlek, bisa cek di sini.
Di bawah ini adalah tujuan kami selalu tiap kali kami datang ke Chinatown menjelang Imlek: manisan buah/ sayur. Konon...makanan ini (dan juga kue mochi) harus ada pada Tahun Baru Imlek...supaya kita tidak ada waktu bicara ttg yg pahit2....karena mulut asyik mengunyah yang manis2, jadi bicara yang manis juga ya! hehe
Kalau mau tahu tentang kebiasaan yang dilakukan masyarakat Cina di Singapura pada Tahun Baru Imlek, boleh baca ini ya.
manisan wortel
manisan kelapa
manisan kiwi
manisan korma
biji teratai




Mereka yang sudah pernah main ke Singapura pasti setuju, bahwa Singapura ada banyak makanan cemilan jalanan yang menarik. Salah satunya ini. 
