Selasa, 24 Maret 2009

Getar Kasih



Sedang bongkar-bongkar album lama...ketemu puisi ini.

...dalam jalan panjang menyusuri kekeliruan
Rupanya diam-diam, Sang Maha memberi pelajaran
Bahkan masih Ia berikan sebuah kesempatan
Bagi diriku yang saat itu sangat membutuhkan pertolongan
Dan diberikan sebongkah pemahaman
Bahwa keliru satu kali bukan berarti mati jalan
Dan jodoh itu benar-benar ada di tangan Tuhan

Ini rupanya jodohku...
Allah sudah persiapkan yang satu untuk yang satu
Hingga kujalani ini tanpa sezarrahpun rasa ragu
Sebab sadar, bahwa takdir adalah sesuatu yang baku
Walau harus menempuh berjuta setapak yang penuh liku

Sekarang,
Kuproklamirkan hari ini dengan suara lantang
Bahwa tanyaku sudah terjawab jelas terang
Satu kumohon pada Yang Pengasih dan Penyayang
Agar kami berdua dapat tetap berjiwa lapang
Untuk menjalani hidup dalam gemilang

Insya Allah,
Amin Yaa Rabbil Alamin

Puisi ini dicuplik dari buku Getar Kasih oleh Andi Analta Amier, dan kami sertakan dalam undangan pernikahan kami...bertahun-tahun lalu (hihi...pokoknya jaman kuda gigit besi deh)

Mr. Perfectionist (a.k.a suami saya) berkata, puisi ini jelas sekali menggambarkan perasaan dan isi hatinya. Aiiih....romantis deh...

Ya...jalan ceritanya memang panjang sebelum kami akhirnya bersatu. 
Cinta masa kuliah...putus karena belum siap ke tahap selanjutnya...berteman (tapi saling cemburu...tapi saling menunggu)...bersaing (saling menunjukkan bisa punya pasangan lain) tapi akhirnya ...tak bisa ke lain hati! hahaha

Seperti lagunya Katon ato KLA ya?

Everything is for a reason. 

Perpisahan dulu terasa menyakitkan sekali...tapi perlu. 
Jika  tidak ada itu, mungkin kami tidak tahu betapa kami saling membutuhkan. 

It's true. 

Gimana dengan kisah cinta anda? 

10 komentar:

frizzy mengatakan...

Hello buddy, it's my turn to support your blog without question...
Everything is for a reason as you said.
Thanks for sharing...

Cheers, frizzy

HumorBendol mengatakan...

hihi...Bendol gak punya kisah cinta mbak, sejak ditinggalin mas arya
hehe....
Puisinya mendayu-2 banget ya..
eh...pa kabar neh?

Syari mengatakan...

Dyah, the poem is beautiful! Wish my husband can understand it. If translated (which I doubt can do it well) it won't give the same feeling as reading it in its original form.

Ayulittleone mengatakan...

Kapan kuda gigit besi, mbak? Jadi ingat masa2 yang telah lalu hehehe...malu ah ngomonginnya.

Dyah mengatakan...

Syari...
Ya...puisinya bagus ya? Translate gist nya saja Syari :)

Ayu...
Ke mana ajaaa? Sibuk dg si kecil ya?
Ini kan untuk kenangan Yu...nati kalo udah tua, baca posting ini...bisa tersenyum sendiri. Mumpung masih ingat!!!

Milla Widia N mengatakan...

ehem ehem, uhuyyy banget daahhh ;)
moga langgeng terus daaahh

ndutyke/dizzywife mengatakan...

romantis :)

Lisa mengatakan...

romantisnya.... eh dulu gue jg pernah ditulisin puisi... tapi kemana ya itu nasibnya sekarang he he he *bodol ya gue*

si Dyah mengatakan...

Milla...
Amin untuk doanya...makasih ya. :D

TIkka,
Sekali2 romantis, jadi istimewa...soalnya misua bener2 bukan orang romantis :D

Lisa...
Hayoo cari cepet itu puisi bersejarah...nanti makin tua makin lupa lhooo hihi

Lambertus L. Hurek mengatakan...

Siiip... senang baca cerita tentang cinta yang berhasil.

Popular Posts