Senin, 25 Mei 2009

Favourite past time

(dua orang heboh lihat gunung kepiting)

Hobi orang Singapura itu makan di luar. Tidak perlu 'fine dining', justru
makan yg 'becek' dan 'jorok' itu yg nikmat. Karena kebanyakan
masyarakat di sini kerja sampai malam, atau hidup dalam keluarga
kecil, memasak sendiri di rumah dirasakan pekerjaan yg menyita waktu
dan... boleh percaya boleh tidak, lebih boros untuk sebuah keluarga
kecil apalagi yg terdiri dari suami-istri saja.

Apa makanan khas Singapura? Hm...susah juga menjawabnya, karena berbagai
jenis makanan dari berbagai tempat/negara/etnik ada dan saling
mempengaruhi.

Salah satu makanan terkenal adalah chilli crab. Kepiting masak
pedas, kuahnya terdiri dari saus tomat, kacang (kayaknya lho), cabe, telur, bawang putih merah dan jahe (lagi-lagi...kurang lebih itu bumbunya...karena saya kurang tahu, belum pernah bereksperimen membuatnya). Beigini ini penampilannya   :D


Enak??? Ohhh so pasti! Mahal? Ya lumayan ;) jangan sering2 lah makan
ini. 

Kmarin kami mengajak teman dari Jakarta makan di The House of Seafood
di 180 Yio Chu Kang Rd. Katanya ini tempat makan chillicrab yg terkenal. Tempat makannya di pinggir jalan, penuh dengan pengunjung yang asyiiik makan. Mau parkirpun harus menggunakan 'valet' parking...susah cari tempat parkir resmi di sini. Salah parkir, bisa2 kena denda! hehe

Rumah makannya 'basic' standar banget, tidak neko-neko, tidak ada usaha mempercantik dan menaikkan kualitas suasana di sana. Well...siapa yang peduli, begitu makanan datang, pelanggan langsung sibuk dengan cangkang2 kepiting raksasa! haha

Ohya...saya harus memperingatkan...kita menunggu lamaaaa sekali sebelum makanan datang. Yang pertama sayur nya dulu, lalu tahu nya...terakhir baru chillicrabs nya. Oh well...untung kami sudah lama tidak bertemu dengan teman kami dari Jakarta ini, jadi kami sibuk mengobrol, menunggu lama tidak terasa :D

Pesanan kami: sayur kailan, tahu sutra claypot, fried bun (kecil2 tapi sedap sekali), chillicrabs (ukuran sedang/kecil, 4 kepiting sekitar 2-3kilo) dan nasi dan teh hijau poci panas. Kesimpulan? Shiooook!!!
Biaya sekitar 160dolar untuk berempat, kenyaang.

Sugeng dahaaaar!

8 komentar:

Syari mengatakan...

Yeap Dyah, Singapore is indeed famous for chilli crabs. In fact, for the chinese community I believe.

Even in Malaysia, we eat out quite often. When we were there at least 2-3 times a week.

Hungarians don't eat out as often I think.

sii melyn mengatakan...

huaahh.. jadi laper ngebayanginnya. Chillicrab itu kayak asem manis gitu bukan??

Neng Keke mengatakan...

Penantiannya kebayar lah... Gila!!! Ngeliat tuh gunungan kepiting, langsung berasa pedes manisnya di lidah :))

Risma Hutabarat mengatakan...

Hihihi... point pertama yang langsung saya lihat bukan gundukan kepitingnya, Mbak Dyah. Tapi ekspresi orangnya.. Hehehe.. Itu ekpresi kaget karena baru pertama kali lihat kepiting sebanyak itu dalam satu piring, atau kaget karena bingung gimana harus ngabisinnya?

Sedap nih, bisa dikirim via pos ke Medan gak, Mbak?

Milla Widia N mengatakan...

oh crab!! aku jadi ileran tingkat tinggi melihat chilli crab...
I like Chilli
I like Crab

I want Chilli Craaabbbbb!!!!

gubrakkk @_@

tukangecuprus mengatakan...

pagi-pagi baca ini, jadi banyak deh sarapan gue :)

Dyah mengatakan...

Syari,
I seldom dine out as Aqila is has food related allergy issue at the moment. But once in a while...we'd like to indulge ourselves on good food with good friends :D

Melyn,
Asem nya gak seberapa...pedes2 sedap gimana gitu ya! hhaha susah mendeskripsikannya :)

Neng Keke,
ehm ehm...penantiannya benar2 terbayar :D

Risma,
hihi...itu ekspresi kaget tapi seneng...bisa bayangkan kan?

Milla,
gubrak juga niiih....kepingin lagi! :D

Ragil ngecuprus,
hehe...alasan inimah...baca gak baca...jatahmu memang segitu bukan? :)

Ayu mengatakan...

Hehe tahun 2007 saya baru ngeh kalo punya alergi kepiting setelah makan chilli crab di Jumbo.

Enak sih enak, tapi ga kuwat gatelnya itu loh :)

Popular Posts