Senin, 09 Februari 2009

THAIPUSAM

WARNING: The pictures below are not for the faint of heart!!



(Prosesi perjalanan menuju kuil dengan membawa Cavadi)



(fotografer: Mita Rachman, makasih ya dik :)



Tanggal 7-8 Februari ini ada festival Thaipusam, festivalnya etnis India Tamil. Thaipusam dirayakan pada bulan Thai (Januari-Februari) menurut penanggalan Tamil, dan dipersembahkan bagi Lord (Dewa) Murugan, anak dari Lord Siva dengan Parvati. Lord Murugan, yang juga dikenal sebagai Shanmugha, Subrahamanya, Kartikeya, Skanda adalah jenderalnya Dewa-dewa, sangat powerful ya? 

Festival ini dirayakan untuk merayakan menangnya kebaikan atas kejahatan. Pada hari besar ini, para pemuja Lord Murugan ini melakukan aksi 'serah diri'/ pengorbanan diri dengan melakukan prosesi jalan kaki dari Kuil Shri Srinivasa Perumal d
i Serangoon Road menuju kuilSri Thendayuthapani di Tank Road, sambil mengangkat CAVADI dan membawa botol berisi susu (milk pot), lihat gambar di bawah.


Cavadi (lihat gambar di awal artikel), itu seperti menara yang terbuat dari besi dan dipasang dan dikaitkan (literally lho) pada tubuh pembawanya dengan menggunakan kaitan besi. Cavadi bisa mencapai berat 10-15 kg! Waaaaa....

Ada juga yg membawa milk pot yang lagi-lagi digantung di tubuh dengan menggunakan kaitan besi. Ada juga yg menusuk lidah mereka dengan batang besi tipis panjang, semakin dahsyat rasa sakit yang ditahan, semakin besar kemungkinan doa/harapan yang  diinginkan terkabul.

Teman saya Sham yang beretnis Tamil mengatakan adiknya mengatakan tidak ada rasa sakityang dirasakan ketika membawa Cavadi. Man, this must be Mind over Matter deh! 

Tapi mungkin juga ini salah satu sebab mengapa para pembawa Cavadi tidak merasa sakit. 
Prosesi biasanya berjalan sambil diiringi tabuhan genderang dan doa-doa yang dilakukan oleh para saudara dan handai taulan. Musik dan doa yang monoton mungkin juga membuat para pembawa Cavadi ini setengah 'trance' ya. Apapun sebabnya, menurut saya,  rasa pasrah dan berserah diri ini lah yang membuat mereka tidak merasakan sakit. 

Tapi...kenapa kok badan ditusuk2 tidak mengeluarkan darah ya? Ternyata, sebagai tahap persiapan, para pembawa cavadi ini melakukan puasa dulu selama sebulan. Hasilnya, kapiler tubuh mereka mengecil, jadi sewaktu ditusuk cavadi, tidak mengeluarkan darah! Oohhh...begitu.

Lalu mengapa membawa botol berisi susu? Inikan bukan bentuk pengorbanan? Wah...dulu kan susu termasuk barang mahal, jadi membawa susu untuk diberikan ke kuil itu juga merupakan suatu bentuk pengorbanan. 

Begitu...menarik ya? Ingin menyaksikan festival ini? Datang ya tahun depan!   :)

6 komentar:

Milla Widia N mengatakan...

haduhhhhh... syeremmmmm! hiyyy ...

Lisa mengatakan...

that's horrible!

si Dyah mengatakan...

Girls....I've warned you!

I didnt find this horrible at all. Ini kan tradisi/kepercayaan mereka. Kita juga ada kuda lumping, makan beling, tusuk badan pake keris kyk yg di Bali. What do you call that? hehe....

JelajahiDuniaEly mengatakan...

pernah liat liputan yg hampir sama di TV ... ngeri .. nggak sakikah mereka ?

mita mengatakan...

hihi, iya. malah yg kuda lumping dkk lebih 'ajaib' dr thaipusam loh...ada unsur 'magis'.
kalo thaipusam persiapan fisik dr jauh hari... =-)

si Dyah mengatakan...

@Ely,

katanya sih ngga sakit...mungkin menang rasa 'pasrah' dan berserah diri nya yaaa :)

@mita...
iya...lupa juga nulis, mereka kan latihan dari bawa yg ringan2 dulu...baru beralih ke yg besar dan berat over the years...

Popular Posts