Senin, 30 November 2009

Ied at Sultan Mosque


Sultan Mosque, mesjid tertua di Singapura. Berada di Kampung Glam, dekat Arab Street, daerah permukiman orang Arab dan Bugis pada masa lalu. Pada hari raya Haji, mesjid ini selain menyelenggarakan Shalat Ied berjamaah dan juga tentunya merupakan salah satu tempat penyelenggaraan kurban. Harap diketahui...acara pemotongan hewan kurban tidak dilakukan di semua mesjid, tapi di beberapa saja, demi alasan kesehatan dan juga toleransi dengan warga beragama lain.
Kebiasaan khas mesjid Sultan adalah penyediaan nasi Briyanni bagi siapapun yang beruntung mendapatkan kupon :D
Daging kurbanpun bisa didapat oleh siapapun yang mau, tinggal meminta kupon saja dari petugas mesjid. Tentunya, sebagian besar daging kurban diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu, tapi sisanya...bisa dinikmati siapa saja.

Posted by Picasa

9 komentar:

rismahutabarat mengatakan...

Kalimat yang paling kuperhatikan adalah:"Tentunya, sebagian besar daging kurban diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu, tapi sisanya...bisa dinikmati siapa saja."

Sepertinya, jumlah orang tak mampu disana lebih sedikit daripada yang mampu ya, kak. Makanya, yang lain juga jadi bisa menikmati. Padahal, disini orang sampai ngantri berebutan hanya untuk mendapat daging kurban. Dan anehnya, kulihat di tv, kalau banyak diantara mereka yang menerima daging kurban yang sudah busuk dan berbelatung. Kasihan..

si Dyah mengatakan...

Iya RIsma, beruntungnya rakyat Singapura, sebagian besar bisa hidup cukup walau tidak kaya.

Kasihan sekali mengetahui kejadian antri daging kurban di tempatmu. Pendistribusian daging kurban sepertinya kurang direncanakan ya, kok bisa sampai busuk begitu sih. :-/

Aulawi Ahmad mengatakan...

hmmm info yg menarik, selamat idul adha ya n salam kenal :)

NURA mengatakan...

salam sobat
wah meriah sekali nich Idhul AdhaNYA,,
Masjidnya megah banget.

salam kenal dari sahabat jauuh.
saya sudah follow ke 13 .

si Dyah mengatakan...

Mas Aulawi....salam kenal juga yaa!

Mbak Nura,
sebenarnya meriah sekali sih tidak...hanya di mesjid saja terasa suasana ied nya.

Terimakasih kunjungannya yaaa! :D

Lambertus Hurek mengatakan...

Berbahagialah rakyat Singapura yang makmur, tidak perlu antre daging, tak perlu antre sembako, dan kesulitan mencari orang miskin yang berhak menerima daging kurban. Kita di Indonesia Raya ya... begitulah. Tiap kali ada acara pembagian daging kurban, sembako, zakat... antrenya gak karuan.

Anehnya, pejabat-pejabat tidak punya empati. Banyak bicara di TV, tapi gak ada aksi nyata. Terlalu banyak teori dan pidato di RI.

Lisa mengatakan...

Dy kamu udah nyobaik martabak di depan mesjid ? zam zam resto?
menurut kamu enak apa ngga ?

Milla Widia N mengatakan...

wenak bener kalo daging kurbannya sudah di olah... tinggal menyantap hihihihi

si Dyah mengatakan...

Bang Bernie,

Tipikal orang kita...byk bicara gakda aksi :-(
Gakmau jadi pekerjanya siiih

Lisa...
Doooont eat at zam zam! Gw gak demen bgt dg rasanya! Kuah karinya alamak...encer tak berasa. Next time ke sini, gw bawa ke jalan Kayu. Di sini nasi briyanni dan roti prata dan martabak nya TOB!!!! LOL

MIlla
Lha iya...enak bener emang di sini. Tsk tsk tsk...

Popular Posts