Kamis, 26 November 2009

PADA WAKTU SENGGANG...

Apa ya kira-kira kegiatan para 'Uncles' di sini pada waktu senggang?
'Uncles' itu maksudnya para bapak sepuh, pensiunan atau para 'senior citizens' jika kita pakai istilah lokalnya.
Ternyata banyak kegiatannya, salah satunya adalah : main catur (Cina) :D

Foto ini diambil di salah satu 'senior citizen corner' dekat rumah. Senior citizen corner itu ya tempat yang disediakan untuk para lansia bersosialisasi dengan sesama, dan juga warga lainnya. Karena makin banyak penduduk Singapura yang berusia senja, dan banyak juga dari mereka yang hidup sendiri, tempat semacam ini adalah pemandangan yang biasa di pemukiman rakyat HDB.
Seperti apa 'senior citizen corner' itu? Biasanya tempat ini mengambil salah satu sudut 'void deck' lantai bawah bangunan apartemen yang diperuntukkan umum. Di situ disediakan beberapa set tempat duduk dan meja, kadang ada yang menambahkan pernik TV, radio, pantry kecil (pernah lihat lho, ibu2 lansia asyik berkumpul dan memasak bersama di situ!). Sederhana sekali biasanya, pokoknya supaya para bapak dan ibu ini bisa duduk2 sambil momong cucu sambil ngobrol tentang cuaca, makanan dan sebagainya dengan tetangga.
Di sudut bersebelahan dengan senior citizen corner dekat rumah ini, ada tempat praktek pijat lho! Siapa tukang pijatnya? Ya...para lansia yang sudah mengambil kursus memijat. Siapa pelanggannya? Ya...siapa saja yang merasa pegal2 dan perlu dipijit. :D
Bayarannya murah...hanya sekitar 20 dolar saja, tapi....musti tahan malu, karena tempat praktek pijit ii hanya berupa dipan sederhana untuk pelanggan merebahkan diri selama sesi pijat. Tidak ada ruang tertutup, tidak ada handuk atau selimut pelindung, yang ada angin semilir dan suara kicauan burung yang hinggap di dekat tempat praktek, mungkin karena mereka ingin tahu apa yang sedang terjadi di sana! Hehehehehe...
Kira-kira...waktu kita tua nanti, kehidupan seperti apa yang akan kita jalani ya? Kira-kira...akankah saya mengalami periode seperti ini?

Posted by Picasa

2 komentar:

Lambertus Hurek mengatakan...

Oh, di Surabaya dan kota-kota besar lain di Indonesia namanya catur gajah. Permainan catur khas para perantau asal Fujian yang sudah tinggal ratusan tahun di Indonesia.

Catur gajah alias Catur Xiangqi ini sudah masuk dalam agenda pekan olahraga internasional semacam SEA Games dan dilombakan di even-even internasional. Indonesia sering menang. Dan banyak juara Xiangqi berasal dari Jawa Timur.

Ketika tradisi dan budaya Tionghoa dilarang oleh rezim Orde Baru, Xiangqi ini tetap dimainkan di komunitas Tionghoa di Surabaya, khususnya di Pasar Atom. Catur yang satu ini, kata beberapa pemain yang saya kenal, sangat menarik dan bikin orang kecanduan. Biar bumi berguncang, gempa melanda, mereka akan fokus di papan catur gajah. Hehehe...

Dyah mengatakan...

Whoaaaa....terimakasih untuk tambahan cerita menarik ttg catur sejenis di Surabaya :D

Memang...justru orang peranakan kadang lebih 'kencang' melestarikan budaya nenek moyangnya...termasuk bermain catur ini! :D

Popular Posts