Jumat, 30 Januari 2009

Little India

Salah satu daerah favorit saya di Singapura adalah daerah Little India sekitar Serangoon Road.
Sesuai dengan namanya, daerah ini memang pusatnya komunitas suku India di Singapura. Apa saja yang bisa ditemukan di sana? Yuk jalan2!

Ohya...maaf ya, kali ini posting nya rada error dalam hal penempatan foto dan teks. Susah banget merubah layout nya...padahal saya sudah ngantuk, jadi dimaklumi aja yaaa. Daripada saya musti upload ulang! hehe

Foto1: Hijau2 - Pasar Tekka, pusatnya sayur mayur segar di Singapura.

Foto2: Mempercantik diri?

Foto3: Sweet desserts - semua maniiiiis!

Foto4: Pakde Tukang Ramal

(Streetscape Little India)

Daerah Little India berada di sekitar Kerbau Road, Buffalo Road, Race Course Road, Serangoon Road, dapat dicapai dengan MRT, turun di Stasiun Little India (obviously...hehe) atau berbagai bus dari segala jurusan. 

Begitu keluar dari bis/ MRT...jangan heran...kita bakal mencium bau2 wangi bunga melati, campur bau dupa, campur bau kari, campur bau sayur mayur, campur bau keringat turis dan orang2 yang ramai ke sini. Siap2 ya...either you love it...atau langsung 'neg'! haha. 

Kalau anda jalan2 ke Little India, jangan lupa mampir ke:

1. TEKKA WET MARKET

Mau beli kemangi, daun salam, buah keluak, terasi, ikan, daging kambing, tempe sampai tampah, panci, kapur buat masak (surprise...surprise...di sini namanya kapoor!), semua ada di pasar Tekka. Mau beli baju punjabi dan makan nasi Briyanni (yg paling enak stall nya pakcik Allaudin, tapi antrinya panjang)...juga bisa di sini.

Jangan salah ya...daun kemangi dan daun salam dan buah keluak itu gak semua pasar basah jual lho. Jadi kalau butuh...ke sinilah kita.

2. KOMALA VILAS, BANANA LEAF APOLLO

Minum teh tarik, makan poori (saya bilang roti bantal), idly (semacam apem putih kecil imut), vadai (seperti donat tapi lebih padat dan berbumbu), paling enak (menurut saya sih) di Komala Vilas Vegetarian Restaurant, di Serangoon Road (lihat foto ya).  

Selesai makan jangan lupa mengunyah campuran adas, jinten, kapulaga, gula dan bbrp rempah lain yang saya kurang tahu sebagai pencuci mulut. Rasanya pedes2, manis, minty gimanaaaa....gitu.  (lihat foto atas, bagian kanan bawah). Pencuci mulut ini disediakan di meja kasir, jadi sambil bayar makanan kita boleh ambil sesendok teh ramuan rempah ini. 

Ohya...makan di sini cukup murah. Set mealnya (bukan nasi) cuma berkisar 3-4 dolar saja. Kalau rice mealnya sekirat 6-7 dolar. Murah lah...kan gak pake daging. Tadi makan berduatermasuk teh tarik cuma habis 9.40 dolar saja.

Dari teman saya yang orang India asli (dari negeri India maksudnya) setiap makan sebaiknya ditutup dengan penganan manis. Jadi...kita juga beli burvi dan kawan2 nya untuk dinikmati selesai makan. Biasanya desserts ini dibuat dari campuran susu, yoghurt, kacang2an...pokoknya....sweeeet deh (foto 3).

Banana Leaf Apollo Restaurant terkenal dengan roti jala dan nasi briyanni nya yang, meminjam istilah sini: Shiok! = 'Nendang' = Delicioso = Uenak tenan!!!

3. FORTUNE TELLER (foto4)

Di luar restoran Komala Vilas ada bapak2 tukang ramal ini. Lucu...soalnya dia punya asisten si burung mungil kalau lagi praktek meramal. Pertama: pak tukang ramal akan meletakkan bbrp amplop di meja kerja beliau. Kedua: si burung mungil akan keluar dari sangkarnya lalu mengambil satu amplop yg tersedia. Amplop itu diserahkan kepada pak tukang ramal. Ketiga: pak tukang ramal kemudian membaca catatan yg ada dalam amplop dan menafsirkannya kpd klien beliau. Seruuu!!! 

Si bapak ditanya bisa ngomong Inggris gak, dia cuma geleng2 (gaya India)...gak tau artinya iya atau tidak (kan beda lho gelengnya). Jadi saya memutuskan gak jadi minta diramal deh! (haha...alasan inimah)

4. GROOMING doong (foto2)
Hayo kita pasang hena atau coba eyebrow threading nya!
Pake hena sih saya belum pernah, tapi eyebrow threading ya sudah coba dong! Asli deh...sepertinya tidak sampai 5 menit sudah selesai alis kiri kanan, rapi dan hebatnya...tidak sakit!  Yang begini ini sudah populer belum ya di tempat anda?

Salon2 kecil yang menyediakan layanan ini tersebar di mana-mana di Little India, tinggal pilih. Untuk eyebrow threading biayanya sekitar 7 dolar. Buat mas-mas yang bertanya2...ngapain sih iseng sekali cabut alis pakai benang? Yaahh...maklumi saja spesies lawan anda ini! hihihi...yang memang suka cari2 dan coba2 yang tidak (terlalu) perlu ya.

Tuh...kan, banyak yang bisa dilihat dan dicoba di Little India. Lain kali...coba mampir, dan tuangkan komentar / pengalaman anda yaaa!

16 komentar:

Andy MSE mengatakan...

dari foto2 di deretan atas, seperti bener2 india... keren deh!

Ayu mengatakan...

Ehehe saya baru sekali ke Little India pas dulu baru dateng, kena scam sopir taxi di depan Mustafa Center. Taxinya ga pake argo, cuma sekitar 2 km kena $20 :p

Ada juga scam ginian di Singapura yah...

Dyah mengatakan...

@Andy MSE: terimakasih...aslinya lebih oke lho! :P

@Ayu: "Less crime does not mean no crime"
Hahaha...bener sekali ya itu poster di tempat parkir mobil. Untungnya...aku belom pernah ketipu yg sept kamu itu.

Arya mengatakan...

wah bener-bener gak kompak ya antara pict, teks dan ngantuknya tuh..he..he..
overall, menarik mbak liputannya...
kayaknya, alis mbak Dyah baru tumbuh ya sehabis dicabutin di Little India.. ha..haaahaa..ha...

si Dyah mengatakan...

@Arya:
pokoknya ini bener2 gak kompak emang. Cuma kalo diulang...mood udah beda :)

Itu 'model cantik' jelas bukan saya duooong. Itumah gambar poster iklan salonnyah! hahaha

Syari mengatakan...

Last time I went around to Little India was in 2004. Was fun!! We have our very own Little India in Kuala Lumpur too. But I think the Little India in S'pore is much better I think. Well, not sure now though has been years since I last went to KL's Little India.

Indahjuli mengatakan...

foto-fotonya keren, jadi pengen ke singapur :) (halah mimpi dulu deh)
Btw, itu yang eyebrow itu sakit kali yah :D

Humorbendol mengatakan...

Hmm...makanannya bikin ngiler.
Paketin dong mbak...
hhehe...

si Dyah mengatakan...

@Syari: Oh dear...did not have chance to visit the one in KL when I went there...errr....5-6 years ago?
But then again...my fascination to the Indian cultures (especially the food) had only started around a couple of years ago! LOL

@Mbak Indahjuli:
Eh...hebatnya itu gak sakit lho dibabat spt gambar di atas! Sungguh...ato blom sempet merasa sakit tapi proses sudah selesai ya? hahahaha

@Humorbendol:
Kalo dipaketin ke situ...roti bantal (poori) nya bisa kempes di jalan dong! :P

JelajahiDuniaEly mengatakan...

sempatnya dulu ke arab street ...

foto yg terakhir bikin ngiler deh

si Dyah mengatakan...

@Ely: asyiiik....sudah bisa bikin Ely ngilerrr :)

Lisa mengatakan...

so colorful.... gue jd laper.... n elo tuh foto profilenya menggiurkan begitu. Ternyata byk yg belum gue lihat ya di daerah indihe ini.... will buka2 lagi blog loe next time gue ke sin

Milla Widia N mengatakan...

WWOOOAAA!!!
jadi de ja vu nih...
hiksss.. inget dulu tempat aku nginep di daerah little india (dunlop street)
emang tempatnya exotis yah...
jadi pingin lagi ke Spore nich...
taun ini berangkat gak ya nonton F1 kesana ;)

Lambertus L. Hurek mengatakan...

hehehe... ada teman saya yang senang banget mampir di sini. Senangnya beli obat kuat wong India. Dia suka pamer suvenir Little India itu.

Yang jelas, tempat ini sangat menarik. Terima kasih, Mbak Dyah sudah menulis ini.

I LOVE Money? Everyone LOVE Money mengatakan...

Hi.. kalo mau cari daun salam basah selain teka n geylang, mana lagi ya? Thanks

Dyah Peni T Sari mengatakan...

Sori telat balasnya ya. Paling aman memang belanja daun salam di tekka dan geylang hehe. Pasar kecil di neighbourhood kadang ada yang jual, tapi jarang lah.

Popular Posts