Selasa, 08 Januari 2008

Kita dan Mistik

Hehehe.....jangan tercekat dulu ah membaca judul post ini. Bukan tempatnya ngomong serius di sini, cuma mau komentar saja setelah baru2 ini membaca artikel "Ring of Fire" di Majalah National GEography edisi Jan 08.

Artikelnya sih tentang negaraku oh nusantaraku, yang karena letaknya memiliki buanyaaak sekali gunung berapi hingga dijuluki negara yg terletak di 'Ring of Fire'

Nah...kata si penulis artikel itu, yang menjadi masalah terbesar untuk pemerintah setiap kali ada gunung berapi yg akan meletus, adalah bagaimana mengajak masyarakat yg tinggal di sekitar gunung untuk mengungsi ke tempat yg aman. Katanya lagi, kebanyakan masyarakat mah enggan ppindah, apalagi jikalau juru kunci (istilahnya 'gatekeeper') gunung2 berapi ini juga tidak bergeming. Gak mempan deh perintah pemerintah...

Dikatakan juga bahwa masyarakat Indonesia itu masih kental kepercayaan terhadap mistik, tahayul dll yg berbau supernatural. Mau kita beragama apapun...pastinya sedikit2 masih percaya juga dg mistik. Biar juga pejabat pemerintah yang berpendidikan tinggi di luar negeri, tetap saja masih minta wahyu di gunung berapi! Konon...gunung Merapi meletus juga karena Sultan Yogya sekarang kurang menghormati (baca: kurang mempercayai keajaiban/kekuatan) hal2 yg berbau mistis. Jadi sesembahan/sesajen untuk Ratu Kidul, juga penghuni gunung Merapi agak tersendat gitu. Dan karena kurang sajen...penguni dan penguasa laut selatan, gunung Merapi...marah deh. Karena marah...meletus deh itu gunung Merapi. Ada bencana alam di suatu tempat, langsung dicari2 dan dihubungkan dg sebab2 berbau mistis. LAngusng dijadikan 'pertanda'.

Pikir2...apa iya ya, masih begitu? Masa sih orang modern dan cerdas masih banyak yg cari solusi dan ilham tak pasti seperti itu. Mungkin karena sekarang tinggal di negara orang...agak luntur deh kepercayaan terhadap tahayul dan hal2 yg berbau mistis. Tapi jika tinggal di Indonesia, jika masy sekita juga masih kental kepercayaan nya...ya mungkin saja lain lagi pandangan saya ya.

Karena janji gak mau ngomong berat....jadinya saya cuma mau menarik kesimpulan. Bagi penulis artikel (yg mungkin mewakili pandangan orang barat), masyarakat di negara kita memang unik karena kuat dan kentalnya kepercayaan terhadap dunia supernatural/mistik. Accross the board, tidak memandang agama tertentu, apapun pendidikannya, latar belakang sosial budayanya, kalau sudah percaya...ya percaya saja.

Benar gak? Ada komentar?

2 komentar:

>Lisa mengatakan...

Gue sama kayak elo deh, makin lama makin luntur... dan makin realistik aja memandang sesuatu hal... cuma..... tetep aja ketakutan tiap abis nonton film horor ha ha ha

Dyah Peni Tunjung Sari mengatakan...

hehe...sama. Ngajak nonton temne/suami sih semangat...tapi udah itu mengkerut dah! hahaha

Popular Posts