Catatan Pendek

Blog ini berisi tentang opini, pengalaman pribadi, obrolan santai hingga unek-unek ttg apa saja termasuk kondisi dan situasi di Indonesia negara asal saya, Singapura negara tempat tinggal saya sekarang dan Dunia. Jika anda mampir, jangan lupa tinggalkan pesan dan komentar ya.

Friday, 11 December 2009

HIDUP ATAU MATIKU...


Setiap kali ada handai taulan yang datang ke kota kecil ini, paling sedikit saya minta dioleh-olehi ini. Sebagai peminum teh (gak pake mabuk biar minum segentong), saya paling rindu dengan rasa teh produksi dalam negeri. Poci tong tji gol para cap botol.....sebut saja, saya tidak akan menolak dibawakan :D

Lha...memangnya orang sini tidak minum teh? Begitu kali kalian bertanya ya? Minum dooong, tapi entah ya, rasanya, teh2 yang dijual di sini...tidak masuk dengan selera kampung saya. Susah ya? Tapi mau bagaimana lagi, sejak kecil...berpuluh tahun yang lalu (iya ...saya sudah 'agak' tua..hehe) orang tua saya sudah memperkenalkan ritual minum teh sore lengkap dengan penganan kecilnya kepada anak2nya!

Konon menurut legenda Cina, teh ditemukan oleh kaisar Shennong yang sedang melakukan perjalanan...lagi 'safari' kali ya kalau meminjam istilah pejabat kita. Ketika sedang beristirahat, pelayan istana memasak air untuk minum sang kaisar, tak sengaja ada dedaunan yang masuk ke dalam panci. Daun ini merubah warna air menjadi merah kecoklatan. Sebagai seorang kaisar yg juga seorang ilmuwan, beliau tertarik pada 'kecelakaan' ini. Dicobanya air kecoklatan itu...dan ternyata rasanya menyegarkan. Jadilah...orang Cina mulai minum teh.

Teh ada bermacam2 ya. Saya baru coba teh hijau dan teh hitam dan teh oloong saja. Teh hitam itu contohnya adalah teh dengan merek seperti di foto di atas. Teh hijau didapat dengan proses oksidasi minimal. Konon terkenal dengan kadar zat antioksidannya yg tinggi.

Teh hitam mengalami proses oksidasi paling kuat dan lama, membuat aromanya tetap bertahan walau disimpan bertahun-tahun. Ini juga yang membuat teh hitam sebuah komoditas dagang yang dicari...karena sangat bernilai ekonomi tinggi.

Teh hijau sebaliknya, cepat sekali kehilangan aroma dan rasanya (dalam waktu kurang dari 1 tahun). Ahaaa....itu sebabnya mengapa teh hijau yg saya simpan terakhir berbau apek ketika saya mau menikmatinya. Ternyata sudah terlalu lama saya simpan!

Teh oloong sedikit di bawah teh hitam lama proses oksidasinya. Rasanya rada sepet ya? Tapi itu menurut saya. Teh oloong yang banyak dikonsumsi di sini. Ya Kun Kaya Toast pun sepertinya menyuguhkan teh jenis ini kepada pelanggannya.

Siapapun penemu teh...sengaja atau tidak sengaja, saya sangat berterimakasih kepadanya karena telah memperkenalkan minuman sederhana tapi memiliki cita rasa luar biasa ini kepada masyarakat dunia...dan saya. Mau dinikmati dengan teacake ala orang Barat atau dengan singkong dan pisang goreng, teh hitam tentu....nikmat sekali!

Pokoknya...buat saya, ini adalah perkara hidup atau mati kalau tidak minum teh! Teh kampung dari tanah air! hehe...hiperbola ya?

Yuk...mari minum teh! :D

Monday, 7 December 2009

Sign language

Lihat poster menarik ini di majalah NAtGeo edisi Desember 2009.

Lucu. Coba...bisa tebak maksud tiap gambar di bawah tanpa membaca
penjelasannya??

Silakan coba!

Eh...sleeping policemen apa ya maksudnya? :P

Monday, 30 November 2009

Ied at Sultan Mosque


Sultan Mosque, mesjid tertua di Singapura. Berada di Kampung Glam, dekat Arab Street, daerah permukiman orang Arab dan Bugis pada masa lalu. Pada hari raya Haji, mesjid ini selain menyelenggarakan Shalat Ied berjamaah dan juga tentunya merupakan salah satu tempat penyelenggaraan kurban. Harap diketahui...acara pemotongan hewan kurban tidak dilakukan di semua mesjid, tapi di beberapa saja, demi alasan kesehatan dan juga toleransi dengan warga beragama lain.
Kebiasaan khas mesjid Sultan adalah penyediaan nasi Briyanni bagi siapapun yang beruntung mendapatkan kupon :D
Daging kurbanpun bisa didapat oleh siapapun yang mau, tinggal meminta kupon saja dari petugas mesjid. Tentunya, sebagian besar daging kurban diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu, tapi sisanya...bisa dinikmati siapa saja.

Posted by Picasa

Mengintip Singapura masa lalu

maket Hotel Raffles
pak porter yang terkenal
courtyardnya, tempat bincang2 yang enak
lukisan di dinding

ulasannya Rudyard Kipling ttg Hotel ini


Eh...ada alas gelas dari Preanger :D
Pernak pernik unik disimpan di lemari cantik
Hoho....apa ini ya? :D
Contoh undangan pesta2 bergengsi yang sering diadakan di hotel ini
gak ngerti...bahasa Belanda.
Akhiri jalan2 dengan makan kue dan minum teh di Ah Teng Bakery :D









tangga mulia ke museum di lantai 3

Hari Minggu lalu saya menemani bibinda berkunjung ke Raffles Hotel, hotel tertua di Singapura. Buat yang bosan jalan2 melihat mal dan mal dan mal lagi, ada baiknya mampir ke sini untuk sekadar menikmati keasrian taman hotel atau menikmati kecantikan arsitektur hotel itu sambil minum teh, kopi atau bir ditemani kue2 atau cemilan lainnya di open courtyardnya. Tidak usah menginap di sini lah, mahaaal! hehee.
Sedikit tentang Raffles Hotel, bangunan cantik ini didirikan tahun 1887, dan sejak didirikannya sudah banyak orang penting selebriti kelas dunia yang mampir dan tinggal di sini. Rudyard Kipling, penulis terkenal dari Inggris pun pernah makan dan tinggal di hotel ini (inti ulasan, dia puas kok tinggal di hotel itu :D)
Anda tahu minuman Singapore Sling? Konon minuman beralkohol yang sekarang menjadi signaturenya Singapura diciptakan oleh Ngiam Tong Boon, bartender di club hotel sebelum tahun 1910.
Ohya...jangan lupa mampir ke Raffles Museum di lantai 3. Museumnya kecil saja, terdiri dari 2 galeri dan sebuah toko cindera mata di sebelahnya. Isinya berbagai memorabilia seputar hotel ini. Cantik dan menarik. Jadi...lain kali mampir ke sini ya?
Lokasi : Raffles Hotel diapit jalan Seah Street, North Bridge Road dan Bras Basah Street. Dekat dengan Raffles City Shopping Centre, dan Bras Basah Complex. MRT terdekat adalah City Hall.

Foto2 lain, silakan klik ini.
Posted by Picasa

Friday, 27 November 2009

Selamat Hari Raya Idhul Adha 1430H

Thursday, 26 November 2009

PADA WAKTU SENGGANG...

Apa ya kira-kira kegiatan para 'Uncles' di sini pada waktu senggang?
'Uncles' itu maksudnya para bapak sepuh, pensiunan atau para 'senior citizens' jika kita pakai istilah lokalnya.
Ternyata banyak kegiatannya, salah satunya adalah : main catur (Cina) :D

Foto ini diambil di salah satu 'senior citizen corner' dekat rumah. Senior citizen corner itu ya tempat yang disediakan untuk para lansia bersosialisasi dengan sesama, dan juga warga lainnya. Karena makin banyak penduduk Singapura yang berusia senja, dan banyak juga dari mereka yang hidup sendiri, tempat semacam ini adalah pemandangan yang biasa di pemukiman rakyat HDB.
Seperti apa 'senior citizen corner' itu? Biasanya tempat ini mengambil salah satu sudut 'void deck' lantai bawah bangunan apartemen yang diperuntukkan umum. Di situ disediakan beberapa set tempat duduk dan meja, kadang ada yang menambahkan pernik TV, radio, pantry kecil (pernah lihat lho, ibu2 lansia asyik berkumpul dan memasak bersama di situ!). Sederhana sekali biasanya, pokoknya supaya para bapak dan ibu ini bisa duduk2 sambil momong cucu sambil ngobrol tentang cuaca, makanan dan sebagainya dengan tetangga.
Di sudut bersebelahan dengan senior citizen corner dekat rumah ini, ada tempat praktek pijat lho! Siapa tukang pijatnya? Ya...para lansia yang sudah mengambil kursus memijat. Siapa pelanggannya? Ya...siapa saja yang merasa pegal2 dan perlu dipijit. :D
Bayarannya murah...hanya sekitar 20 dolar saja, tapi....musti tahan malu, karena tempat praktek pijit ii hanya berupa dipan sederhana untuk pelanggan merebahkan diri selama sesi pijat. Tidak ada ruang tertutup, tidak ada handuk atau selimut pelindung, yang ada angin semilir dan suara kicauan burung yang hinggap di dekat tempat praktek, mungkin karena mereka ingin tahu apa yang sedang terjadi di sana! Hehehehehe...
Kira-kira...waktu kita tua nanti, kehidupan seperti apa yang akan kita jalani ya? Kira-kira...akankah saya mengalami periode seperti ini?

Posted by Picasa

Wednesday, 25 November 2009

Homework :D

Related Posts Widget for Blogs by LinkWithin