Kamis, 29 Oktober 2009

Bukan Sembarang PETI

Loksi foto: salah satu kios makan kumuh, sumuk dan jorok (sekali) di belakang Bugis Junction, tepatnya di Liang Seah Street.
Suatu hari...sedang bingung mencari tempat makan siang di sela kesibukan mengajar....eh, ketemu peti menarik ini :)
Bicara tentang kios makannya, enak tidak kah makanannya? Apalah artinya tempat kumuh dan joroknya jika makanan yang disajikan enak, betuk kan? Jadi...bagaimana rasanya dong? Waduuh...gimana ya, begini aja deh, saya jelaskan dengan cerita.
Waktu itu saya pesan shredded chicken and mushroom noodle. Yang terbayang-bayang adalah mie panas dengan daging ayam suwir2 dan jamur kancing imut seperti yang dijual di GM. Hohoooo...mimpi di siang bolong sekali itu! Yang datang ternyata adalah mie ala indomie dengan sedikiiiit suwiran ayam dan sedikiiiit daun selada cincang dan dua buah jamur shiitake! Aiiih....jamur bau jengkol, mana saya suka laaah! :(
Yah...mau murah, ya jangan protes dong kalau sekian saja cita rasa makanan yang didapat :P
Kembali ke judul posting: bicara tentang kata PETI, apa yang terlintas dalam pikiran anda ketika mendengar atau membaca kata ini? Boleh tau dong? :D

Posted by Picasa

4 komentar:

Lisa mengatakan...

aduh jangan makan di situ lagi deh Dy... kalo restonya krg bersih, napsu makan jadi hilang. Peti itu kotak surat ya ?

Lambertus L. Hurek mengatakan...

Menarik banget catatan pendek ini. Terlepas dari kualitas makanannya, PETI SURAT di gambar itu samalah dengan KOTAK POS atau KOTAK SURAT di Indonesia, khususnya Jawa.

Orang Indonesia, khususnya yang di Jawa atau Jakarta, memang geli dengan istilah PETI. Padahal, itu kata asli bahasa Melayu atau Indonesia yang sangat lazim dipakai sejak zaman dulu. Coba periksa tulisan-tulisan yang terbit sebelum tahun 1970-an.

Sampai sekarang di Flores, NTT, kata PETI selalu dipakai baik untuk bahasa daerah Flores Timur maupun bahasa Indonesia sehari-hari. "Na nai Surabaya nete peti lema." Dia pergi ke Surabaya membawa lima peti.

Kata KOTAK yang sama artinya dengan PETI sebetulnya diserap dari bahasa Jawa. PETI ini juga sinonim dengan TROMOL. Dan juga masih dipakai di Flores. Makanya, ada istilah TROMOL POS.

Kata PETI ini mengingatkan saya pada kata BILIK yang selalu dipakai orang Malaysia dan Singapura (yang Melayu). BILIK memang kata asli Melayu. Ini juga dipakai sehari-hari di Flores.

Orang Indonesia di Jawa, termasuk Jakarta dan sekitar, lebih lazim memakai kata KAMAR (dari bahasa Belanda: KAMER). Kita sering tertawa mendengar encik-encik Malaysia bilang BILIK atau PETI karena kita sering lupa asal-muasal kata alias etimologi.

Selamat mengajar Mbak Dyah.

si Dyah mengatakan...

Lisa....namanya juga iseng. Pingin tau dong....kenapa tempat ini banyak pengunjungnya. Waduuh....sudah tau mah sekarang males ah ke sana lagi :P

si Dyah mengatakan...

Bang Bernie,

Waaa....terimakasih untuk ulasan lengkapnya tentang asal usul kata peti. Saya jadi penasaran, saya tanya ibu saya yang orang jawa Tulen (kalau saya kan jawa tapi bukan jawa), beliau berkata bahwa kata kotak memang bahasa Jawa haha.

Orang Melayu sini memang menggunakan kata peti, dan tidak pernah pakai kata kotak. Peti es...misalnya.

Popular Posts