Jumat, 03 September 2010

Happy English

Ini posting untuk cari dana dan segala bentuk bantuan dari pembaca.
Posting yang sama ada di facebook juga

*****

Indahnya Berbagi dalam Keterbatasan, Bersama dalam Perbedaan yang Menyatukan" 

Setiap dua minggu sekali sekitar 120an anak usia sekolah tumplek di kolong tol Penjaringan  Jakarta Utara. Ada kumpul bocah massal? Bukan…mereka datang ke sana untuk mengikuti kelas bahasa Inggris gratis yang diselenggarakan oleh sekelompok relawan muda. 

Awalnya, beberapa kawan ingin mengadakan kegiatan yang bermanfaat untuk anak-anak usia sekolah yang memiliki keterbatasan ekonomi di sana, sekaligus juga untuk memberi alternatif ruang 'bermain' bagi mereka. Kelompok kawan ini memperkenalkan kelas bahasa Inggris gratis -yang kemudian dinamakan kelas Happy English- dan ternyata, mendapat sambutan antusias dari para murid cilik dan orang tua mereka.

Kegiatan yang bermula pada Februari 2010 ini sekarang terdiri dari 6 kelas:  tingkat pra-sekolah (1 kelas), untuk siswa kelas 1-2 SD (2 kelas), untuk siswa kelas 3-4 SD (2 kelas), dan kelas 5 SD-1 SMP (1 kelas) dengan 6 orang relawan guru yang bekerjasama dengan organisasi masyarakat KMPKT (Kelompok Masyarakat Peduli Kolong Tol) RW 13 Penjaringan. 

Profil murid adalah anak-anak sekolah yang orang tuanya bekerja sebagai buruh atau pedagang kecil. Jadi mereka bukan anak jalanan, juga bukan pengamen atau pengemis.

Ketika ditanya tentang rencana ke depan, mbak Diah, salah satu relawan berharap bahwa kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang berkelanjutan sehingga anak-anak yang belajar di kolong tol mempunyai kemampuan berbicara, membaca dan menulis dalam bahasa Inggris dengan lancar.

Bagaimana penyelenggaraan kegiatan mereka? Para murid duduk di lantai semen dan menulis pekerjaan mereka pada lembar kerja fotokopian yang diberikan oleh para relawan. Sederhana dan seadanya.

Ke depan, para relawan ini ingin mengembangkan kelas komputer dan drama/teater untuk murid-murid mereka. Eh…siapa tahu, mereka bisa berkembang dan sukses seperti Lenong Bocah ya? ;-)

Usaha yang mulia, sayangnya kegiatan mereka belum memiliki donatur yang menyumbang secara teratur. Dana masih berasal dari kantong pibadi relawan dan swadaya masyarakat.

Jika ingin berkembang, sepertinya mereka perlu dana lebih banyak. Itu sebabnya, mbak Diah dkk menerima dengan tangan terbuka bantuan anda.

Apa saja yang diperlukan oleh para relawan untuk menyelenggarakan kegiatan ini? Berikut daftar barang yang diperlukan mereka:

1. Meja kecil lipat agar para murid cilik bisa menulis di meja.   

2. Whiteboard untuk 6 kelas.

3. Tikar untuk alas duduk. Para murid selama ini duduk di lantai, menggunakan alas bekas spanduk.

4. Buku cerita bergambar sederhana untuk pengenalan kosakata.

5. Buku bacaan berbahasa Inggris, kalau memungkinkan seri bertahap seperti seri Robin, Ladybird dll.

5. Buku cerita besar untuk ‘story telling’.

6. Lemari buku untuk perpustakaan. Semua buku yang digunakan akan disimpan di perpustakaan taman baca kolong tol.

7. Film (VCD) anak berbahasa Inggris. Ada program nonton bareng  
    sebagai variasi cara belajar.

7. Proyektor (1 buah), untuk pemutaran film, presentasi dll.

8. Partisi/sekat, untuk menyekat ruang kolong tol menjadi kelas-kelas pada saat digunakan untuk belajar.

Tertarik membantu? Silakan menghubungi:
Diah Citaresmi di HP: +62818 804010 ; diahcitaresmi@yahoo.com.au 
Josh Umboh di HP: +62812 8123553 ; josh_umboh@yahoo.com 
Dini Paramita Dewi (Singapura) di HP: +65 9870 5099 ; mita.rachman@yahoo.com.sg

“Bukan jumlah sumbangan yang menentukan, tapi niat tulus membantu sesama yang mereka harapkan”

Semoga banyak teman yang tergerak membantu para murid cilik ini! Siapa tahu, ada calon pemimpin di antara mereka!

Terima kasih banyak sebelumnya, dari para relawan pengajar/ penyelenggara Happy English :-)

3 komentar:

Sultana mengatakan...

Honorable thing they are doing there Dyah. Is there a Facebook page about this that I can help pass around? Is there a way to donate through paypal??

si Dyah mengatakan...

Hi Syari,

Yes it is so touching to know that these young volunteers still have time to help others despite their busy schedule.

I wonder whether Western Union is available in Europe?
It is more popular method of remittance in Indonesia.

Sultana mengatakan...

Western Union is available, but I've never used it. :( Maybe you can ask the organizer to open a validated paypal account for donations. I can even help to spread the word around.

Popular Posts