Kamis, 06 Mei 2010

Seputar Perparkiran

Di sini tidak ada tukang parkir. Tidak ada petugas yang menagih uang
parkir kalau kita parkir di tempat parkir umum, di pinggir jalan atau
di gedung parkir milik HDB.

Kita cuma perlu meletakkan karcis ini di 'dashboard' mobil, di tempat
yang mudah terbaca dari luar oleh petugas parkir yang suka keliling
mengecek.

Ada karcis parkir per 1/2 jam (50cent) ato per 1 jam (1 dolar).
Tinggal tandai tanggal bulan tahun sesuai penggunaan dan mulai parkir
dari jam berapa. Contoh di bawah, mulai parkir dari jam 10.20pm. Punya
jatah parkir 30menit dr jam itu. Masih mau parkir lebih lama?
Tambahlah karcisnya!

Memang perlu disiplin. Dan gak boleh bandel. Bisa kena tilang...kalau
curang dan ketahuan oleh petugas parkir yang suka keliling menangkap
pengemudi nakal :-)

Ohya karcisnya bisa dibeli perbuku di kantor2 HDB.

Negara lain banyak yg menggunakan sistem 'ceklok' uang koin dan boks
parkirnya. Entah kenapa di sini memilih sistem bayar parkir spt ini.

Ohya... di gedung2 perkantoran dan komersil biasanya mereka
menggunakan sistem bayar parkir elektronik cashcard. Masuk ditandai
scr elektronik, keluar parkir baru bayar secara elektronik juga.

Di tanah air sudah pakai sistem inikah? Kira2 bisa diterapkan tidak ya?

2 komentar:

Lambertus Hurek mengatakan...

Coba ada lowongan kerja untuk jukir (juru parkir), saya kira orang2 kita akan ramai kerja di Singgapor. Yang jelas, sistem mekanis kayak gitu sangat modern dan canggih. Cocok untuk negara yang disiplin dan efisien kayak Singgapor. Tapi belum bisa diterapkan di Surabaya. Jukir2 bisa unjuk rasa.

Dyah mengatakan...

Juru parkir...ooo jadi ini istilahnya ya? Terima kasih mas :-D

Iya benar...mungkin awalnya akan ada aksi unjuk rasa dari para jukir ini. Tapi orang Indonesia kan terkenal pandai mencari celah...pastilah nanti akan ada solusi 'cerdas' mengatasi berkurangnya lahan cari uang di sektor ini. Serius lho! :-)

Popular Posts