Minggu, 28 November 2010

Kewajiban yang diharuskan

孝 xiao filial piety
-----------------------------------------------------------
Parental support Act 'fills gap if filial piety fails'

[SINGAPORE - On Tuesday, Parliament moved to allow a slew of enforcement mechanisms to make children provide for their aged parents after a lively debate - with the State's role in the family being a key talking point.

.... filial piety "has to be taught in the home and supported by a broad societal consensus".

"The legislation is there to fill the gap when filial piety fails and (like legislation mandating the support of children) it can only ensure a minimum material standard." ] berita diambil dari Today online 27nov 2010.
---------------------------

Ketika orang tua anda mulai sakit-sakitan, mulai perlu perhatian dan perawatan khusus secara intensif, akankah kita lepas tangan dan menyerahkan tugas itu kepada pemerintah atau lembaga sosial yang ada?

Hal ini masih langka terjadi di tanah air, tapi di negara pulau ini, mulai banyak anak yang tidak bersedia mengurus orang tuanya yang sakit dan melimpahkan tanggung jawab itu kepada pemerintah atau badan sosial yang ada. Banyak anak yang membawa orang tuanya ke rumah jompo, untuk kemudian meninggalkan mereka di sana, tanpa pernah menjenguk lagi, apalagi membayar biaya perawatan.

Di tanah air saya, karena rasa kekeluargaan dan keterikatan dengan keluarga yang masih kuat, juga rasa gotong royong sesama masyarakat pun masih bisa dirasa, adalah sudah by default, memang sudah kewajiban dan tanggung jawab sang anak untuk mengurus orang tua mereka. Apalagi kita selalu berpendapat...apa yang kita lakukan untuk mereka, pengabdian kita kepada mereka seperti apapun itu, tidak akan pernah bisa membayar pengorbanan orang tua kita ketika membesarkan kita.

Lalu, mengapa fenomena di atas mulai banyak terjadi di Singapura? Jawabannya mungkin karena alasan ekonomi. Hidup di negara pulsu ini memang tidak mudah dan tidak murah. Itu sebabnya mungkin, anak merasa tugas merawat orang tua dirasa semakin menambah beban kehidupan mereka.

Saya cek biaya home nursing service di sini, dari hasil google, biaya untuk mendatangkan perawat dan menjaga (shift pagi) selama 2 jam adalah sekitar 80-90 dolar, hingga 200dolar utk 8 jam. Jika layanan yang diperlukan adalah utk malam hari, biaya tadi dikalikan 2. Bagaimana dengan rumah jompo? Bayarannya antara 1000-1600dolar per bulan. Memang tidak murah ya?

Karena makin banyak anak yang melepas tugas mereka menjaga dan merawat orang tuanya pemerintah Singapura menerapkan Parental support Act. UU yang mewajibkan seorang anak mengambil tanggung jawab menjaga orang tuanya. Dengan UU ini, orang tua berhak menggunakan jalan hukum untuk menuntut anak mereka supaya menjaga dan merawat mereka.

Seharusnya rasa cinta dan berbakti kepada orang tua sudah cukup membuat kita para anak berusaha menjaga dan merawat orang tua kita ketika mereka mulai lemah dan sakit-sakitan. Sedih juga melihat fenomena yang disebut di atas banyak terjadi di sini.

Saya berdoa semoga saya diberi kesempatan dan kemampuan berbakti pada orang tua dan mertua, merawat mereka dan mencintai mereka seperti ketika mereka membesarkan saya dan suami saya dulu. Amin.

---------------------------
孝 xiao filial piety
adalah ajaran Confusius yang artinya kurang lebih sebagai berikut:
berbuat baik kepada orang tua, menjaga dan merawat orang tua, berkelakuan baik tidak saja kepada orang tua sendiri tapi juga kepada semua orang tua demi menjaga nama baik keluarga, orang tua dan leluhur, berpenghasilan layak supaya bisa menghidupi orangtua dan menjalankan upacara doa menurut kepercayaan kepada leluhur, tidak menjadi anak pemberontak / pembangkang, bertingkah laku sopan santun, hormat kepada orang tua, menghasilkan keturunan laki-laki, menjaga tali persaudaraan dengan saudara laki-laki, memberi nasehat kepada orang tua ketika mereka berkelakuan tidak sesuai ajara nConfusius, turut bersimpati ketika mereka sakit dan berduka ketika mereka meninggal dunia, dan menjalankan prosesi doa sesuai kepercayaan setelah orang tua meninggal nanti. (diterjemahkan dari wikipedia)












- Posted from my iPad

1 komentar:

Lambertus Hurek mengatakan...

Wow, kasus ini memang sangat serius dan akan semakin banyak terjadi di mana-mana, tak hanya di Singapura. Kota-kota yang makin modern, bergegas, sibuk, individualitis... memang pada akhirnya seperti itu. Keguyuban hidup ala wong kampung zaman dulu makin lama makin tegerus.

Gak usah jauh-jauh ke Singapura, di Surabaya pun saya lihat sendiri begitu banyak lansia yang dititipkan di panti atau rumah jompo. Cukup banyak yang ditelantarkan. Masih untung ada saja yayasan sosial yang nampung. Tapi banyak juga lansia yang luntang-lantung gak karuan.

Ketika orang sibuk cari uang, meskipun hasil yang didapat juga gak banyak, waktu untuk memperhatikan orang-orang sepuh ini memang sangat kurang. Ini problem yang sangat-sangat serius dan perlu diantisipasi sejak sekarang di Indonesia, khususnya di kota-kota.

Maka, saya senang sekali bertemu orang-orang lansia, 70-an, 80-an, bahkan 100 tahun, yang masih tetap sehat, bahagia, mandiri di masa senja. Apalagi, kalau ada di antara mereka yang punya pengalaman sejarah seperti Tony Rafty, pelukis berusia 95 tahun, yang mantan wartawan peliput peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Cepat atau lambat, suka tak suka, apa yang terjadi di Singapura bakal merembet ke Indonesia yang makin modern dan kehilangan keguyuban. Wong sekarang saja kita yang di kota besar, khususnya di perumahan, gak kenal dan gak akrab sama tetangga.

Popular Posts