Kamis, 07 Oktober 2010

Duriannya makcik!




(foto dari wikipedia)

Suatu hari Minggu siang, ketika kami sedang asyik leyeh-leyeh menikmati akhir pekan, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu rumah yang kebetulan sedang dalam keadaan terbuka. "tok...tok..."
Saya lihat...eh ternyata ada abang..abang...engkoh di sana.

"ada apa bang?" tanya saya
"mau durian tak?" kta dia. Ooo...ternyata dia penjual durian keliling. Lucu juga nih...baru tahu, saya pikir.

Hm....sebenarnya saya tidak menggilai durian...tapi susahnya saya tidak bisa bilang tidak kepada penjaja keliling seperti dia. Jadi okelah...saya setuju membeli satu buah durian dari dia. Sebelumnya saya juga berkata...saya hanya mau yg kecil, tidak lebih dari 2 kg beratnya.

Tak lama dia kembali. Membawa....sekantong durian dan seorang temannya. Waaah....kok banyak sekali ya. Cepat2 temannya membuka satu durian...meminta saya mencoba. Setelah saya bilang oke...lha kok dia membuka satu lagi, minta saya mencoba lagi. Saya berkata,"eh...bang, saya hanya mau satu ya!"

Dia menjawab,"satu tak cukup lah...saya kasih kamu dua!"

Oke....saya pikir. Kalau dikasih saya gak nolak.

Eh...lha kok pas ditimbang...yg ditimbang kedua buah durian itu!
"saya bayar dua durian?" oh...no way!

"bang...saya tadi bilang saya cuma mau satu durian. Takmau lah saya beli dua!"

Si abang pura2 lihat saya dengan pandangan, "lha kan sudah dibukakan dan mencoba dua durian. Must buy both of them la!"

Saya ngeyel," kamu dagang jangan begini. Jangan main paksa, dan Jangan cyrang. Tak ada orang mau beli. If you force me to buy both, i'll close the door and wont buy any!"

Huhu....si abang dengan tampang masam terpaksa melepas satu durian saja kepada saya.

Never again ya iseng beli durian dari penjaja keliling seperti ini.
Karena:

1. Tipu daya kenceng. Memaksa pula orangnya.
2. Duriannya gak enak! Hihi
3. Bahaya kalau cuma anda sendiri di rumah. Lebih baik tolak saja.



- Posted from my iPad

4 komentar:

HumorBendol mengatakan...

huah...mengganggu orang yang lagi asik leyeh-2 aja neh
hehe....

Lidya mengatakan...

cuma bisa nelen ludah mbak hehehe duriannya bikin tergoda

~Serendipity~ mengatakan...

Ya ampun, maksa gitu ya kak? Duriannya gak enak lagi? Lengkaplah sudah. Hehehe..
Kalo aku, nggak pernah mau bukain pintu untuk pedagang keliling. Ngeri.. :(
Risma

Lambertus Hurek mengatakan...

hehehe.... Rupanya sama saja pedagang keliling si Melayu sama pedagang-pedagang curang di Surabaya. Anehnya, setiap orang Surabaya yang baru pulang dari Singapura selalu cerita berbunga-bunga tentang duren yang manis dan gemuk-gemuk.

Mungkin si Melayu itu lihat yang beli ini orang Indon, jadi boleh ditipu macam TKI di Malaysia.

Popular Posts