Selasa, 25 Agustus 2020

Seri Covid19 - Crazy Quilt table Runner


Hikmahnya tinggal di rumah saja selama masa pandemi Covid19 adalah, kita jadi punya waktu untuk mengerjakan hobi lama yang sempat terhenti. Punya waktu untuk menyelesaikan proyek-proyek yang setengah jalan. Punya waktu untuk bersapa dengan teman dan saudara. Punya waktu untuk berefleksi...dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Punya waktu untuk memulai hobi baru. Punya waktu untuk bercengkrama dengan keluarga, dan banyak lagi.

Tentunya ada efek buruknya juga tinggal di rumah saja selama masa pandemi ini. Orang jadi malas bangun pagi dan bersiap berkegiatan. Hari-hari berlalu dengan monoton, tiap hari tiada beda. Bosan tidak terkira. Bahkan ada orang yang sampai menjadi stres karena tidak bisa pergi ke mana-mana. Ada juga pasangan yang kepingin cerai, setelah terpaksa tinggal di rumah saja selama masa pandemi. Haduh...mana tahan! Ada lagi yang memulai hobi baru...belanja online. Haha....ini benar terjadi pada salahsatu anggota keluarga saya ya. Bukan saya ya.

Bagaimana dengan saya? OK, 1. saya sekarang tahu bagaimana caranya belanja online. Ooh...tapi bukan saya yang hobi belanja di keluarga saya ya. Sekarang saya mengerti metode pembayaran paynow paylah dan pay-pay lainnya. Untungnya saya tidak hobi belanja. Jadi uang saya bisa dibilang aman di Bank. 2. Saya memulai lagi hobi lama atau kebiasaan baru. Salahsatunya menjahit dan quilting. 3. Saya mengaji setiap hari, dan ternyata menyejukkan sekali, ditambah rasa senang karena sedikit demi sedikit, mengaji saya makin lancar. Diselangseling dengan mempelajari tafsir dan menulis, kebiasaan bagus ini dimulai sejak Ramadan yang baru lalu. Tahun ini, puasa dan shalat taraWih lengkap setiap hari bersama keluarga. Alhamdulillah.

Ok, tadi sidetracked sedikit. Maaf ya. Sebenarnya kali ini ingin pamer hasil kerja. Dua hari ngebut menyelesaikan crazy quilt block yang sudah lebih dari satu tahun terbengkalai. Rencananya mau dijadikan selimut atau bedcover....tapi...ah kapan selesainya kalau begitu. Akhirnya menguatkan hati untuk mengganti proyek menjadi proyek table runner. Haha. 

7 crazy block panel ukuran 11inch bujur sangkar (yang sudah jadi), dibuat  bingkainya, disambung panelnya, ditambah backing, dijahit quilt, dan sekarang mejeng di kamar Ibu. Besok akan diteruskan dengan menjahit binding. Ini akan dijahit tangan..sabar-sabar. 

Bagaimana, bagus tidak hasilnya? Oh ya lupa, belum menjelaskan apa itu Crazy Quilt. Kalau mau lengkap infornya, silakan gugel aja.  Kalau mau cepat dan singkat, berikut ini penjelasannya. Crazy quilt itu metode menyambung kain perca menjadi quilt block. Memanfaatkan kain perca yang ada. Dari dua kain perca disambung menjadi satu. Setelah punya cukup banyak kain perca seperti ini, disambung lagi dari dua perca menjadi satu lagi. Begitu terus sampai mendapat ukuran block yang diinginkan. Kain perca bisa ukuran kecil sedang atau besar. Terserah saja, kan namanya crazy quilt. Tidak ada benar atau salah.

OK. Posting ini baru akan diupdate kalau table runnernya sudah selesai. Saya pikir, kalau santai mengerjakaannya, mungkin makan waktu tiga sampai empat hari baru klaar. Ya tidak apa. Tidak terburu-burukok. Nantikan updatenya ya!
Contoh quilt blocknya

Minggu, 29 September 2019

Bersua Teman Lama



Diana teman SMP saya. Dulu kami tidak dekat. Tapi kemajuan teknologi mempertemukan dan mengeratkan pertemanan kami. Apalagi sejak putri Diana berkuliah di Singapura. Kami jadi sering berhubungan, walau biasanya lewat media elektronik. Kali ini...kami bisa 'kopi darat' dong. Temu kangen terjadi dua kali dalam seminggu. Alhamdulillah. 
Kunjungan kedua...Diana membawa buah tangan! Yeaaay...senangnyaaa!

Selasa, 02 Juli 2019

LIBUR SEKOLAH JUNI 2019 - BAGIAN 1

Hampir saja kami tidak pergi ke mana-mana libus sekolah bulan Juni ini. Mengapa?  Karena Ayah yang biasanya membuat rencana liburan untuk kami sedang sibuk dengan urusan kantor. Bulan Juni sudah berjalan dua minggu. Tinggal dua minggu lagi nih! Harap-harap cemas, apakah sempat kita berlibur bersama?



Akhirnya kita bulatkan tekad. Yuk, pergi ke Jogjakarta. Tugas reservasi hotel, pembelian tiket pesawat dan lainnya diserahkan pada Aqila. Ternyata, dia memang sudah berangkat dewasa. Diterimanya tugas tidak mudah ini dengan tangan terbuka. Tentunya, tahap pembayaran dilakukan bersama Bunda atau Ayah. Alhamdulillah... pembelian tiket pesawat dan booking hotel berhasil. Kami jadi juga pergi berlibur!

Selain ke Jogjakarta, kami juga detour ke Bromo, Surabaya dan Solo! Asik kan? 

Detail logistik:
Sin-Jogja - Sin naik AirAsia
Jogja - gunung Bromo - Jogja naik mobil diantar mas Faisal, rekanan pak Reza, jasa transportasi langganan kami di Jogja. 
Keliling Jogja dan juga ke Solo diantar pak Reza.

Kami menginap di Jiwa Jawa Resort Bromo. Hotel bagus dan berkelas.
Penginapan di Jogja namanya Hotel Neo+ Awana di Jalan May Jen Sutoyo Jogja. Ini hotel murah meriah. Hotelnya penuh, mungkin laku keras karena lokasinya di tengah kota. 

Bagaimana dengan pengalaman jalan-jalannya? Baca bagian 2 (Bromo), 3 (Jogja) dan 4(Solo) blog liburan ini ya!




Jumat, 03 Agustus 2018

Another year older another year wiser...




Happy birthday to me!




When we reach certain age, we will cherish every single opportunity given to celebrate our birthday, as we all know...it could be our final birthday for our age is indeed Allah's secret. 

Alhamdulillah...I am able to celebrate mine this year surrounded by the most precious people in my life.

Dear Almighty, let me be a kinder person, a more loving and compassionate being, a daughter who loves her mother without boundaries, a patient mother to my young man, a loyal and loving wife to her husband. Give me strength and good health to continue serving and caring for my family.

O God the Merciful, thank you for all the blessings I have in my life: my dear and devoted family and supportive friends. I am indeed, truly blessed. 

Sabtu, 17 Februari 2018

Popular Posts